Halo p. Eka,
saya tertarik dengan SISTEM  keNAGARIan yang anda sampaikan ini.
Saya pikir alangkah indahnya negeri (baca:NEGARA) kita ini kalau kita bisa 
sebagai yang mengerti SISTEM PERWILAYAHAN bisa menerjemahkan berbagai istilah 
yang ada dalam bahasa ibu masing-masing, seperti yang dicontohkan oleh pak Eka 
untuk NAGARI MINANGKABAU itu. Saya pernah membaca di Harian Kompas tentang 
Kamus Minangkabau terbitan KOMPAS, tetapi saya cari diberbagai Toko Buku tidak 
ada yang jual, bahkan di Padang.Tanya ke KOMPAS katanya cuma mencetak tidak 
menjual. Mungkin bisa dibuatkan juga analogi-analogi dengan peristilahan ini. 
Karena kalau Lingkup Penataan Ruang
(kalau dibaca pada UUPR 26/07 sekarang dibaca Penyelenggaraan Penataan Ruang) 
itu bisa disampaikan (baca: disosialisasikan) dengan bahasa pengertian lokal 
tentulah akan lebih cepat "gayuang basambuik"  (baca: diterima) karena tentu 
para pemuka adat (baca DPRD) akan mengerti duluan dan bisa lebih cepat 
mendorong apa yang diinginkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayahnya. Semua maksud 
dalam bahasa/pengertian lokal perlu dimasukkan dalam istilah Perda RTR, agar 
lebih bermakna setempat. Tentu saja hal ini tanpa mengurangi semangat "satu 
Nusa Satu Bahasa" ya..... jangan pula nanti terpeleset....hiiii
Nah ... mungkin yang saya ingin tanya pak Eka adalah:
1. Apakah betul yang dimaksud dengan SISTEM keNAGARIan itu sama dengan SISTEM 
perWILAYAHan ? atau sama dengan TATANEGARA atau mau kita samakan dengan 
PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG itu ?
2. Apa padanan untuk taratak menjadi dusun, dusun menjadi koto, koto menjadi 
nagari itu dalam pengertian BAHASA ? apakah bisa kita mulai dengan rumah 
menjadi perumahan, perumahan menjadi permukiman, permukiman menjadi perkotaan ? 
Hehehe... pengalaman saya dalam menyusun peraturan UU no.4 tahun 1992 dan 
sampai ke Rancangan perubahannya sekarang itu ternyata BAHASA kita masih miskin 
dan kusut istilahnya, misalnya siapa yang tahu mana yang lebih besar ukuran 
lingkungan perumahan atau kawasan perumahan ? lingkungan permukiman atau 
kawasan permukiman, lingkungan permukiman atau kawasan perumahan? Bingung ga 
nih ? Kok BASO AWAK jadi kelihatan lebih "clear" buatku ? 
3. Saya juga mikir apa "taratak" itu mau kita sebut lingkungan perumahan atau 
rukun tetangga? Dusun sama dengan lingkungan permukiman atau kelurahan? Koto 
sama dengan permukiman atau kota atau cuma kecamatan ? Nagari sama dengan 
perkotaan atau Kabupaten atau Kota ? Lalu untuk Negara apa kita akan menyebut 
RANTAU atau Alam Takambang ?  Mungkin disini kita harus belajar ilmu biologi 
yaitu : Kingdom (kerajaan), Filum (Keluarga besar), Class (Kelas), Ordo 
(bangsa), Famili (suku), Genus (marga), Spesies (jenis) ..... Dan waktu kuliah 
di PL jadoel, memang kalau ga salah seorang dosenku bilang ilmu planologi 
awalnya diturunkan dari ilmu biologi ini, karena bukankah disebut bahwa : "kota 
adalah organisme yang hidup", dan kota bukan saja hidup ...kota bisa jadi 
MONSTER kalau ga dididik baik, ga dikendalikan, artinya Kota itu bukan 
organisme yang hidupnya punya batas umur, tetapi juga bisa saling membunuh 
dengan kota lain ya?
OK .... sudah terlalu jauh ya ngelanturnya.... mudah2an tidak mengganggu 
sarapan pagi anda2 dengan pemikiran-pemikiran ini.
Btw, pengen juga tahu bagaimana dengan budaya lain dari anak negeri ini untuk 
melihat hal yang disampaikan pak Eka misalnya untuk Budaya Jawa, Sunda, 
Makasar, dll. Kalau Bali saya pernah juga tahu sedikit tentang hasta 
kosala-kosali, buwana agung, buwana alit dan arah pemujaan Pura yang ke Gunung 
Agung.
Selamat pagi Indonesia.
Salam - 2ny


--- On Fri, 7/10/09, ffekadj <[email protected]> wrote:

From: ffekadj <[email protected]>
Subject: [referensi] kampung akhirat
To: [email protected]
Date: Friday, July 10, 2009, 5:13 AM











    
            
            


      
      Pak Risfan ysh,
Saya mengkoreksi sedikit tentang kampung akhirat dalam postingan terdahulu, 
seharusnya link-nya adalah http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? 
surat=40&ayat=39. Kemudian tentang kecenderungan warga untuk meningkatkan 
kebaikan, seharusnya link-nya adalah http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? 
surat=59&ayat=9.
Mengenai sistem kenegerian di Minangkabau dapat saya jelaskan :
- proses pertumbuhan : taratak menjadi dusun, dusun menjadi koto, koto menjadi 
nagari
- perlengkapan negeri : balabuah (memiliki jalan raya), batapian (memiliki 
tempat pemandian umum), babalai (memiliki pasar), bamusajik (memiliki mesjid), 
bagalanggang (memiliki alun-alun)
- hiasan negeri : sawah-ladang berpiring berpematang, rumah-gadang berbilik 
beruang, lumbung-rangkiang tinggi menjulang, emas-perak bertahil bertimbang, 
beras-padi bercupak bergantang.
Sementara demikian dulu. Salam.
-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, "risfano" <risf...@...> wrote:
>
> Uda Ekadj dan Rekans ysh.,
> 
> Saya jadi ingat semboyan "adat basandi syara, syara basandi kitabullah" 
> (ABS,SBK) 
> Ini tentu visi yang baik. Tapi jangan lupa, Kitabullah sendiri juga memberi 
> pesan bahwa perjuangan itu tak mudah ya. Yang namanya Fir'aun, Abu Jahal, Abu 
> Lahab itu kan simbol dari angkara murka yang ada sepanjang masa, dimanapun 
> manusia berada. Meniti jaln ke surga kan harus lewat "jembatan selebar rambut 
> dibelah tujuh". (maaf kalau sedikit khotbah, kan baru pulang Jum'atan).
> 
> Salam,
> Risfan Munir
> 
> 
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, "ffekadj" 4ekadj@ wrote:
> >
> > 
> > Al Ustadz dan Ustadzah ysh, kalau diperhatikan kampung kita yang
> > sebenarnya berada di akhirat
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=29&ayat=67> . Dunia sekarang
> > ini adalah tempat kita mencari penghidupan
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=7&ayat=10> , sebelum nanti
> > dibinasakan <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=28&ayat=58> 
> > karena kurang pandai bersyukur
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=16&ayat=112> , sebagai bahan
> > pelajaran <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=59&ayat=2> bagi
> > generasi mendatang
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=2&ayat=259> .
> > 
> > Melanjutkan hidup sosial dalam bermukim menurut penuturan Pak Risfan,
> > saya lanjutkan visi kehidupan kota yang Islami, yaitu bila penataan
> > ruangnya akan menyebabkan : 1) warganya cenderung meningkatkan kebaikan
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=10&ayat=98> , 2) warganya
> > cenderung bersyukur
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=2&ayat=243> nikmat, 3)
> > warganya merasakan kehidupan aman sentosa
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=34&ayat=18> , 4) warganya
> > merasakan kemakmuran
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=2&ayat=126> , dan 5)
> > warganya selalu meminta ampun
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=34&ayat=15> kepada Tuhan
> > <http://www.indoqura n.web.id/ ayat.php? surat=28&ayat=59> .
> > 
> > Saya petik bait mars mtq sbb: "..... limpah ruah bumi Indonesia, adil
> > makmur sentosa, baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, pasti sejahtera."
> > 
> > Negeri yang baik dan Tuhan selalu mengampuni. Allahu alam.
> > 
> > -ekadj


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke