APA MAKSUDNYA INI !!!???
--- In [email protected], "Mohammad Andri Budiman" <mand...@...> wrote: > > Bang Haji Datuk Eka, Pak Risfan, dan Rekan-rekan ysh., > Orang-orang berbakat tentu akan selalu mencari tempat di mana ia bisa > mencari teman-teman yang sama berbakatnya di tempat terjadinya aglomerasi > -- apalagi secara kasat mata bisa kita lihat bahwa kebetulan citra wilayah > khusus tersebut sangat gemerlap, sehingga dari mata turun pula ke hati. > > Kemacetan dan kriminalitas yang ada pun tidak menjadi, sama seperti seorang > "lelaki yang tak kenal lelah mencari wanita" (Samsons 2005), walaupun calon > mertuanya terkenal galak dan si wanita pun sudah punya suami. "Sembilan > puluh persen keputusan diambil atas dasar emosional, bukan > rasional,"mengutip pendapat pakar psikologi di buku David Allen, > "Getting > Things Done". Karena itu, masalah citra dan tampak luar -- dalam hal ini > boleh jadi berarti infrastruktur dan segenap kemudahan lainnya -- selalu > menjadi penting. > > Jadi, saya harus akui bahwa Pemerintah Pusat sudah begitu banyak usahanya > untuk menstimulasi daerah-daerah lain. Namun ini tidak cukup efektif karena, > seperti terkutip dalam buku Pak Ermaya Suradinata (mantan Gubernur Lemhanas) > "Kepemimpinan Daerah dan Nasional: Membangun Derah Menuju Indonesia > Bangkit"(beredar awal 2009 di Medan), di > daerah-daerah justru kekurangan Sumber Daya Manusia yang terdidik untuk > membangun. > > Saya kira ini terjadi karena rata-rata manusia unggul tersebut masih > memperebutkan "wanita-wanita" di wilayah aglomerasi yang terus "berdandan" > dan "operasi plastik" sehingga "tidak pernah kelihatan tua". > Tentunya sampai "Israel" datang menyerbu. > > Salam, > Andri > > > 2009/1/6 ffekadj <4ek...@...> > > > Cak H. Andri ysh, > > > > Sejauh pengamatan saya, memang Pak Risfan cukup lama menggali dan > > mengembangkan aspek pemberdayaan Daerah dengan berbagai skim; dan > > kelihatannya belum terpuaskan dengan pencapaian yang ada. Saya kira skim > > yang ada sekarang masih belum terlalu beranjak sejak satu dasawarsa yang > > lalu, katakanlah sebagai the second generation of local empowerment. Bisa > > dibandingkan dengan skim poverty alleviation fund yang telah memasuki the > > third generation. Jadi memang saat ini masih mengandalkan berbagai reformasi > > kebijakan nasional, namun local initiatives masih belum tumbuh. > > > > Bila kita menggali contoh di www.bestpractices.org/database (sayang > > sedikit kali contoh dari Indonesia), dapat ditemukan bila progres Daerah itu > > banyak didasarkan pada local and community initiatives, di samping tentunya > > stimulan yang diberikan oleh Pemerintah. Hal ini secara simultan coba kita > > rangsang di milis ini, mencari terobosan-terobosan baru yang patut dilakukan > > dengan keterbatasan yang ada. > > > > Demikian sementara waktu. Salam. > > > > -ekadj > > > > > > --- In [email protected], "Mohammad Andri Budiman" <mandrib@> > > wrote: > > > > > > > > > > > Saya sefaham dengan Bapak dalam tujuan, > > > > > > > > Tapi kalau kita bertolak dari anti JAKARTA, benci JAKARTA yang ada > > > > di kepala kita JAKARTA, JAKARTA, JAKARTA. Tiap hari, tiap detik kita > > > > mikir, cari bahan tentang JAKARTA. Seluruh energi kita tercurah ke > > > > JAKARTA walau untuk melawan. > > > > > > > > Lain kalau kita bertolak dari DAERAH, cari bahan-bahan untuk DAERAH, > > > > cari ide untuk DAERAH... sehingga terkumulasi pengetahuan, ide-ide, > > > > tentang DAERAH. Akhirnya menjadikan DAERAH kuat, arah pembngunannya > > > > lebih baik, sehingga terjadi pemerataan yang dicitakan. > > > > > > > > Kita tidak bisa merencana DAERAH dengan bergunung-gunung data > > > > mengenai JAKARTA, yang kita perlukan adalah segunung info tentang > > > > inovasi dari/untuk DAERAH. > > > > > > > > Maaf reply nya terputus-putus kerjaan. > > > > > > > > Salam, > > > > Risfan Munir > > > > > > > > > Menarik Pak Risfan. Jadi kalau kita tidak mau berpikir tentang PURPLE > > COW, > > > malah SAPI UNGU itu yang terus-menerus berada di benak kita. (Saya yakin > > > Seth Godin setuju, IYKWIM...) > > > > > > Jadi, mari kita berpikir DAERAH kalau begitu. > > > DAERAH, DAERAH, ... DAERAH mana lagi ya yang bisa jadi prioritas > > pembangunan > > > berikutnya? > > > Oh iya, DAERAH itu tuh, yang banyak orang penting terjebak di kemacetan, > > > sehingga waktu untuk kongkow dan bensin pun terbuang.. > > > DAERAH apa yah namanya? Oh iya ... DAERAH KHUSUS IBUKOTA... > > > > > > Salam, > > > Andri > > > > > > > > > >

