Pak Iman, salam kenal nih. Saya orang pinggiran dalam hal planning dan mau 
masuk ke khasanah planning nggak bisa karena belum waktunya....mungkin. Mohon 
penjelasan Pak, apakah sebagai ahli planning Bapak merasa sering alergi jika 
mendengar konsep lama ? Setahu saya, yang berkaitan dengan teknologi memang 
hampir selalu jelas mana bahwa yang lama selalu ketinggalan jaman. Tetapi jika 
tentang kehidupan manusia....biasanya nggak garis lurus alias sangat 
bervariasi....Jadi, kesimpulan saya, lama atau baru jika menyangkut manusia 
selalu relatif dan kontekstual. Artinya suatu konsep akan sangat bermakna atau 
tidak ya tergantung konteks - konteksnya.

Kemudian, apa yang Bapak maksudkan dengan Anyer-Panarukan adalah masa lalu ? 
Saya tidak bisa mengerti maksudnya bagaimana ? Saya yakin Bapak punya gagasan 
unik tentang pernyataan itu dan saya ingin belajar dari Bapak soal itu, minimal 
mendengar penjelasan elaboratif yang memadai, sebab Bapak sebagai ahli planning 
tentu memiliki penjelasannya. Bagi saya Anyer Panarukan ya masa lalu ya masa 
kini ya masa depan, hanya maknanya yang berganti-ganti....tetapi eksistensi 
fisiknya tetap dan pengaruhnya pada kehidupan manusia di sepanjang jalan itu 
terus berakumulasi dan menghasilkan interaksi dinamis serta membentuk 
bangunan-bangunan ruang kehidupan manusia terus menerus.....Mohon maaf atas 
pertanyaan nakal saya, yang masih belum terlalu mudeng soal planning....

Salam dan Hormat,

Djarot

--- On Sun, 9/14/08, Iman soedradjat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Iman soedradjat <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Re: Kompas  Obok2 Planologi? (1)
To: [email protected]
Date: Sunday, September 14, 2008, 9:16 AM










    
            Mas Munir, yg  bukan aktivis HAM.
Ngga  tahu pake konsep pembangunan yg dilakukan di SulSel, Makasar-Pare.  Tapi 
yg jelas pasti letoy lah, artinya belum ada energi kalau kita bangun disitu, 
walaupun tahu bhw pusat pertumbuhan wilayah Timur di Makasar, itukan krn 
konsep-konsep yg lama yg telah merasuk ke pemikiran kita, sehingga msh meyakini 
Makasarpusat pertumbuhan. Tapi lihat, Boom di Jawa, siapa yg suruh tumbuh 
kawasan2 Industri dan kota sepanjang Tol Jakarta - Cikampek, siapa yg suruh 
idea idea gila reklamasi pantai Jakarta dan Tangerang.  yang ngobok2 bukan 
Kompas Mas, jalan Anyer Panarukan sih masa lalu,  he he he, sori sekedar iseng 
nimbrung.

--- On Sat, 9/13/08, risfano <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: risfano <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [referensi] Re: Kompas Obok2 Planologi? (1)
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, September 13, 2008, 5:09 AM





Pak Aby ysh,
Mengenai Makassar, itu memang pusat utama di Timur, sebagai 'counter-magnet' . 
No doubt about it. Untuk itu bisa didiskusikan mengapa kok tidak begitu cepat 
pertumbuhan kegiatan ekonomi (basis)nya. Padahal statusnya sudah jelas. 
Pembangunan sarana dan prasarana fisiknya juga sudah mendukung. Ada Global 
Trade Center (sampai mengurug laut segala), ada kawasan industri, kawasan 
perdagangan modern, jalan tol ke Pare-pare juga sudah mulai kelihatan, 
selebihnya dalam proses. Saya baca berita juga Departeman PU akan membangunan 
Rusuna beberapa tower disitu.
Barangkali bukan soal perencanaan wilayahnya lagi, tapi soal manajemen 
pembangunan kota dan sekitarnya. Aspek-aspek pemasaran daerah, rencana dan ijin 
pembangunan pelabuhan, kemudahan perijinan, perolehan lahan, dst. Mungkin ini 
bisa jadi bahan diskusi?
Salam,
Risfan Munir
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:
>
>  
> Pak Risfan ysh,
> Trims atas tanggapannya yang panjang lebar dan konstruktip…….
> Menarik untuk  menyimak dan menanggapi  bagian2 paragraf anda berikut, hanya 
> mohon jangan  anggap ini `mutilasi' ya?...: :
>