Diskusi (2) dgn rekan Kandipi Kaori
 

+++:  Ada satu hal yang saya tangkap dari penjelasan itu bahwa setiap ahli akan 
berusaha untuk mengedepankan bidang keahlian ketimbang bidang lainnya. 
>>>: Saya kira umumnya memang  “orang akan bicara lbh banyak ttg masalah yg 
>>>diketahuinya”….. dan akan  “kurang berbicara banyak  utk  masalah yg kurang 
>>>diketahuinya”…. tentu itu wajar saja…. apakah anda juga akan bicara banyak 
>>>juga utk hal yg tak anda ketahui?........
Kalau dimilis ini anda kesankan begitu….. sptnya ‘milis referensi’ ini memang 
agak berspesialisasi ke ‘tata ruang’ atau Perencanaan Kota dan Wilayah…… dan 
bukan ke politik, masalah hukum  atau kuliner saya kira….. saya mohon maaf  
alau anda kurang berkenan saya agak banyak bicara ttg  ‘tata ruang’ misalnya……
Karena itu kenapa bukan anda saja yg ganti ‘banyak bicara’ dan  ganti saya yg 
menikmati membaca posting anda?....... -:) 
 
+++: Pengalaman saya pada akhir bulan lalu. Saya menghadiri suatu pertemuan 
yang  dimana hadir pula seorang ahli GIS. Ia mengatakan sekarang kita yang 
menentukan kegiatan para biolog dan ahli konservasi. 
>>>: Kalau anda cerita  pernah bertemu seorang ahli GIS dan sesalkan sikapnya 
>>>yg demikian…. Mengapa anda tak “dengan hati” tegur atau nasehati agar ia tak 
>>>perlu bersombong spt itu.... Mengapa tdk anda katakan bahwa keahliannya itu 
>>>bukankah awalnya sekedar hasil ia diajarin oleh orang lain.....  bukankah 
>>>alatnya yg canggih itu sekedar hasil boleh beli/ impor saja…. Dan bukankah 
>>>bukan hasil buatan/ ciptaan tangannya sendiri?........
Kalau anda pernah sekali jumpa dgn seekor harimau ompong….. tentu anda tak akan 
simpulkan bahwa semua harimau pasti ompong lalu anda akan belai pipinya……
 
+++: Saya pikir setian hal itu bisa terjadi, tergantung yang berkuasa kini dan 
belum berkuasa tetapi mampu mempengaruhi penguasa maka keahliannyalah yang akan 
diterapkan.
>>>: Saya kira enggak gitu masalahnya…….

+++: Apa jadinya jika setiap ahli ingin menonjolkan bidang  ilmunya tanpa 
memberi ruang yang layak bagi  bidang ilmu yang lain. Suatu sistem penataan 
ruang yang  didasarkan pada semua bidang ilmu, misalnya geologi, kehutanan, 
budaya, kesehatan, dan lain-lain akan sangat bermanfaat bagi rakyat dan 
pemerintah kita. 
>>>: Planolog, arsitek, dokter  dan banyak keahlian2 lain sbgmn biasa terlihat 
>>>pada perusahaan2 konsultan…. dalam pekerjaan resminya mereka biasa bekerja 
>>>dalam tim…… lembaga/ departemen2 pemerintahpun dalam meminta/ beli jasa2 
>>>demikian juga biasa mensyaratkan TORnya spt mengharuskan teamwork keahlian 
>>>bermacam lintas disipliner yg memadai sesuai bidang pekerjaan yg akan 
>>>ditangani….. Kekhawatiran anda mungkin tdk perlu…..
Yg terjadi dgn masyarakat planologi kita ini justru sebaliknya….. bukannya 
mereka  spt kata anda … “menonjolkan bidang  ilmunya tanpa memberi ruang yang 
layak bagi  bidang ilmu yang lain” ….. tapi mereka justru ”kurang mau menonjol” 
dan “kurang mau banyak ngomong” (entah kalo ongkosnya oke dulu)…….
 
+++: Selama kurang lebih 4 tahun terakhir, saya membantu penduduk asli untuk 
memetakan wilayahnya. Sudah 2 daerah dipetakan. Satu dari dua hasil  pemetaan 
wilayah penduduk asli itu digunakan untuk menentukan pemekaran distrik di 
kabupaten tersebut. Masyarakat di daerah pemekaran distrik sangat menerima itu. 
saya dan teman-teman sedang melakukan pemetaan yang sama di kabupaten Paniai. 
Sementara ini saya berada di Timika untuk perjalanan ke Asmat tempat dimana 
saya bertemu Pak Eka DJ. Tujuan perjalanan saya ke sana adalah untuk 
menyampaikan rencana pemetaan wilayah penduduk asli di kabupaten berawa  kepada 
pemerintah daerah, pihak gereja dan masyarakat suku Asmat. Hasil ini diharapkan 
dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan Tata Ruang 
Kabupaten Asmat ke depan. 
>>>: Ya.. ini adlh suatu inisiatip yg baik…. Namun kalau mengingat ini (kata 
>>>anda) dikerjakan penduduk asli, a.l. utk pemekaran daerah… dsb…. dan kata 
>>>anda dimaksudkan sbg masukan bagi pemda… harapannya ya tentu jangan lalu itu 
>>>nanti jadi “usulan pemaksaan” (spt kasus di DPRD Sumut) yg mutlak hrs bulat2 
>>>diterima tanpa ‘hasil karya’ itu boleh dipelajari dulu secara obyektip 
>>>segala sesuatunya oleh para ahlinya (dari berbagai disiplin ilmiah)…….
 
+++: Pemetaan wilayah penduduk asli dilakukan agar pemerintah  pun seharusnya 
mempertimbangkan mereka dalam penyusunan tata ruang yang lebih memihak kepada 
para pemodal besar. 
>>>: Pemerintah pusat atau pemda yg baik tentu harus berpihak kepada semua 
>>>orang…… kepada rakyat kebanyakan harus berpihak… tapi ke pemodal besar juga 
>>>tak boleh memperlakukannya tak adil……… tv, hp, internet dan moda 
>>>transportasi  yg anda nikmati tak mungkin dpt disediakan tanpa peran pemodal 
>>>besar……

+++: Mengenai OTSUS Papua perlu saya sampaikan kepada Pak Aby bahwa saya 
termasuk  satu diantara teman-teman yang mengajukan usul tersebut. OTSUS 
merupakan  satu dari 3 alternatif yang harus dipilih demi keselamatan penduduk 
asli di Papua. Ada beberap pasal dalam draft awal yang sesungguhnya menjamin 
hak hidup orang Papua tidak muncul dalam naskah terakhir. Saya mengerti hal 
itu. Tapi uang yang didrop dalam jumlah besar tanpa pengawasan penggunaan  oleh 
pemerintah, hanya  menyusahkan penduduk asli. Kembali lagi, jika kita bekerja 
dengan hati nurani , maka hasilnya akan lain. 
>>>:  utk masalah politik saya no komen…. Krn nggak tahu…..
 
+++: Saya di Enarotali daerah yang terpencil pad aNovember 2008 lalu, saya 
temui bahwa  penggali parit tidak lagi orang setempat yang tidak berpendidikan 
tetapi orang dari luar Papua. 
Senin lalu di  Bandara Sentani, saya temui pula para pemotong rumput di sana 
yang 5 orang itu, semuanya dari luar Papua. Hal ini saya maklumi, karena setiap 
minggu 4 Kapal Putih menurunkan penumpangnya di pelabuhan Jayapura. 
kata orang bijak, buatlah gula maka semut akan datang sendiri. Kata bijak itu 
nyata di setiap tempat dimana pertumbuhan ekonomi (perederan uang) tinggi. 
>>>: >>>: Hasil pandangan mata saja tak menjamin kesimpulan yg sahih…. Anda 
>>>perlu observasi seperlunya kenapa begitu…. Bisa saja pekerjaan itu dgn 
>>>kondisi upah (mungkin terlalu murah) serta jam kerja (mungkin terlalu 
>>>panjang) serta disiplin tertentu yg disyaratkan tak diminati oleh penduduk 
>>>asli… sementara bagi pendatang… bagi batu loncatan…. Bisa saja pekerjaan apa 
>>>saja dgn syarat2 yg tak mengenakkan terpaksa diterima sekedar utk 
>>>kesementaraan saja….. bagi sub-kontraktor…. sering pekerjaan sudah 
>>>di’sub’-kan bbrp kali pindah tangan dgn upah yg semakin murah serta tenggat 
>>>waktu yg semakin mepet dead line……… 

+++: Hal lain yang ingin saya ingin tanggapi adalah soal rasisme. Saya jadi 
heran setiap mempertanyakan fakta mengenai bangsa kami, Papua, saya dinilai 
rasis. 
Seandainya pikiran rasisme tersebut terjadi, maka pada awal tahun 2000-an awal 
terjadi pertumpahan darah di Papua, khususnya Jayapura. 
>>>: Rasisme atau sukuisme saya kira ukurannya tidak sekedar nyawa melayang 
>>>atau tidak….. Indikasi rasisme atau sukuisme atau ‘sara’ yg paling ringan 
>>>bagi bangsa Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia…. Saya kira 
>>>a.l. sengaja menyebut ‘suku bangsa’  dengan   ‘bangsa’….. juga secara serius 
>>>mempersoalkan ‘berbagai ukuran2 sosial’ seperti hubungan “lapangan kerja” yg 
>>>disangkutkan dengan “etnisitas”  saya kira sudah dpt dibilang ‘mendekati 
>>>rasisme/ sara’ juga….. 
Meskipun ini tentu tak berlaku disetiap inchi ruang dari tanah Jawa yg sempit 
dan kelewat  padat ini….. akan tetapi di Jawa misalnya kita semua sering 
saksikan kehidupan semi kosmopolit….. banyak pejabat dan pekerja bahkan lurah/ 
kepala desa khususnya dikota besar bukan berasal dari tanah jawa… dan rakyat 
pribumi Jawa tak pernah mempermasalahkannya….. banyak mahasiswa bukan berasal 
dari tanah jawa…  masalah kesukuan tak dipersoalkan serinci spt anda…….     
 
+++: Di tengah-tengah desakan untuk membantai saudara-saudara sesama ciptaan 
Tuhan dari luar Papua, saya  berdiri dan menentang niat tersebut di depan masa 
rakyat di Hotel Muspaqo Jayapura. Akhirnya niat itu diurungkan. Hanya untuk 
menjaga kedamaian antar penduduk yang bhineka di sini, dua kali hampir dibunuh 
oleh saudara-saudara sebangsaku, Papua. Pengalaman yang nyaris menghilangkan 
nyawaku itu tidak mengurangi niatku untuk terus bekerja -- membangun kesadaran 
diri rakyat yang terbelakang di daerah Pegunungan Tengah Papua-.
>>>: Tentu saja tindakan anda adlh perbuatan mulia….. dan niatan sekelompok 
>>>massa yg anda ceritakan itu tentu tak terpuji… dan merupakan cara pikir yg 
>>>terlalu pendek akal….. selain aparat hukum akan pasti menindak mereka…. Dan 
>>>sekian tahun penjara  akan jadi porsi mereka…. mereka juga tdk memikirkan 
>>>dampak selanjutnya…. Seperti darah akan berbalas dengan darah….. orang Papua 
>>>yg berada diluar Papua spt di Sulawesi, Jawa dsb. juga bisa terancam habis 
>>>krn tindakan balasan cabut nyawa yg serupa….. 
 
+++: Maaf Pak Aby. Kalau Pak Aby punya saya sarankan untuk memperoleh buku para 
Pamong Praja di Papua. Buku yang menjelaskan pekerjaan orang-orang tua kami di 
tanah yang masih dipenuhi oleh kekuatan magis saat itu. 
>>>: Ya terimakasih

+++: akhirnya, saya mesti bilang bahwa  para planer tata raung perlu 
mengikutsertakan para ahli lainnya sesuai potensi sumberdaya alam dan budaya 
yang akan dibuat perencanaan wilayahnya. "Sebagai suatu ekosistem, suatu 
wilayah tidak dapat dipisahkan dari kondisi fisik dan non fisik di daerah 
tersebut" Ketika salah satu komponen dari sistem tidak diperhatikan, terjadi 
ketidakseimbangan dalam sistem tersebut" Dan ketidakseimbangan itu akan terus 
terjadi ketika pembangunan dilakukan tanpa melibatkan semua pihak. 
>>>: Justru kerja dari planners itu selalu begitu…..krn mereka tak pernah 
>>>diajar studi geologi atau kedokteran misalnya… jadi utk analisis geologik 
>>>atau kesehatan suatu kawasan…. mereka pasti perlu campur tangan ahli geologi 
>>>atau ahli kesehatan… demikian juga dgn berbagai analisis sektoral lainnya 
>>>serta lintas disipliner lainnya  yg khas….. mereka harus dan harus selalu 
>>>bekerjasama  secara teamwork dgn ahlinya dan tak mungkin kerja sendirian…… 
>>>Saya khawatir anda selama ini telah mengkhawatirkan masalah yg salah dan tak 
>>>perlu …. Ataukah anda di Papua selama ini selalu hanya bertemu dgn planners 
>>>palsu saja seperti diri saya barangkali?.......
 
+++: Banjir tahunan di Jakarta, adalah suatu pelajaran bagi kita semua- 
>>>:
 
+++: Takala menyampaikan hal-hal di atas, pikiranku diganggu dengan bisikan, 
yang pasti terjadi di dunia adalah PERUBAHAN. Semoga kerja para planner tidak 
membuat perubahan yang menyusahkan rakyat.
>>>: Rata2 berbagai macam disiplin ilmiah selalu bersifat mulia dan ditujukan 
>>>bagi kesejahteraan manusia…… Asalkan semuanya dilakukan dgn ---spt kata 
>>>anda—  “dengan hati” (trmsk dgn demokrasi yg baik dsb) ….  maka tak akan ada 
>>>‘perubahan’ yg akan menyusahkan rakyat…….


Salam dari aby
 
 


      

Kirim email ke