Uda Eka ysh, Waduh saya telat bereaksi tentang pencerahan dari pak Koes yg sangat luar biasa. Saya sangat bergembira bila kita bisa mulai paling tidak memahami masalah kekuatan diluar kekuatan fisik yang selama ini dikenal dengan science tersebut. Hal ini memang akan membuat pemahaman tentang keruangan bisa lebih "holistis".
Hal ini sangat penting karena pada hari-hari ini sedang ada proyek yang namanya Proyek Pembangunan Bendung Jatigede. Ternyata proyek tersebut akan merendam sebuah situs yang sangat penting di sebuah daerah bernama Dharma Raja. Kalau kita mau menggunakan dimensi yang lain, ternyata itu merupakan sebuah situs besar bekas Kerajaan Sumedang Larang jaman Prabu Geusan Ulun. Yang saya sayangkan adalah para perencana tkenik termasuk teknik keruangan tidak memperhatikan sama sekali hal tersebut. Sebagai kebalikan di AS pernah ada sebuah proyek yang penting terhenti hanya karena ada koloni binatang langka. Wow apakah itu akan terjadi di Indonesia ya? Namun disisi lain saya sangat pesankan agar dalam memperhatikan hal tersebut perlu berhati-hati. Karena banyak sisi yang diperhatikan. Contoh bagaimana kita harus memperlakukan antara kolam bulus Jimbung di Klaten bila dibandingkan dengan kita memperlakukan pemandian Pengging di Sukoharjo. Ini sisi lain yang perlu pencermatan. Masing-masing dipertahankan oleh komunitasnya dari sisi pemahamannya sendiri-sendiri. Contoh lainnya adalah Gunung Kawi. Disana kebetulan ada 3 kepentingan yang saling bersinergi. Pertama, kekuatan yang mendewakan pesugihan. Kedua, orang yang ingin melakukan munajat sambil mencoba menelusuri contoh yang dilakukan mbah Jugo. Sedangkan kketiga, adalah Pengairan yang berkepentingan mempertahankan kehijauan untuk tujuan peresapan air tanah. Nah kalau masing-masing berseberangan bagaimana. Ini yang menjadi pertanyaan saya. Tapi saya sangat berbahagia bahwa tata ruang sudah mulai memahami hal2 tersebut. Karena ada sebuah ruangan sangat besar yang bisa dikembangkan untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat dan itu merupakan pengembangan hal ini dlm banyak segi. Dimasa mendatang mungkin saya akan bisa share apa yang terjadi di Jogja. Salam. bambang sp

