Haryasetyaka Dillon  wrote:
“….Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu? Siapa yg 
memulai?
Jadi ingat lagu dangdut..
Kau yg memulai, kau yg mengakhiri..
kau yg menghamili, kau yg mengaborsi ….’
 
Kalau mereka yg telah pada wafat demi dan karena Indonesia dan 
kemerdekaannya…..baik karena ngelawan penjajah atau krn dibunuh (macam ribuan 
rakyat SulSel krn Westerling dsb) oleh penjajah, disiksa, diperas, ditekan, 
mati karena pengkhianatan bangsa sendiri  dsb lalu  mendapatkan anak muda 
Indonesia kini ngomong seperti itu ttg nasionalisme Indonesia….. saya pikir 
mereka akan mengatakan : “Astaghfirullah…. Anak muda Indonesia kok mulutnya 
kotor urakan seperti itu ya?.....padahal sekolahannya tinggi… mana dari sekolah 
terkemuka pula……padahal bapaknya amat santun sekali dan simpatik dan nampak 
amat nasionalis sekali lho…….
Salam,

--- On Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:


From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man 
standing
To: [email protected]
Date: Friday, November 6, 2009, 9:21 PM


  






Memang gak ada yg istimewa kalao yg ngirim orang Indonesia, tapi artinya, 
kalaopun milist ini menganggap tidak ada gunanya orang Indonesia membaca ini; 
tokh buanyak orang Indonesia yg tergabung dalam milist lain sudah membacanya.. 
. 

Kecam, tanggap, kritik, memang disini tempatnya.. 

Lagipula, kalao sudah dewasa kan tahu apa yg perlu dibaca, apa yg tidak perlu 
dibaca..
apa yg perlu ditanggapi apa yg tidak perlu ditanggapi..
Mana yg ada gunanya, mana yg tidak ada gunanya.. 


Mengenai Chicago, sebelum berkesimpulan, coba teliti kembali sensus penduduk 
dari tahun ke tahun selama periode tsb.. Boleh saja beropini, tapi ya kalao 
bisa didukung oleh data empirik lah..

Planning untuk perdamaian? Coba cek yg satu ini: http://www.socsci. uci.edu/~ 
cpb/ScottBollens ResearchBio. htm 

Mau konsen pada topik tertentu, yo sumonggo kerso.. tidak ada yg melarang .. 

Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu? Siapa yg 
memulai?
Jadi ingat lagu dangdut..
Kau yg memulai, kau yg mengakhiri..
kau yg menghamili, kau yg mengaborsi ..

salam,
-K-






On Fri, Nov 6, 2009 at 16:52, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:


  








++++: Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa..

saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga..
>>>>: Benar bhw everyone boleh dan bebas utk ngirim posting apa saja…. Orng 
>>>>bebas utk mau baca atau gak…namun tentu postings  tak bebas dari tgp, 
>>>>kritik bahkan kecaman…….Saya kira Prof. Wawo benar…. Itu shit yg gak guna 
>>>>utk kita….lagipula… .Memangnya apa istimewanya kalau yg ngirimi org 
>>>>Indonesia?.. .... 
  
++++:Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja politisi yg  
dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any, Wilders punya 
konstituen; yang ingin diwakili dalam  parlemen Belanda.
 It is a challenge.
>>>>: Darah siapa yg mendidih?... ...diagama apa saja dimana saja….kalau ada 
>>>>komunitas dgn mayoritas agama tertentu…bukankah biasa kalau selalu ada saja 
>>>>sementara orangnya yg bodo kelewat radikal hingga lalu tak lagi mampu 
>>>>berpikir bijak dan luas?....... .. 
  
++++:  Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari tantangan 
perencanaan kota. 
>>>>: Sbg bagian dari tantangan perenc. Kota itu memang betul…..aplg kita jg 
>>>>pernah mengalam kasus yg relevan spt Tobelo, Galela, Ambon, Morotai, Poso… 
>>>>tetapi saya kira utk kasus semacam itu  sosiolog, antropolog, kaum 
>>>>rohaniwan dan budayawan  masih akan lbh tepat berada didepan utk menjadi 
>>>>ujung tombak perencanaan more than spatial planner……selain spatial 
>>>>planning  masih ada yg namanya perencanaan sosial…. perencanaan ekonomi 
>>>>dsb…dan kalau saja sampai muncul pertanyaan siapa harusnya ngikut siapa dan 
>>>>terpaksa harus ngejawab…… saya berpendapat perencanaan spatial seharusnya 
>>>>mengikuti perencanaan sosial dan ekonomi…..bukan sebaliknya……. 
  
++++: Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA;
dimana yg  magnitude nya paling besar adalah di Chicago..

 Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari
 Irlandia di Boston.. dan seterusnya..
>>>>: Akh sepertinya ini pernyataan2 lepas yg terlampau kelewat umum dan saling 
>>>>tak nyambung satu sama lain…… Planning (khususnya perencanaan kota dan kota 
>>>>satelit) sptnya muncul pertama kali di Inggris sbg dampak dari revolusi 
>>>>industri 1769….Inggris lbh dahulu urbanized more than USA….migrasi ke USA 
>>>>awalnya lbh banyak berupa migrasi pertanian dan pedesaan……bukan 
>>>>perkotaan…... chicago hanyalah magnitude terbesar utk North West….bukan 
>>>>seluruh USA….bhw USA adalah negara migran multi rasial….banyak kota  besar 
>>>>dan wilayah di AS pernah mengalami huruhara rasialis……..Mengapa kok tdk 
>>>>konsen lbh pd masalah nasional kita saja yg banyak agendanya kedodoran tak 
>>>>tertangani dgn baik?.....apakah ini lagi2 dampak dari proyek ‘nasionalisme 
>>>>Indonesia’ yg blm selesai itu?...... 
Salam,


--- On Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote:



From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man 
standing
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Friday, November 6, 2009, 6:38 AM


  







Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa.. 
saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga..

Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja politisi yg dipilih 
oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any, Wilders punya 
konstituen; yang ingin diwakili dalam
parlemen Belanda.
It is a challenge.
Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari tantangan 
perencanaan kota.
Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA; dimana yg 
magnitude nya paling besar adalah di Chicago.. 
Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari Irlandia 
di Boston..
dan seterusnya..

Salam,
-K-












      

Kirim email ke