Pikiran Yang Terkorupsi dan Kebijakan Ekonomi Politik Dan Hilangnya Nalar adalah dua buku Kwik Kian Gie disebut-sebut sebagai dwi tunggal esai-esai Kwik Kian Gie yang ditulis di Harian Kompas. Sebenarnya terbitan pertama pada bulan November 2006. Entah mengapa saya kok baru beli pada tahun ini 2008 setelah ramai dibicarakan seputar KKG.
Keterbatasan ruang di harian Kompas tentunya membuat tulisan KKG hanya berupa esai-esai saja, padahal yang saya harapkan bagaimana ia yang pernah menjabat sebagai Ketua Bappenas bisa menulis buku yang lebih dari sekedar esai. Buku yang bisa melihat secara menyeluruh arah kebijakkan serta implikasinya bagi kelangsungan hidup berbangsa negara. Ada banyak strategi yang harus dikembangkan untuk Indonesia yang sebenarnya banyak mengandalkan sumber daya alam dalam tatanan kehidupan ekonomi global. Bagaimana seharusnya Minyak Bumi dan Gas, Batu Bara, dan hasil tambang lainnya seperti freeport, Kayu, Minyak sawit, Karet, Kopi, Teh, hasil Laut dan banyak lagi mampu mendatangkan devisa secara significant dan memberikan konstribusi pada APBN secara lebih lugas dan jelas. Bagaimana membawa masyarakat yang bertransaksi tanpa uang menjadi dengan uang, bagaimana membawa masyarakat yang bertansaksi dengan uang yang skala lokalan ke arah yang skala global. Semua ini merupakan Pekerjaan Rumah bangsa Indonesia yang seharusnya memang digodok di Bappenas. Uang sebagai alat tukar terhadap barang dan jasa seharusnya tidak menghilangkan semangat bangsa Indonesia yang dibangun secara sosial, semangat gotong royong, semangat tolong menolong. Kesalahan kelola keuangan ini mengakibat hilangnya semangat itu. Sebagian malah memanfaatkan uang sebagai alat intimidasi dan alat pemerasan terhadap hasil suatu kerja Â…. dan ini sangat jauh dari semangat penyatuan dan pembentukkan Negara Indonesia. Dan Pekerjaan Rumah ini kelihatannya masih jauh dari harapanÂ…. RM http://rachmad.kuyasipil.net/

