Milisters ysh, Berbeda dengan nasionalisme Barat yang menjurus ke chauvinisme – sebuah nasionalisme salah arah – yang menganggap bangsa/sukubangsa sendiri sbg paling bagus, paling unggul dsb ….. mengagung2kan ketinggian ras bangsa sendiri lalu merendahkan dan membenci bangsa/sukubangsa lain….. Nasionalisme Indonesia samasekali tidak menerapkan padanan dengan nasionalisme Barat….. tetapi menghendaki penghargaan, penghormatan, toleransi kepada bangsa/suku bangsa lain……. Nasionalisme Indonesia justru lahir karena kepedihan bersama dan kepahitan bersama akibat penjajahan………. nasionalisme berpondasi lima sila (maaf bosan dgn istilah Pancasila yg terlampau diobral dan dipakai scr berlebihan dan justru dirusak imagenya oleh orde baru krn sering dipakai sebagai alat menakuti2 dan menekan2 rakyat serta melanggengkan rezim orba)….. nasionalisme kita bersenyawa dengan keTuhanan, perikemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial…… Proklamasi Kebangsaan Indonesia 28/10/1928 (Soempah Pemoeda) dlm sejarah perkembangannya kemudian semakin memberi makna sangat signifikan bagi pembinaan rasa kebangsaan maupun cita2 kemerdekaan bagi ruang geografis bernama Indonesia dari penjajahan yg membelenggu, menyakitkan dan menjadi penghalang utama terwujudnya cita2 itu…… Kesadaran nasionalisme Indonesia didasari oleh persamaan nasib dijajah dan didzalimi oleh penjajah Belanda….. dan menjadi kata kunci bagi menghilangkan sekat-sekat etnik, suku, bahasa daerah, agama, budaya dan tanah kelahiran dan bahkan menjadi alat penggalang persatuan dan perjuangan melawan kolonialisme……... Nasionalisme Indonesia sampai tahun 1965 dpt dikatakan sudah mantap bersemayam di dada bangsa Indonesia (terbukti rakyat sipil bangsa ini demikian mudahnya berminat menjadi sukarelawan utk berperang) ……. Tahap nation building yg berhasil dikobarkan lewat serial orasi2 Bung Karno….. yg walau terhambat oleh berbagai masalah seperti pemberontakan2 dan kesulitan ekonomi dan sdg disiapkan utk menuju ke tahap berikutnya – state building -- Namun tahap perjuangan state building ini ternyata kemudian buyar krn timbulnya peristiwa G30S dan berdirinya kekuasaan rezim orde baru oleh suharto……… Rezim suharto sejak itu justru ironisnya tak pernah lagi mengembangkan lbh lanjut nation dan character building bangsa dan negara Indonesia……tiap tahun justru sibuk mencekoki bangsa ini dgn ritual suguhan tontonan film G30S PKI utk penonjolan peran suharto sbg penyelamat bangsa (yg belakangan justru banyak yg berpendapat itu adalah kudeta)……. Kisah2 ttg pahlawan2 kemerdekaan kita yang berperang sampai mati atau diperdaya oleh penjajah utk ajakan berdamai lalu ditangkap… atau para pahlawan kemerdekaan yg berulang2 dipenjara atau dibuang kewilayah terpencil tak lagi pernah dikedepankan utk membentuk karakter dan semangat bangsa…. ‘Nasionalisme’ lain yg malah lebih ditonjolkan justru peristiwa serangan gerilya secara umum 6 jam di yogya (artinya pada jam ke-7 tentara kembali ngacir bersembunyi) dgn tokoh utama siapa lagi kalau bukan si rambo suharto itu……. Tokoh ‘perjuangan’ bangsa yg justru belum pernah sekalipun ditangkap atau dipenjara atau dibuang kewilayah terpencil oleh Belanda spt banyak pahlawan kemerdekaan kita berulang2 merasakannya ….. dan ironisnya justru ‘pahlawan’ kita yg satu ini sesudah kemerdekaan malah pernah ditempeleng oleh jendral Yani utk masalah moralitas tentara dan pernah diusulkan utk dipecat…..… Salam,

