Pak BTS dan rekan milister lainnya

 

1.    Kalau pake ilmu futurologi, kira-kira akan tetap terus negative growth
tidak ya jakarta ini? Kalau melihat fenomena apartemen dan rumah susun
sederhana yang mulai bertumbuhan di Jakarta, apakah akan ada arus
pertambahan kota Jakarta kembali? Atau fenomena apartemen ini akan sedikit
terhambat oleh beberapa serangan kejutan gempa di selat sunda yang
sekali-kali membuat hati waswas?

 

2.    Memang pemda Jakarta tidak membangun kota. Sepertinya pemda Jakarta
meng-abuse istilah "Pemda sebagai fasilitator dan regulator pembangunan" ,
sehingga membuat mereka hanya berdiri di belakang meja dengan segala alat
"pengendali penataan ruang" namun tak berdaya,... Mungkin sekali waktu Bang
Foke harus di audit kinerjanya,. kalau berasumsi pemda Jakarta bertambah
kocek APBDnya, maka mestinya harus pula linier dengan kualitas
pembangunannya,... masak sih kalah dengan pemda-pemda lain yang lebih
inovatif dan berani berkarya.

 

3.    Kapan deklarasi JPL itu,biar kita rayakan Bersama,Pak BTS? J

 

Best regards,

 

B. Dwiagus S.

Aliansi Planner untuk Kebebasan Berencana Indonesia

 

bdwiagus.blogspot.com 

 

- aut viam inveniam aut faciam -

I will either find a way or make one.

B2W-Logo-putih imut

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 26 August 2008 22:49
To: [email protected]
Subject: [referensi] Kompas obok2 Planologi

 


Dear Bung Wisnu dan milister lainnya. 

Pertumbuhan penduduk Jakarta itu tak pernah mencapai 4%. Pada periode
1990-2000 pertumbuhannya hanya 0,16% dan sekarang pertumbuhannya sudah
negatif, alias jumlah penduduk Jakarta semakin berkurang kira-kira sekitar
250000 jiwa pertahun meninggalkan Jakarta. Mungkin yang dimaksud dengan
pertumbuhan 4% itu bukan Jakarta, tetapi "The Greater of Jakarta", yaitu
Jakarta plus daerah pinggiran (periphery) yang notabene masuk wilayah
administrasi Tangerang, Bogor, dan Bekasi. 

Kata Pak Danisworo ada 3,5 juta diantisipasi tinggal di kota-kota Tangerang,
Bogor, dan Bekasi. Jumlah penduduk 3,5 juta itu memang asli penduduk ketiga
kota tersebut dan pertumbuhannya, bukan berasal atau limpahan atau "spill
over" dari Jakarta. Limpahan penduduk Jakarta itu berada di Kabupaten
Tangerang, Bogor, dan Bekasi, ... bukan kota-kotanya. Berdasarkan gambaran
ini, apa relevan membicarakan Kota penyangga? La wong kota-kota Botabek itu
tak pernah berfungsi sebagai Kota penyangga koq. Sementara
kabupaten-kabupaten yang mendapat limpahan penduduk itu juga bukan
penyangga, tapi penampung. Lain lho arti Penyangga dan Penampung. Kalau
Penyangga itu aktif menyangga (countering), sementara Penampung itu pasif
(receiving). Jadi selama ini Blue-print konsep Jabotabek itu hanya rencana,
apakah perkembangan sesuai dengan rencana? Walahualam.... koq sepertinya
yang membangun Jabotabek selama ini bukan para perencana, tetapi
Sudwikatmono dengan Jababeka-nya, Ryadi dengan LIPPO (Lama-lama Indonesia
Pan Punya Oe), ASTRA, dan PMA-PMA itu. 

Dalam perbincangan soal pengembangan tata ruang, khususnya dalam Regional
Planning, sering kita menemukan berbagai permasalahan yang sebenarnya kita
tahu jawabannya. Misalnya yang tidak setuju dengan pembangunan jalan tol,
toh mereka suka juga menggunakan jasa jalan tol, jadi tahu jawabannya
mengapa jalan tol itu dibangun. Yang anti urbanisasi padahal dirinya salah
satu pemigran (bukan penduduk asli) dan penghuni kota besar. Jadi mereka
tahu mengapa urbanisasi itu di kota-kota besar itu tinggi dan tidak bisa
mengarusbalik ke desa-desa atau ke kota-kota kecil. Yang tidak setuju
pengkotaan di Jawa tidak mau pindah ke Luar Jawa dan maunya berdesak-desakan
di Jawa saja. Mereka ini juga tahu jawabannya bahwa tinggal di kota-kota
besar di Jawa sebagai keputusan terbaik. Yang merekomendasikan pembangunan
pedesaan juga nggak mau tinggal di desa karna hidup di desa itu tidak mudah
dan kesepian. Yang menganjurkan angkutan massal juga belum tentu suka naik
bus umum yang pengap ini. Jadi tahu jawabannya mengapa banyak orang lebih
suka naik mobil. 

Thanks. CU. BTS dari JPL (Jaringan Planner Liberal). 






----- Original Message ----- 
From: Wisnu Wijaya 
To: [email protected] 
Sent: Monday, August 25, 2008 11:44 PM 
Subject: [referensi] Kompas Obok2 Planolog(i) 



 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.6.9/1634 - Release Date: 25/08/2008
20:48

<<image001.jpg>>

Kirim email ke