Mangga,

Memang menarik perubahan ini kang, masalah translokal dan transnasional,
akhirnya membangun global ethnoscapes. Arjun Appadurai pernah
mengembangkan studi tentang ini (notes and queries for a transnational
anthropology, 1991), berbasis migrasi orang India di Amerika. Tesisnya
menarik, seperti ikatan-ikatan sosial akan melemah karena globalisasi.
Disini Appadurai memperkenalkan konsep 'imajinasi', yang posisinya akan
lebih powerful dalam kondisi seperti itu. Imajinasi akan menjadi basis
dalam reproduksi budaya, dan dengan bantuan media, akan memberikan
pilihan-pilihan yang lebih banyak tentang bagaimana hidup dijalani.
Dalam praktik, dapat terjadi banyak benturan-benturan sosial, yang pada
akhirnya melahirkan rekonfigurasi baru kemasyarakatan.

Jadi kedewasaan dan kestabilan tergantung pada imajinasi; karena
imajinasi mengkonstruksi perubahan. Dalam beberapa pekan ini saja kita
melihat drama tentang konstruksi imajinasi yang begitu mempermainkan
pandangan publik, dengan bantuan media, dan juga, simbol-simbol negara.
Dengan demikian peran sastrawan, seperti Charles Dickens, dan juga para
pekerja seni lainnya, seperti Raam Punjabi dan Jupe, serta perencana
(sebagaimana terbukti di beberapa negara), adalah penting untuk
memproduksi imajinasi, dan selanjutnya membangkitkan sistem reproduksi
budaya masyarakat. Dengan beberapa konflik, selanjutnya terbentuk
rekonfigurasi baru. Jadi imajinasi adalah penting, namun harus terbangun
secara skillfully dan dengan bakat, jadi tidak cukup dengan pengalaman
saja. Kalau ingin perubahan, maka si agent harus punya cukup imajinasi.

Masalah Australia, mudah-mudahan ada rekan yang mau share juga. Salam.


--- In [email protected], Irwan Prasetyo <p...@...> wrote:
>
> Punten,
>
> Australia juga punya pengalaman sosial seperti ini..dari sejarah Napi
dari
> Inggris, lalu pendatang dari Greek, Asia, kasus Aborigin dll. sampai
> akhirnya memiliki Most Liveable Cities di dunia.
> Saya tidak pernah menetap lama di Australia, mungkin rekan-rekan bisa
> share pengalamannya.
>
> Jepang juga sekitar 60 tahun lalu, infrastruktur buruk, banyak rampok,
> istilahnya 'dorobo', missionaris dipenggal, tapi negara itu bisa
survive
> seperti sekarang. Bangsa ini pernah ada masa "menutup diri" dari luar,
> zaman Meiji.
>
> Pada waktunya suatu bangsa itu akan mencapai tahap kedewasaan dan
> kestabilan, sampai mungkin runtuh lagi. Indonesia kapan ?
>
> ----------------------------------------------------------------------
>
>
> Banyak sastrawan menyorot 'perubahan sosial perkotaan..
> antara lain yang paling berkesan; Charles Dickens mengenai London..
>
> Gangs of New York sebenarnya juga menyoroti kurun waktu yg sama..
> dan juga mengangkat problem sosial; nexus pengangguran-kriminalitas
Kota.
>
>
> Selain kaum migran, menarik juga mengamati bagaiman kaum Gay di San
> Francisco ..
>
> Di LA, banyak pula imigran asal Korea, yang toko nya tidak ada abjad
> alfabet
> sama sekali, semuanya kaligrafi korea.. namun keberatan terhadap
mereka
> tidak terdengar keras..
>
> Salam,
> -K-
>
>
>
>
>
> 2009/11/6 Risfan M risf...@...
>
> >
> >
> > Intermezo.......
> >
> > Kalau mau lihat visualnya, bisa juga dengan nonton "Far and Away",
> > transmigrasi ala US yang dibintangi Tom Cruise & Nicole Kidman.
Kalau
> > mau
> > yang klasik "Gone with the Wind", dari nama Scarlet O'Hare si cantik
nan
> > tegar itu, mestinya Irish kan.
> >
> > Salam,
> > Risfan Munir
> >
> >
> >
> > --- On *Fri, 11/6/09, Harya Setyaka harya.sety...@...* wrote:
> >
> >
> > From: Harya Setyaka harya.sety...@...
> > Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last
man
> > standing
> > To: [email protected]
> > Date: Friday, November 6, 2009, 11:26 PM
> >
> >
> >
> >
> > Hmm sayang .. kalao tidak bisa melihat benang merah dari perubahan
> > sosial
> > dengan perencanaan. .
> > Karena migrasi massal Irlandia di Boston; bahkan sistem pemilihan
> > walikota
> > dan dewan kota pun diubah..
> >
> > Sejarah sudah mencatat.. semoga kita cukup beruntung untuk dapat
belajar
> > dari sejarah.
> > dan cukup bijak untuk belajar dari kesalahan orang pintar di Boston,
> > Chicago, London.. dll ..
> >
> > salam,
> > -K-
> >
> >
> >
> >
> >
> >> *++++:** Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa
ke
> >> USA;
> >> dimana yg** ** magnitude nya paling besar adalah di Chicago..
> >>
> >> Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran
dari
> >> Irlandia di Boston.. dan seterusnya..
> >> *>>>>: Akh sepertinya ini pernyataan2 lepas yg terlampau kelewat
umum
> >> dan
> >> saling tak nyambung satu sama lain…… Planning (khususnya
perencanaan
> >> kota
> >> dan kota satelit) sptnya muncul pertama kali di Inggris sbg dampak
dari
> >> revolusi industri 1769….Inggris lbh dahulu urbanized more than
> >> USA….migrasi
> >> ke USA awalnya lbh banyak berupa migrasi pertanian dan
pedesaan……bukan
> >> perkotaan…... chicago hanyalah magnitude terbesar utk North
West….bukan
> >> seluruh USA….bhw USA adalah negara migran multi
rasial….banyak kota
> >> besar
> >> dan wilayah di AS pernah mengalami huruhara
rasialis……..Mengapa kok tdk
> >> konsen lbh pd masalah nasional kita saja yg banyak agendanya
kedodoran
> >> tak
> >> tertangani dgn baik?.....apakah ini lagi2 dampak dari proyek
> >> `nasionalisme
> >> Indonesia' yg blm selesai itu?......
> >>
> >> Salam,
> >>
> >>
> >> --- On *Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@
> >>
gmail.com<http://us.mc1115.mail.yahoo.com/mc/compose?to=harya.sety...@..\
.
> >> >* wrote:
> >>
> >>
> >> From: Harya Setyaka <harya.setyaka@
> >>
gmail.com<http://us.mc1115.mail.yahoo.com/mc/compose?to=harya.sety...@..\
.
> >> >
> >> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the
last
> >> man
> >> standing
> >> To: refere...@yahoogrou
> >>
ps.com<http://us.mc1115.mail.yahoo.com/mc/compose?to=refere...@yahoogrou\
ps.com
> >> Date: Friday, November 6, 2009, 6:38 AM
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa..
> >> saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga..
> >>
> >> Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja
politisi yg
> >> dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any,
Wilders
> >> punya
> >> konstituen; yang ingin diwakili dalam
> >> parlemen Belanda.
> >> It is a challenge.
> >> Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari
tantangan
> >> perencanaan kota.
> >> Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA;
dimana
> >> yg
> >> magnitude nya paling besar adalah di Chicago..
> >> Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran
dari
> >> Irlandia di Boston..
> >> dan seterusnya..
> >>
> >> Salam,
> >> -K-
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> On Fri, Nov 6, 2009 at 03:51, Hannie Waworoentoe
<waworoentoehannie@
> >>
yahoo.com<http://us.mc585.mail.yahoo.com/mc/compose?to=waworoentoehannie\
@...
> >> > wrote:
> >>
> >>>
> >>> Koko, I only have one word this is a lot of londo shit, untuk
> >>> kita
> >>> di Indonesia it is a waste of time to read this all, saya kira
malahan
> >>> bisa
> >>> sangat berbahaya Pak Wawo
> >>>
> >>>
> >
> >
> >
>



Kirim email ke