Saya tidak ingin kita berlindung di bawah nasionalisme yang sempit. Saya ingin kita bangkit, lebih produktif, kompetitif, dan bersaing dengan yang lain,” ujar Presiden Yudhoyono ketika berdialog dengan wartawan sebelum mengakhiri kunjungan di Singapura, Senin (16/11).
Fresh dari Kompas; http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/17/02594391/.jangan.berlindung.pada.nasionalisme.sempit -K- 2009/11/15 hengky abiyoso <[email protected]> > > > Milisters ysh, > > Setelah Irian Barat sah menjadi bagian dari NKRI…….entah mengapa (mungkin > Sukarno terlanjur kelewat muak dgn tingkah laku kolonialis) tak lama > kemudian Sukarno jg terobsesi dgn ‘Ganyang Malaysia’….dan terobsesi dgn > seruan ‘Bantu perjuangan rakyat Kalimantan Utara’ (jg terobsesi utk > berpetualang dgn banyak wanita) …. Dan nasionalisme rakyat kita yg telah > terbentuk sedemikian rupa krn muak juga dgn penjajahan oleh Bld dan Jepang > dan mungkin bangga dgn ‘kemenangan rebut Irian Barat’…. Sebagian spt > tersulut juga….dan kembali lagi tentara dan sedikit sukarelawan kita sempat > juga berangkat keperbatasan …..2 marinir kita menyusup ke Singapura, > tertangkap dan dihukum gantung…... > > Tentunya mjadi Kepala Negara yg dirongrong terus oleh partai2 politik > diparlemen yg terlampau liberal memang repot juga ….maka lalu Sukarno > membubarkan parlemen dan mengeluarkan Dekrit ….namun semenjak Dekrit > Presiden 1959 tentu saja kadar demokrasi kita memang semakin melorot turun > kebawah saja …...namun yg jelas rakyatpun tentunya capek juga….. > > Semenjak dari pra kemerdekaan 1945 ….sampai masa pasca penyerahan > kedaulatan 1949 …pasca penyatuan semua negara2 boneka dan RI menjadi NKRI pd > 17-8-1950….. sampai masa Sukarno dijatuhkan oleh Suharto …..rakyat lbh > banyak didoktrin dgn perjuangan melawan penjajah dinegeri kita ..…lalu > belakangan jg didoktrin lagi utk ‘membantu rakyat dinegara sebelah spt > Malaysia dan Kalimantan Utara …agar kita membantu rakyat disana utk melawan > penjajah …. > > Nah disini rakyat yg ekonominya susah terus dan tak kunjung diajak beralih > kepembangunan ekonomi dan boro2 kok menikmati hasil pembangunan ekonomi > (yg biasa makan nasi beras malah dalam rangka swasembada pangan diajarin > makan nasi jagung) ….pastilah rakyat capek juga ……hanya saja tak lama > kemudian timbul G30S dan Sukarno dijatuhkan oleh Suharto……dan bergantilah > era pemerintahan dgn orde baru yg kita semua sdh tahu ceritanya….. > > Soal ‘integrasi’ TimTim kedalam RI pada sekitar 1976 kiranya bukan lagi > masalah nasionalisme kita yg berkobar2…. Tapi lagi2 krn kepentingan > AS….takut daripada TimTim jatuh ke Soviet dan menjadi komunis… dan Suharto > tentu bangga juga kalau ia dpt dicatat dlm sejarah kita bahwa ia telah > memperluas wilayah RI dgn tambahan TimTim itu….. namun dalam kenyataannya > selain menurut PBB itu cacat hukum….masalah TimTim juga ibarat kerikil dalam > sepatu …..kecil tetap selalu merepotkan dan menyakitkan….belum lagi bagi > orang TimTim sendiri ‘negeri’ dgn mayoritas agama Kristen/ Katolik tentu > tidak nyaman menjadi bawahan negeri dgn mayoritas Islam…… > > Singkat cerita TimTim yg bermasalah sudah dilepaskan dari RI dimasa > Habibie….dan masalah GAM yg berdarah2 jg sudah diselesaikan dgn damai…. > Lalu apa agenda nasionalisme kita kedepan selanjutnya? ......cukupkah dan > patutkah dgn hanya mengecam dan mencacimaki kekurangan2 yg sudah sambil > diri sendiri bagai anak kecil belum menyumbang apa2 dan tak mengambil peran > apa2 namun dgn mulut besar hanya mencaci maki terus perkara2 yg > sudah?......... > > Nasionalisme utk bangsa dan negara harus digalang dan dibangun sepanjang > masa …...para pemimpin boleh datang dan pergi ….ada yg baik sekali dan ada > yg brengsek jg yg berbuat kesalahan dan bahkan mendegradasi kemajuan yg > telah diperoleh …..namun generasi berikutnya tak pantaslah kalau hanya > merengek merajuk saja ….mencacimaki yg sudah dan ia sendiri tak menyumbang > apa2 utk masa depan nasionalisme kita …… > > Proses nasionalisme (yg belum selesai....) harus terus berlanjut …..menuju > kearah dan capaian yg lebih baik dari yg sudah ……bekerja keras dan bekerja > keraslah utk bangsa dan negara dan menataplah kedepan seperti para jong di > Soempah Pemoeda 1928 itu …...dan janganlah menengok terus kebelakang sambil > terus menggerendeng macem pecundang……sptnya itu memalukan....... > > Salam, > > > > > > > > > > >

