Subject: Dimanakah Situ Antap? Apakah itu biang banjir di Rempoa?

 

Dimana tepatnya nih situ ya?


 

Situ Antap Terancam 

Senin, 20 April 2009 | 04:00 WIB 

Tangerang, Kompas - Pagar tembok masih mengelilingi Situ Kayu Antap dan 
menyatukannya dengan sebuah perumahan elite di Desa Rempoa, Ciputat Timur, 
Tangerang, Sabtu (18/4). Padahal, dua bulan lalu, Menteri Pekerjaan Umum telah 
mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Banten dan Bupati Tangerang agar 
mengembalikan fungsi situ seperti semula.

”Belum ada tindakan apa pun. Untuk itu, kami mendesak pemerintah daerah segera 
mengambil alih situ,” kata Sabikun, Ketua Tim Pengembalian dan Pelestarian 
Fungsi Situ Kayu Antap, Sabtu.

Sabikun bersama beberapa anggota timnya, Sabtu lalu, berkumpul untuk membahas 
kelanjutan nasib Situ Antap. Mereka menyesalkan kondisi situ yang seakan 
sengaja ditelantarkan. Selain dikelilingi pagar tembok, papan nama bertuliskan 
Situ Antap sudah lenyap.

Informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Sekretaris 
Jenderal Departemen Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko atas nama Menteri PU, 
pada 18 Februari 2009, mengirimkan surat kepada Gubernur Banten, Bupati 
Tangerang, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dalam suratnya, Agoes meminta 
Gubernur dan Bupati segera melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan 
ruang pada lahan Situ Kayu Antap dan kawasan sekitarnya, serta mengembalikan 
kondisi situ sebagaimana fungsinya.

Khusus kepada BPN, Departemen PU meminta agar sertifikat kepemilikan tanah pada 
lahan Situ Kayu Antap diperiksa legalitasnya karena terdapat keraguan atas 
keabsahan kepemilikan tanah surat hak milik (SHM) nomor 479 tahun 1974 atas 
nama Dra Darnelis. Pemilik sertifikat ini kemudian menjual tanah situ kepada 
pengembang yang beberapa tahun terakhir membangun perumahan elite.

Berdasarkan analisis Departemen PU, seperti tertulis dalam suratnya kepada 
Gubernur Banten dan Bupati Tangerang, pembangunan pagar tembok di sekeliling 
situ mengganggu bentang alam dan kegiatan yang menyebabkan penurunan kondisi 
fisik, serta mengganggu debit air. Akibatnya, fungsi situ sebagai penampung air 
dan mengendalikan ketersediaan air bakal terganggu sehingga membahayakan 
masyarakat sekitarnya.

Masih dikoordinasikan

Bupati Tangerang Ismet Iskandar lewat sekretaris pribadinya, Dwi Candra, 
Minggu, menjelaskan, pihaknya sudah menerima dua surat berkaitan dengan keadaan 
Situ Kayu Antap. ”Setelah menerima surat dari Departemen PU pada bulan 
Februari, Bapak sudah memberi disposisi kepada Kepala Dinas PU Binamarga 
Kabupaten Tangerang Dedy Sutardi untuk berkoordinasi dengan kantor BPN 
Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Adapun mengenai surat dari Kepala Balai Besar Kali Ciliwung- Cisadane Pitoyo 
yang meminta Bupati Tangerang menghentikan pembangunan di atas lahan situ 
tersebut, Dwi menyatakan menerimanya tanggal 30 Maret lalu.

Bupati Ismet sudah memberi disposisi kepada Pejabat Pelaksana Tugas Sekretaris 
Daerah Kabupaten Tangerang Hermansyah untuk meneliti ulang kepemilikan lahan 
dan permohonan perizinan itu. (nel/pin/tri)

 

  _____  

Lebih aman saat online. 
Upgrade 
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A/downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
  ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! 
agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan 
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A/downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/>
  IE8 di sini!

Kirim email ke