++++: karenanya yg diusulkan bukan usaha menyebarkan aktifitas2 ekonomi, tapi upaya mengurangi kesenjangan kesejahteraan rata2 penduduk antar wilayah..nah sy percaya ini... >>>>: keduanya seharusnya sama2 terjadi bareng2 dan tak mungkinlah kalau hanya >>>>dpt terjadi salah satunya saja sedang satu yg lainnya samasekali tak >>>>terjadi (ibarat btepuk sblh tangan) …..kesenjangan kesejahteraan antar >>>>wilayah berkurang krn masing2 wilayah sama2 memiliki potensi kesempatan >>>>kerja yg memadai …msg2 memiliki potensi kemajuan yg hampir seimbang ….semua >>>>itu tak mungkin akan terjadi kalau awalnya sengaja atau tak sengaja tak >>>>terdapat dekonsentrasi kegiatan perkotaan dan ekonomi memimpin (leading >>>>industries, bukan asalkan perusahaan ecek2) dari wilayah maju kewilayah yg >>>>kurang maju …..bukan dalam artian sekwintal butir2 jagung disebar secara >>>>merata secara matematik kesebidang tanah seluas X m2 ….namun ibarat bgmn 2 >>>>buah tv umum desa terpencil akan ditempatkan ….agar seluruh penduduk desa >>>>dpt memiliki kedekatan jarak relatif sama… dan dpt menonton tv dgn >>>>menempuh perjalanan yg relative sama jaraknya dari rumah masing2…. ++++: permasalahannya kita juga perlu hati2 menyikapi hal tsb... >>>>: setuju… tentu saja sikap hati2 hrs terus dipelihara kapan saja dimana >>>>saja oleh siapa saja……. ++++: antara lain dgn melihat kasus Prancis dan metropolitan penyeimbangnya….. >>>>: iya betul… itu kalau utk para pemula dan intermediate studi pembangunan >>>>regional ….sekalian saja biasanya selain pengalaman Perancis jg utk >>>>kelengkapannya ya perlu jg ditengok pula pengalaman2 Italia (Mezzogiorno), >>>>Bld (Ranstad), Kopenhagen (Finger Plan), Israel, Guyana, AS, Malaysia >>>>(Felda) dsb (Kapet juga dong sekalian …..walau gagal ….krn khan itu sdh >>>>jadi bagian dr riwayat sejarah praktek regional planning dunia?)…… ++++: dosen sy mengatakan bahwa tanpa 8 metropolitan tsb., maka saat ini agglomerasi Paris pasti akan lebih dahsyat... jadi dlm konteks ini bisa saja metropolitan tsb dianggap sukses... tapi ini pendapat tanpa basis studi yg mendalam... >>>>: ini sih sdh bukan lagi gossip bukan rumor …kalau anda baca papernya Budhi >>>>Tjahjati dan Imron Bulkin (1994) … disebutkan bhw dgn itu angka primacy >>>>kota Paris turun jadi kalo tak salah menjadi 6.8%...... pd paper yg sama >>>>disebutkan pula ttg angka primacy New York 8.7% (lbh 25 jt penduduk, 1990) >>>>dan Los Angeles 6.4% (mendekati 20jt penduduk, 1990)…… smntr itu angka >>>>primacy dinegara2 sdg berkembang banyak diatas angka 35%..... atau kalau >>>>utk Jakarta menurut Sri Winarti (2005) sejak 1980 smp 2000 angka primacynya >>>>nangkring rata2 50% (terendah 0.48% pd 2000; tertinggi 0.52 pd >>>>1985)........ ++++: yg jelas saat ini kebijakan tsb sudah dihentikan oleh Pemerintah Prancis... >>>>: Lho lha iya tentu saja dong… lha wong sudah berhasil?…….. ++++: dan di dunia rasanya tdk banyak kebijakan seperti ini... >>>>: ya jelas saja…. Pertama tak semua negara didunia memiliki kesenjangan >>>>antar wilayah yg tajam ….kalaupun punya …situasinya jg saling beda satu >>>>sama lain tak bakalan sama ..…maka tentu solusinya tak akan sama pula >>>>…..kedua, tak semua negara yg miliki kasus demikian banyak uangnya dan >>>>memiliki cukup smart planners yg menjadi otoritas keruangan utk atasi >>>>masalah demikian…… jd jelas bhw ini bukanlah masalah every country in the >>>>world…… ++++: yg disebut oleh WDR 2009 adalah kasus Sovyet... >>>>: oke…….. ++++: kita punya kasus juga sebetulnya, yakni KAPET... apakah KAPET berhasil? saya tdk tahu... >>>>: Lha kalau Kapet itu totalnya 13… lalu yg 11 sudah dinyatakan tewas …lha >>>>ya kita ini mbok ya tidak usah kura2 dalam perahu terus dan ewuh pakewuh >>>>saja dong ya ….bilang aja gagal total gitu kenapa ya? ......paling kurang >>>>kalau ia jalan khan smp saat ini masih ada dan justru tambah >>>>berkembang....... Kapet gagal (11 tewas) justru krn selain ia sekaligus direncanakan disebanyak 13 lokasi (tersebar, SaMeMiTe) sambil uangnya tak ada…. Ia samasekali tak melibatkan national leading activities dan national leading industries kita ….krnnya ia tak berhasil menumbuhkan aglomerasi atau aplgi membangkitkan migrasi kerah putih….mereka yg 13 itu terbanyak tak berbasis pengembangan urban dan brbasis SDM kerah putih serta manufaktur perkotaan …….(walhasil) ia tak berhasil menarik migrasi ……dari 2 yg berhasil itu misalnya tercatat ada yg katakan ….bhw tanpa Kapetpun memang yg 2 itu akan tumbuh dgn baik …krn sejak awal sikonnya memang tlh mendukung….. ++++: nah selama belum pernah dibuktikan bahwa upaya penyebaran konsentrasi ekonomi secara paksa di dunia ini ada yg berhasil, tentu saya tdk bisa percaya begitu saja... >>>>: kiranya tak semua hal didunia bisa pakai logika demikian ….para scientist >>>>(apalagi yg sekolahannya di eropa) justru umumnya tertantang utk >>>>membuktikan apa2 yg belum pernah muncul buktinya didunia……. Yg gampang >>>>saja… masak iya setiap anak gadis baru bersedia dinikahi oleh seorang laki2 >>>>kalau laki2 itu benar dpt membuktikan dapat menghamilinya/ memberinya >>>>anak?.... masak iya Mega, SBY dan GusDur jg dulu pake ditanya2 sdh pernah >>>>pada jadi presiden apa belum kok pada berani2nya nyalon?....…kenapa kok >>>>NASA dulu nggak dicecer dgn pertanyaan apakah udah pernah nglabeng kebulan >>>>dan pulang dgn selamat apa? …kok mau pada jalan kesana? .....seorang >>>>scientist seyogyanya tak melanjutkan memelihara logika2 demikian …..namun >>>>kiranya akan baik bila dpt mengembangkan hipotesa2 baru namun yg masuk >>>>diakal dan terukur…….sekian dulu, lanjutannya nyusul dan…. salam, aby

