Wah maaf Pak Nuzul... Tks Mas Andri yang selalu menjadi penguasa ketertinggalan ha... ha... ha... Mohon maaf saya nggak tahu apa itu ACC... Semoga kedatangan Pak Nuzul di Kepulauan Riau tidak dijadikan sebagai pesaing bagi Mas Andri sebagaimana yg biasa terjadi kalau ada orang yang bukan "orang kita" yang beraktivitas di "tanah kita", tapi bisa dilihat sebagai suatu aktor yang bisa menjadi counterpart dalam kerjasama membangun daerah... Salam, Fadjar PWK Undip
--- On Thu, 4/23/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote: From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> Subject: [referensi] Selamat, Mas Fadjar Undip dan 'Nurul', Mungkin Anda Sudah Tiba di Daerah Kami.. To: "Referensi" <[email protected]> Date: Thursday, April 23, 2009, 9:20 PM Udah jelas nama beliau Nuzul, Mas Fadjar Undip kok teringat Nurul. Masih demam AAC ya? :) Atau mungkin Panjenengan sedang berkesempatan 'meninjau' daratan Sumatera yang sedang giliran mati lampu -- kecuali di dekat kediaman orang-orang terhormat public servant yang tentu saja harus tetap diprioritaskan untuk tetap hidup (lampunya). Ya mirip-miriplah seperti seonggok 'tanah harapan' ciptaan Tuhan yang teramat sangat penting always-priority di radius 100 km dari Monas itu. Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Date: Thu, 23 Apr 2009 07:10:39 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Pengembangan Kepulauan dan Aktivitas Maritim di Kepulauan Riau Wah Bravo Pak Nurul, Selamat bertugas di tempat barunya... Saya juga pernah memimpikan bagaimana Propinsi Riau Kepulauan bisa meningkatkan kompetensi dalam bidang maritim services dengan memanfaatkan aktivitas transportasi laut di wilayah tsb... Dulu, beberapa tahun yg lalu, bersama Pak Sugiono Soetomo dan beberapa kolega lain di PWK Undip pernah juga berupaya untuk melakukan penguatan regionalisasi Kepulauan Riau dengan Tanjung Pinang dan Batam sebagai ujung tombak pusat aktivitasnya. Tapi belum berhasil dan belakangan kendor karena dukungan yg kemudian melemah... Dengan berstatus orang lokal, semoga Pak Nurul bisa melanjutkan upaya regionalisasi dan peningkatan kerjasama antar daerah di Kepulauan Riau supaya tiap daerah tidak saling bersaing sendiri memperebutkan singgle main market aktivitas Singapura. Saya punya teman di Batam, Pak Syamsul Bahrum. Beliau dulu PhD di UQ Australia yg melakukan penelitian tentang kerjasama internasional antara Indonesia-Singapura -Malaysia di wilayah Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaysia. Siapa tahu Pak Nurul sudah kenal dg Beliau... Salam, Fadjar PWK-Undip --- On Thu, 4/23/09, Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> wrote: From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] [NTT+NTB] Habis Terang terbitlah Gelap - Jalan Sunyi To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Thursday, April 23, 2009, 7:42 PM Rekan-rekan dan sahabat Referensiers yang Budiman, Karena diskusinya banyak menyinggung soal ketimpangan infrastruktur Jawa dan Luar Jawa, ditambah lagi "sindiran" rekan Andri tentang timpangnya SDM, izinkanlah saya memberi informasi bahwa saya akhirnya mengambil "jalan sunyi', yaitu bertugas daerah yang supply listriknya masih parah seperti halnya di NTT dan NTB, tepatnya di Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, daerah kelahiran saya. Sejak 30 Maret 2009 lalu, saya mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, universitas baru di Tanjung Pinang. Universitas ini adalah "regional flight carrier" Kepulauan Riau. Katanya sih setiap provinsi sebaiknya mempunyai universitas negeri. Kalau proses penegrian oleh Dikti selesai, belum tau apakah akan balik ke Salemba dan Depok. Pola Ilmiah Pokok universitas ini adalah maririm, sehingga fakultas ekonomi akan banyak riset di bidang maritime economics, port management, maritime infrastructure, international dan interregional trade, Free Trade Zone, pengembangan regional daerah kepulauan, dll. Teman-teman referensiers, please do not hesitate contact me jika kebetulan mampir di Tanjung Pinang. Syukur syukur untuk kerjasama riset. Mohon doa teman teman dan sahabat. Mohon maaf juga jika ada salah kata yang mungkin melukai perasaan sahabat semua. Wassalam, Nuzul Achjar

