REkan-rekan milister semuanya,
Enak juga membaca pantunnya mas Priyo.
Kalau boleh meraba-raba makna pantunnya mas Priyo,
kira-kira seperti ini :
Yang dimaksud "Disini" sepertinya orang-orang kita
yang mempunyai image kota yang indah adalah seperti
kota-kota di negara papan Sam atau di negarta maju
lainnnya yang penuh dengan taman-taman indah yang
kehidupannya sudah teratur dengan baik. Sedangkan yang
dimaksud "Disana" kira-kira yach orang-orang di negeri
maju yang tahu dan sadar mengenai konteks dan kekayaan
kota-kota di negeri Indonesia tercinta.
Jadi ya begitulah, pol pole yo mek isok ngomong
"Kasihan", karena kalau kita-kita saja yang berbicara,
apalah kekuatan kita dibanding kekutan satpol PP yang
beringas menghancurkan gerobak dorong PKL. Tanpa ada
good will dari sing nduwe negoro opo sing nduwe kutho
untuk melihat sisi positif tentang fenomena informal
di kota, ya pada akhirnya tetap saja terjadi
bongkar-membongkar gusur-menggusur, atau yang lebih
gila lagi bakar membakar.
Demikian rekan-rekan interprestasi saya tentang pantun
mas Priyo yang sedikit nelongso...he..he..he...
salam hangat dari Yogya juga mas,
bawole
--- "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Kang Deden ysh, milister yth.
>
> Ibaratnya ungkapan ....
>
> Disini dianggap kuman .... disana jadi idaman
>
> Disini dianggap masalah ..... disana adalah berkah
>
> Disini dianggap keruwetan ..... disana justru jadi
> idaman
>
> Aah PKL ... kasihan dikau ... hanya jadi pembicaraan
> tapi hanya sebatas pembicaraan.....
>
> Nasibmu ..... tak seorangpun tahu.
>
> Salam
>
> bsp - yg sehari2 berteman dg PKL di Jogja