Pak Abimanyu ysh,

Saya kira tidak ada salahnya mengetahui kelompok2 pemikiran yg telah berkembang 
di dunia ini...toh terbentuknya kelompok2 pemikiran tersebut merupakan hasil 
riset, diskursus, akumulasi pengetahuan yg prosesnya sangat panjang/lama...

Kalau kita melakukan riset serius ttg Indonesia dan menghasilkan pemikiran yg 
berbeda, tentu tidak perlu diklasifikasikan dlm kelompok2 pemikiran tsb... Saya 
kira isunya di sini bukan import vs non-import/asli/indigenous..perlu 
dijelaskan kemudian, misalkan Myrdal yg orang Swedia melakukan penelitian ttg 
Asia dan menulis Asian Drama, apakah pemikiran dia ini import bagi orang2 Asia? 
Atau Friedmann yg orang US melakukan penelitian ttg Venezuela, apakah pemikiran 
dia dapat dikategorikan import oleh orang2 Venezuela? Atau seorang Indonesia yg 
tidak pernah melakukan penelitian serius lalu menggulirkan penemuan "blue 
energy", apakah ini dpt dikategorikan hasil pemikiran asli? atau dikategorikan 
sebagai "penipuan"?  

Pak Aby, misalkan dlm ulasan2nya di milis ini selama ini saya kira sangat 
kental dipengaruhi oleh pemikiran Perrouxian... kalau Pak Aby tidak merasa 
demikian ya monggo saja...itukan hanya pandangan saya thd pemikiran2 Pak Aby, 
bisa saja saya salah...

Sekali lagi menurut pendapat saya, kalau kita merasa memiliki basis yg kuat 
(riset, misalkan) dlm mengemukakan sebuah ide atau pemikiran, kemudian ide tsb 
baru dan belum pernah ditemukan/dikembangkan orang/ kelompok lain... kenapa 
tidak kita katakan bahwa itu pemikiran kita? Tapi kalau ternyata sudah ada 
orang2 yg menggali dgn arah yg sama, walaupun kita tidak pernah membaca atau 
berkorespondensi dgn mereka, kenapa tidak kita katakan bahwa pemikiran kita 
searah dgn pemikiran si A atau si B? tidak ada salahnya bukan?...

itu saja pendapat saya Pak...

salam,

Eko.



--- On Fri, 2/6/09, abimanyu takdir alamsyah <[email protected]> wrote:
From: abimanyu takdir alamsyah <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Laporan Bank Dunia
To: [email protected]
Date: Friday, February 6, 2009, 5:26 AM











    
            Pak Eko ysh,

Berarti kalau kita menerima tanggapan atau argumentasi terhadap suatu kasus 
pengembangan perkotaan dan wilayah, apalagi dengan stress ekonomi (karena ada 
disiplin yang hanya mengerti kalau semua pembangunan harus dijabarkan dalam 
kamus ekonomi), kita perlu juga arif dari mashab mana mereka ini dilahirkan.. 
.begitu?

hal ini akan parah apabila seseorang menyampaikan konsepnya sendiri namun 
langsung dimasukkan ke kotak (mashab) tertentu oleh pembaca atau penanggapnya, 
karena penanggap terlanjur menggunakan kaca mata kotak. Lebih parah lagi 
apabila kaca matanya harus import.....

Begitukah memang rumusnya, komentar pak Aby....?.  

Salam,
Abimanyu

2009/2/4 Eko B K <ekobu...@yahoo. com>

















    
            
Pak Nuzul ysh,

seperti juga di Amerika, di Prancis ini terdapat berbagai kelompok penganut 
mahzab yg berbeda... Salah satu penyusun WDR2009 tsb, Souleymane Coulibaly, 
kelihatannya dr kelompok neoklasik... demikian juga mantan chief economist WB 
Francois Bourguignon dan managing director IMF Dominique Strauss-Kahn. ..


Tapi memang selain neoklasik, di sini juga ada beberapa kelompok lain seperti 
Marxist seperti Myrdal (namun dgn alasan berbeda) menolak konvergensi. 
..mengikuti tradisi Marxian, mereka percaya bahwa kapital cenderung terus 
terakumulasi menciptakan kesenjangan antar kelas sosial...dan ini juga berlaku 
utk ruang, ruang yg kaya akan semakin kaya meninggalkan ruang yg miskin, 
sehingga yg timbul adalah divergensi.. .


Selain itu juga ada kelompok yg menamakan diri New Socio-Economic Geography... 
mereka menolak NEG Krugman dgn menekankan
 bahwa faktor sosial dan institusi juga merupakan variabel penting dlm economic 
geography... kelompok ini banyak juga dipengaruhi kelompok French Regulation 
School nya Michel Aglietta yg labonya ada di kampus saya...


salam,

Eko.



--- On Sat, 1/31/09, Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> wrote:

From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com>
Subject: Re: [referensi] Re: Laporan Bank Dunia
To: refere...@yahoogrou ps.com

Date: Saturday, January 31, 2009, 9:53 PM







    
            Pak Aunur, Pak BTS, dan teman-teman Referenciers,
 
Jelas sekali pak Aunur, pendekatan Bank Dunia adalah tipikal pendekatan 
neoklasik. Selalu asumsinya adalah bahwa jika mobilitas modal dan tenaga kerja 
antar daerah (khususnya daerah miskin dan kaya atau daerah urban yang lebih 
makmur dan rural yang miskin) tidak terhambat maka dalam jangka panjang akan 
terjadi konvergensi pendapatan per kapita. Secara akademik inilah yang disebut 
sebagai fenomena "absolut convergence" (konvergensi absolut). Apalagi jika 
misalnya pendidikan, infrastruktur di daerah yang tertinggal bisa dipacu, 
konvergensi menjadi lebih cepat. Yang terakhir ini disebut sebagai konvergensi 
bersyarat (conditional convergence) .


 
Logika penganut neoklasik sebenarnya sederhana. Jika mobilitas faktor produksi 
bisa bergerak bebas, maka tenaga kerja di (dalam konteks ini adalah rural) akan 
bergerak ke daerah urban untuk mencari upah yang lebih tinggi, sementara modal 
akan bergerak dari urban ke rural (asumsinya rural masih kekurangan modal). 


 
Lama kelamaan, tenaga kerja di urban kelebihan dan upah akan cenderung menurun, 
sementara modal dirasakan kurang karena mengalir ke daerah pedesaan.  
Sebaliknya, rural akan kekurangan tenaga kerja dan upah akan semakin naik dan 
pendapatan dari modal (marginal productivity of capital) akan turun. Dalam 
jangka panjang akan terjadi konvergensi pendapatan per kapita antara daerah 
rural dan urban.


 
Tidak usah heran pak Aurnur, salah satu advisor laporan Bank Dunia itu 
adalah pentolan neoclassical  economist dari London School of Economics and 
Political Science yang memperkenal konsep Beta dan Sigma Convergence. Rekan Eko 
van Parijs saya rasa mungkin senyum-senyum saja dengar cerita ini... 
rekan-rekan Prancis tampaknya punya cara pandag lain...mungkin lo... 


 
Pandangan neoklasik di atas bertentangan dengan pandangan Myrdal bahwa ketika 
daerah urban sedang tumbuh, ia akan menjaga momentum untuk tumbuh, sementara 
daerah rural yang tertinggal akan tetap tertinggal. Yang terjadi adalah 
divergensi.


 
Wassalam,
 
Nuzul Achjar
 
 
 
 
 

 

      


         
        
        




      
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




 

      

    

           
  
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke