Oke….jadi lalu bgmn dgn debat Geerts Wilders?.... dilanjut atau disudahi 
saja?..... bgmn pendapat milisters?.........

--- On Mon, 11/16/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:


From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: (13) Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai
To: [email protected]
Date: Monday, November 16, 2009, 9:57 PM


  






Saya tidak ingin kita berlindung di bawah nasionalisme yang sempit. Saya ingin 
kita bangkit, lebih produktif, kompetitif, dan bersaing dengan yang lain,” ujar 
Presiden Yudhoyono ketika berdialog dengan wartawan sebelum mengakhiri 
kunjungan di Singapura, Senin (16/11).


Fresh dari Kompas;

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/11/17/ 02594391/ .jangan.berlindu 
ng.pada.nasional isme.sempit

-K-






2009/11/15 hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>


  








Milisters ysh, 
Setelah Irian Barat sah menjadi bagian dari NKRI…….entah mengapa (mungkin 
Sukarno terlanjur kelewat muak dgn tingkah laku kolonialis) tak lama kemudian 
Sukarno jg  terobsesi dgn ‘Ganyang Malaysia’….dan terobsesi dgn seruan ‘Bantu 
perjuangan rakyat Kalimantan Utara’ (jg terobsesi utk berpetualang dgn banyak 
wanita) …. Dan nasionalisme rakyat kita yg telah terbentuk sedemikian rupa krn 
muak juga dgn penjajahan oleh Bld dan Jepang dan mungkin bangga dgn ‘kemenangan 
rebut Irian Barat’…. Sebagian spt tersulut juga….dan kembali lagi tentara dan 
sedikit sukarelawan kita sempat juga berangkat keperbatasan …..2 marinir kita 
menyusup ke Singapura, tertangkap dan dihukum gantung…... 
Tentunya mjadi Kepala Negara yg dirongrong terus oleh partai2 politik 
diparlemen yg terlampau liberal memang repot juga ….maka lalu Sukarno 
membubarkan parlemen dan mengeluarkan Dekrit ….namun semenjak Dekrit Presiden 
1959 tentu saja kadar demokrasi kita memang semakin melorot turun kebawah saja 
…...namun yg jelas rakyatpun  tentunya capek juga….. 
Semenjak dari pra kemerdekaan 1945 ….sampai masa pasca penyerahan kedaulatan 
1949 …pasca penyatuan semua negara2 boneka dan RI menjadi NKRI pd 17-8-1950…..  
sampai masa Sukarno dijatuhkan oleh Suharto …..rakyat lbh banyak didoktrin dgn 
perjuangan melawan penjajah dinegeri kita ..…lalu belakangan jg didoktrin lagi 
utk ‘membantu rakyat dinegara sebelah spt Malaysia dan Kalimantan Utara …agar 
kita membantu rakyat disana utk melawan penjajah …. 
Nah disini rakyat yg ekonominya susah terus dan tak kunjung diajak beralih 
kepembangunan ekonomi dan boro2 kok menikmati hasil pembangunan  ekonomi (yg 
biasa makan nasi beras malah dalam rangka swasembada pangan diajarin makan nasi 
jagung) ….pastilah rakyat capek juga ……hanya saja tak lama kemudian timbul G30S 
dan Sukarno dijatuhkan oleh Suharto……dan bergantilah era pemerintahan dgn orde 
baru yg kita semua sdh tahu ceritanya….. 
Soal ‘integrasi’ TimTim kedalam RI pada sekitar 1976 kiranya bukan lagi masalah 
nasionalisme kita yg berkobar2…. Tapi lagi2 krn kepentingan AS….takut daripada 
TimTim jatuh ke Soviet dan menjadi komunis… dan Suharto tentu bangga juga kalau 
ia dpt dicatat dlm sejarah kita bahwa ia telah memperluas wilayah RI dgn 
tambahan TimTim itu….. namun dalam kenyataannya selain menurut PBB itu cacat 
hukum….masalah TimTim juga ibarat kerikil dalam sepatu …..kecil tetap selalu 
merepotkan dan menyakitkan…. belum lagi bagi orang TimTim sendiri ‘negeri’ dgn 
mayoritas agama Kristen/ Katolik tentu tidak nyaman menjadi bawahan negeri dgn 
mayoritas Islam…… 
Singkat cerita TimTim yg bermasalah sudah dilepaskan dari RI dimasa 
Habibie….dan masalah GAM yg berdarah2  jg sudah diselesaikan dgn damai…. Lalu 
apa agenda nasionalisme kita kedepan selanjutnya? ......cukupkah dan patutkah  
dgn hanya mengecam dan mencacimaki kekurangan2 yg sudah sambil diri sendiri 
bagai anak kecil belum menyumbang apa2 dan tak mengambil peran apa2 namun dgn 
mulut besar hanya mencaci maki terus perkara2 yg sudah?...... ... 
Nasionalisme utk bangsa dan negara harus digalang dan dibangun sepanjang masa 
…...para pemimpin boleh datang dan pergi ….ada yg baik sekali dan ada yg 
brengsek jg yg berbuat kesalahan dan bahkan mendegradasi kemajuan yg telah 
diperoleh …..namun generasi berikutnya tak pantaslah kalau hanya merengek 
merajuk saja ….mencacimaki yg sudah dan ia sendiri tak menyumbang apa2 utk masa 
depan nasionalisme kita …… 
Proses nasionalisme (yg belum selesai....) harus terus berlanjut  …..menuju 
kearah dan capaian yg lebih baik dari yg sudah ……bekerja keras dan bekerja 
keraslah utk bangsa dan negara dan menataplah kedepan seperti para jong di 
Soempah Pemoeda 1928 itu …...dan janganlah menengok terus kebelakang sambil 
terus menggerendeng macem pecundang……sptnya itu memalukan... .... 
Salam, 
  
  
  
 











      

Kirim email ke