++++: Dalam bisnis bunuh-membunuh, apa bedanya Westerling dengan Soeharto, kecuali warna kulit? Soeharto lantas mencetuskan Wawasan Nusantara, penataran P4, dlsb.. >>>>: Keduanya samasekali tak menyumbang apapun bagi kebaikan nasionalisme >>>>bangsa Indonesia…..jadi apa bedanya kedua mereka ...itu seharusnya tak >>>>perlu ditanyakan kpd saya yg tak menyukai keduanya…… ++++: Salah satu yang dijanjikan Soekarno kepada Belanda tahun1949, agar kedudukannya sebagai Presiden tidak diganggu-gugat, adalah membayar kembali seluruh biaya perang (baca: biaya untuk membunuh orang Indonesia yg melawan Belanda) dalam bentuk hutang; yang diwariskan kepada generasi muda bangsa.. >>>>: Pertama Sukarno bukan dewa dan saya jg tak pernah mengkultuskannya…. >>>>Saya hanya menghargainya sebagai salah satu penyumbang besar pembangunan >>>>nasionalisme bangsa dan negara Indonesia…… Sukarno-Hatta menjadi >>>>presiden/wapres pd 1945 bukan mengangkat diri sendiri tapi dipilih dari >>>>antara sekelompok para pejuang kemerdekaan RI…. Apa yg dilakukan oleh >>>>Sukarno selama masa sebelum 1945 sampai 1955 dlm keadaan posisi Indonesia >>>>sgt lemah sekali dibanding demikian kuatnya militer dan persenjataan Bld >>>>(jg Jepang pd 1942-45)…. setidaknya adalah demi utk bangsa dan negara >>>>Indonesia …..jg agar tidak jatuh demikian banyak kurban jiwa ….samasekali >>>>bukan demi “agar kedudukannya tidak diganggu gugat”…..kala itu materi apa >>>>sih yg didapat Sukarno sbg kepala negara?.....rumah? mobil? uang? >>>>.......bahkan sampai ajalnyapun …kekayaan dan harta apa sih yg dimiliki >>>>Sukarno? ......anda terlampau menyederhanakan kesimpulan anda……... ++++: Lalu Soekarno mengangkat diri menjadi Presiden seumur hidup, menggebuk penuntut-keadilan di Sumatera, dlsb.. Apakah tangan Soekarno bebas darah rakyat Indonesia? bagaimana dengan PRRI/Permesta, antara lain.. >>>>: Sekali lagi Sukarno bukanlah dewa …. Ia manusia yg tentu tidak sempurna >>>>dan pasti memiliki kesalahan, utamanya setelah Dekrit 1959…..Sukarno memang >>>>seorang nasionalis…dan hrs diakui sbg penyumbang pembangunan nasionalisme >>>>bgs dan negara Indonesia ….sayapun berpikir ttg amat pentingnya dan amat >>>>sakralnya nasionalisme bangsa dan negara Indonesia …..tapi saya samasekali >>>>tdk katakan nasionalisme Indonesia identik dgn Sukarno…… bagi saya Sukarno >>>>boleh dicerca …namun tidak dgn upaya penggalangan nasionalisme bangsa dan >>>>negara Indonesia…..yg belakangan ini adakah masalah sakral bagi tiap >>>>bangsa dan negara….. ++++: Mulut kotor urakan? coba introspeksi, siapa yg menggunakan kata '$H!T' di sini? >>>>: Utk tulisan Geerts itu dan utk konteks kesatuan bangsa dan negara >>>>Indonesia yg rawan konflik ini……sekali lagi saya membenarkan apa yg >>>>dikatakan pak Wawo : On Fri, Nov 6, 2009 at 03:51, Hannie Waworoentoe < waworoentoehannie@ ... wrote: Koko, I only have one word this is a lot of londo shit, untuk kita di Indonesia it is a waste of time to read this all, saya kira malahan bisa sangat berbahaya Pak Wawo Dlm istilah umum kita ….itu termasuk apa yg disebut namanya sebagai “sara”….dan itu cukup sensitip bagi kalangan cukup luas dinegeri kita……bhw apa yg dikatakan Geerts itu kalau utk konteks Indonesia itu menyangkut “luka yg baru saja sembuh” spt yg terjadi di Poso, Ambon, Halmahera dan sekitarnya (konflik berdarah Islam-Kristen) dan telah menelan ribuan korban jiwa yg saling berbunuh antar sesama bangsa serta ribuan rumah dan bangunan umum rusak dibakar dan banyak puing2nya sampai sekarang masih terlihat ……anda seharusnya tahu dan peka bhw posting semacam itu kurang layak utk disebarluaskan (spt dimilis ini) dikalangan kita bangsa Indonesia…. Posting dari seorang Indonesia (dlm hal ini anda tlh jelaskan itu dari ayah anda) kepada anda adlh sesuatu yg pribadi dan samasekali tak ada masalah…. Namun smntra itu posting yg sama dari anda kemilis yg anggotanya terdiri dari ratusan (lbh dari 600) orang yg beragam ini… tentu adalah sgt berbeda……. Spt anda sendiri tlh awali posting anda dgn “…Memang bikin darah mendidih; tapi ini…..” menunjukkan bhw anda tahu itu adlh barang/ perkara yg sensitip…. Setidaknya pak Wawo dan pak Haji Ekadj pun jg tlh menunjukkan perasaan kurang berkenannya pd posting2 tgp beliau kpd anda…..pak Wawo mengumpat dgn londo shit…. Pak H.Ekadj menyebut Geerts dgn primata Geerts….. Mungkin krn anda bukan Islam ataupun Kristen maka anda dgn ringan saja menyampaikan posting itu…. tanpa anda mau mempertimbangkan bgmn perasaan2 kaum Islam dan Kristen tak hanya di Indonesia.. namun bahkan yg dimilis kita ini…. Dan padahal sebuah luka baru saja sembuh……Kata shit disandingkan dgn manusia spt Geerts tidaklah sama dgn kata nasionalisme disandingkan dgn kata2 ‘menghamili’ dan ‘mengaborsi’……. Nasionalisme adalah sesuatu yg sakral….. utk kata itu ribuan jiwa telah melayang…. Ribuan orang telah masuk penjara, dibuang ditempat terpencil atau disiksa……… ++++: If you must know, orang Indonesia yg menyampaikan email awal ini kepada saya, yang anda anggap tidak ada gunanya dan '$H!T' adalah ayah saya. >>>>: Dari ayah anda kpd anda mungkin ada gunanya….. tapi dari anda ke milis >>>>referensi dgn lbh 600 orang dari latar belakang amat beragam jelas hal yg >>>>berbeda …….selain tak guna ….ia rawan menyinggung perasaan….. ++++: Lagipula, apa istimewa nya kalau saya adalah anak ayah saya? Itu kan hanya keniscayaan biologi. >>>>: Ayah dan Ibu anda masing2 adalah orang2 sangat terpandang …walau tak >>>>kenal namun saya sangat respek kpd ayah anda….. Dari segi kekayaan materi >>>>mrk mungkin saja bukan termasuk deretan orang terkaya Indonesia ……tetapi >>>>dari segi intelektualitas kedua orangtua anda adalah orang2 kelas atas yg >>>>luar biasa ……kedua beliau pasti mengharapkan anda bersaudara dpt menjadi >>>>seperti kedua beliau…. ++++: Sebaiknya, sebagaimana suatu diskusi yg dewasa, tidak relevan mengungkit latar belakang, apalagi latar belakang pendidkan dan keluarga. Karena semua opini yg dituangkan disini adalah opini pribadi yang menjadi tanggung jawab pribadi secara dewasa dan tidak mewakili institusi apapun apalagi atas nama keluarga. >>>>: posting anda spt telah anda awali dgn kata2 ““…Memang bikin darah >>>>mendidih; tapi ini…..”… yg ini anda tahu itu menunjukkan potensi >>>>menyinggung perasaan… dan bhw dinegeri kita itu dpt memicu konflik antar >>>>agama yg tak perlu ….itu menunjukkan bhw dlm kadar tertentu anda belum >>>>dewasa ….. kemudian ttg nasionalisme kita yg itu memiliki nilai sakral krn >>>>telah ribuan orang mati untuk dan karena itu….. dan karena ia belum kunjung >>>>beres maka negeri kit ajadi begini …..pengaitan nasionalisme dan kata2 >>>>‘menghamili’ dan ‘mengaborsi’ adalah sikap kurang ajar atau bahkan maaf… >>>>nyaris a-nasionalis…. dan kenapa saya mengaitkan itu dgn latar blkg >>>>pendidikan dan keluarga…. Krn saya terkejut kenapa lingkungan yg sangat >>>>baik yg telah membesarkan anda namun jadinya begitu…… dimana-mana diseluruh >>>>dunia …bgmnpun nama keluarga sulit utk tak terkait dgn seseorang……. Masalah sosial 'sara' dan masalah keruangan memang amat sangat berkait...namun alangkah baiknya kalau anda dpt membahas pemecahannya... dan bukannya secara vulgar dan lepas menyodorkan masalah sara itu sendiri.. dan sekedar mengatakan "itu ada kaitannya dgn perencanaan ruang".....semua orang jg tahu itu...... Salam, aby
--- On Sun, 11/8/09, Harya Setyaka <harya.sety...@.....> wrote: From: Harya Setyaka <harya.sety...@.....> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man standing To: [email protected] Date: Sunday, November 8, 2009, 11:07 PM Dalam bisnis bunuh-membunuh, apa bedanya Westerling dengan Soeharto, kecuali warna kulit? Soeharto lantas mencetuskan Wawasan Nusantara, penataran P4, dlsb.. Salah satu yang dijanjikan Soekarno kepada Belanda tahun1949, agar kedudukannya sebagai Presiden tidak diganggu-gugat, adalah membayar kembali seluruh biaya perang (baca: biaya untuk membunuh orang Indonesia yg melawan Belanda) dalam bentuk hutang; yang diwariskan kepada generasi muda bangsa.. Lalu Soekarno mengangkat diri menjadi Presiden seumur hidup, menggebuk penuntut-keadilan di Sumatera, dlsb.. Apakah tangan Soekarno bebas darah rakyat Indonesia? bagaimana dengan PRRI/Permesta, antara lain.. Mulut kotor urakan? coba introspeksi, siapa yg menggunakan kata '$H!T' di sini? If you must know, orang Indonesia yg menyampaikan email awal ini kepada saya, yang anda anggap tidak ada gunanya dan '$H!T' adalah ayah saya. Lagipula, apa istimewa nya kalau saya adalah anak ayah saya? Itu kan hanya keniscayaan biologi. Sebaiknya, sebagaimana suatu diskusi yg dewasa, tidak relevan mengungkit latar belakang, apalagi latar belakang pendidkan dan keluarga. Karena semua opini yg dituangkan disini adalah opini pribadi yang menjadi tanggung jawab pribadi secara dewasa dan tidak mewakili institusi apapun apalagi atas nama keluarga. Salam, -K- 2009/11/7 hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> Haryasetyaka Dillon wrote: “….Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu? Siapa yg memulai? Jadi ingat lagu dangdut.. Kau yg memulai, kau yg mengakhiri.. kau yg menghamili, kau yg mengaborsi ….’ Kalau mereka yg telah pada wafat demi dan karena Indonesia dan kemerdekaannya… ..baik karena ngelawan penjajah atau krn dibunuh (macam ribuan rakyat SulSel krn Westerling dsb) oleh penjajah, disiksa, diperas, ditekan, mati karena pengkhianatan bangsa sendiri dsb lalu mendapatkan anak muda Indonesia kini ngomong seperti itu ttg nasionalisme Indonesia….. saya pikir mereka akan mengatakan : “Astaghfirullah… . Anak muda Indonesia kok mulutnya kotor urakan seperti itu ya?.....padahal sekolahannya tinggi… mana dari sekolah terkemuka pula……padahal bapaknya amat santun sekali dan simpatik dan nampak amat nasionalis sekali lho……. Salam, --- On Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ ....> wrote: From: Harya Setyaka <harya.sety...@.....> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man standing To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Friday, November 6, 2009, 9:21 PM Memang gak ada yg istimewa kalao yg ngirim orang Indonesia, tapi artinya, kalaopun milist ini menganggap tidak ada gunanya orang Indonesia membaca ini; tokh buanyak orang Indonesia yg tergabung dalam milist lain sudah membacanya.. . Kecam, tanggap, kritik, memang disini tempatnya.. Lagipula, kalao sudah dewasa kan tahu apa yg perlu dibaca, apa yg tidak perlu dibaca.. apa yg perlu ditanggapi apa yg tidak perlu ditanggapi.. Mana yg ada gunanya, mana yg tidak ada gunanya.. Mengenai Chicago, sebelum berkesimpulan, coba teliti kembali sensus penduduk dari tahun ke tahun selama periode tsb.. Boleh saja beropini, tapi ya kalao bisa didukung oleh data empirik lah.. Planning untuk perdamaian? Coba cek yg satu ini: http://www.socsci. uci.edu/~ cpb/ScottBollens ResearchBio. htm Mau konsen pada topik tertentu, yo sumonggo kerso.. tidak ada yg melarang .. Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu? Siapa yg memulai? Jadi ingat lagu dangdut.. Kau yg memulai, kau yg mengakhiri.. kau yg menghamili, kau yg mengaborsi .. salam, -K- On Fri, Nov 6, 2009 at 16:52, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote: ++++: Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa.. saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga.. >>>>: Benar bhw everyone boleh dan bebas utk ngirim posting apa saja…. Orng >>>>bebas utk mau baca atau gak…namun tentu postings tak bebas dari tgp, >>>>kritik bahkan kecaman…….Saya kira Prof. Wawo benar…. Itu shit yg gak guna >>>>utk kita….lagipula… .Memangnya apa istimewanya kalau yg ngirimi org >>>>Indonesia?.. .... ++++:Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja politisi yg dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any, Wilders punya konstituen; yang ingin diwakili dalam parlemen Belanda. It is a challenge. >>>>: Darah siapa yg mendidih?... ...diagama apa saja dimana saja….kalau ada >>>>komunitas dgn mayoritas agama tertentu…bukankah biasa kalau selalu ada saja >>>>sementara orangnya yg bodo kelewat radikal hingga lalu tak lagi mampu >>>>berpikir bijak dan luas?....... .. ++++: Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari tantangan perencanaan kota. >>>>: Sbg bagian dari tantangan perenc. Kota itu memang betul…..aplg kita jg >>>>pernah mengalam kasus yg relevan spt Tobelo, Galela, Ambon, Morotai, Poso… >>>>tetapi saya kira utk kasus semacam itu sosiolog, antropolog, kaum >>>>rohaniwan dan budayawan masih akan lbh tepat berada didepan utk menjadi >>>>ujung tombak perencanaan more than spatial planner……selain spatial >>>>planning masih ada yg namanya perencanaan sosial…. perencanaan ekonomi >>>>dsb…dan kalau saja sampai muncul pertanyaan siapa harusnya ngikut siapa dan >>>>terpaksa harus ngejawab…… saya berpendapat perencanaan spatial seharusnya >>>>mengikuti perencanaan sosial dan ekonomi…..bukan sebaliknya……. ++++: Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA; dimana yg magnitude nya paling besar adalah di Chicago.. Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari Irlandia di Boston.. dan seterusnya.. >>>>: Akh sepertinya ini pernyataan2 lepas yg terlampau kelewat umum dan saling >>>>tak nyambung satu sama lain…… Planning (khususnya perencanaan kota dan kota >>>>satelit) sptnya muncul pertama kali di Inggris sbg dampak dari revolusi >>>>industri 1769….Inggris lbh dahulu urbanized more than USA….migrasi ke USA >>>>awalnya lbh banyak berupa migrasi pertanian dan pedesaan……bukan >>>>perkotaan…... chicago hanyalah magnitude terbesar utk North West….bukan >>>>seluruh USA….bhw USA adalah negara migran multi rasial….banyak kota besar >>>>dan wilayah di AS pernah mengalami huruhara rasialis……..Mengapa kok tdk >>>>konsen lbh pd masalah nasional kita saja yg banyak agendanya kedodoran tak >>>>tertangani dgn baik?.....apakah ini lagi2 dampak dari proyek ‘nasionalisme >>>>Indonesia’ yg blm selesai itu?...... Salam, --- On Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ .....> wrote: From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ .....> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man standing To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Friday, November 6, 2009, 6:38 AM Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa.. saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga.. Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja politisi yg dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any, Wilders punya konstituen; yang ingin diwakili dalam parlemen Belanda. It is a challenge. Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari tantangan perencanaan kota. Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA; dimana yg magnitude nya paling besar adalah di Chicago.. Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari Irlandia di Boston.. dan seterusnya.. Salam, -K-

