Emang betul Bung Onnos, punya sepeda MTB, Bike City, ataupun sepeda lipat itu ada gengsinya. Bagi saya, Dwiagus, atau goweser lainnya itu akan tahu berapa harga sepeda yang dipakai seseorang apakah di bawah 2 juta, 3 jutaan, di atas 5 juta,.....dan ada yang sekitar 100 juta. Misalnya contoh-contoh harga sepeda/sepeda lipat berikut ini : Polygon metro Rp 2 juta, Polygon Urbano Rp 2.5 juta, Daho Eco Rp 3 juta, Speed P Rp 8 4.5 juta, TT Manggo Rp 11 juta, Jet Stream Rp 12.5 juta,... dan Shantia sekitar Rp 100 juta. Sedangkan kalau sepeda yang ada kranjangnya (buat belanja ibu-ibu), itu tak lebih dari Rp 300 ribu saja.
Memang untuk gengsi itu mahal, tapi kalau buat menyehatkan yang OK..OK saja khan? Demikian FYI saja. Thanks. --- On Sun, 12/13/09, Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> wrote: From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> Subject: RE: [referensi] jalur sepeda? To: "[email protected]" <[email protected]> Date: Sunday, December 13, 2009, 2:23 PM Kring-kring ada speda, spedaku roda tiga, kudapat dari Ayah, karena rajin bekerja; Kring-kring ada speda, spedaku roda dua, kudapat dari Ibu, karena rajin membantu; Kring-kring ada speda, spedaku speda lipat, kubeli sendiri, karena mau bergengsi. To: refere...@yahoogrou ps.com From: bdwia...@gmail. com Date: Sun, 13 Dec 2009 13:58:35 +0000 Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? Wah mantap, pak. Saya ajah punya sepeda 3 gak ada yang harga belinya lebih dr 2jt. Hehehe Pak BTS bisa gabung seli-komuter tuh. Naik seepeda lipet ke stasiun, sampe stasiun lipet sepedanya, lantas ke gerbong belakang KRL express serpong-sudirman, nanti ada bbrapa rekan pesepedah juga di situ. Diantaranya ada yang sudah beruban, mungkin di atas 40thn lebih (mematahkan satu mitos lagi, kalau pesepedah ke kantor itu cuman utk umur 30an aja). Hehehehehe Hayuk pak, referensi gowes bareng. *lirik-lirik pak Eka Dj. Hehehehehe Salam Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Date: Sun, 13 Dec 2009 05:22:22 -0800 (PST) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? Bung Dwiagus...he- he. bukan gitu.. justru aku sudah punya sepeda MTB dan seli (sepeda lipat) yang harganya di atas Rp 3 juta. Selain gaya hidup juga supaya sehat..nggak ada salahnya khan? Saya ke kantor nggak pake sepeda, tapi naik bus, ojeg, kereta api jurusan Serpong, dan jalan kaki. Kapan-kapan referensi gowes bersama yuk... Thanks. CU. BTS. --- On Sun, 12/13/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> wrote: From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Sunday, December 13, 2009, 11:07 AM Ah bapak BTS, bikin mitos baru. Huehehehee Kalau mau beli sepeda, biar saya temenin pak. Nanti sy kasih alternatif byk yang harganya di bawah 2jt. Mau MTB, citybike, bahkan sepeda lipet, ada kok yang dibawah 2jt. Berminat pak? Kalau saya, justru memang bersepeda harus jadi gaya hidup... Setekah itu jadi pilihan hidup.... Hueehehhehhee Salam gowes kring2 gemerincing, Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Date: Sun, 13 Dec 2009 02:02:02 -0800 (PST) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? Benarkah sudah ada perubahan orang cenderung mau naik sepeda menggantikan kendaraan bermotor? Tetapi melihat harga sepeda yang dipakai minimal harganya Rp 3 juta (bahkan ada yang Rp 30 juta), sepertinya itu hanya gaya hidup saja ya? Semoga gejala bersepeda ini semakin berkembang dan tidak sekedar gaya hidup saja. Thanks. CU. BTS. --- On Sun, 12/13/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> wrote: From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Sunday, December 13, 2009, 3:59 AM Bahkan banyak dari kita masih terjebak pemikiran bahwa "sepeda" hanya layak sebagai alat olahraga saja. Bukan alat transportasi alternatif. Padahal nature-nya sepeda khan dia alat membawa orang dan barang dari satu titik ke titik tujuan, thus artinya itu dia alat transportasi. Apakah sepeda onthel yg dibuat tahun2 lalu dibuat utk olahraga? Tidak lah. Utk transportasi tentu saja. Sama seperti motor dan mobil. Naturenya dan fitrahnya alat transportasi. Walaupun Motor dan mobil pun jadi alat olahraga. Tp fitrahnya ya alat transportasi. Sepeda juga gitu, fitrahnya adalah alat transportasi. Kalaupun itu jadi alat olahraga , tentu saja kita jangan lupa fitrahnya itu. Tapi dari kita sendiri kadang meminggirkannya. .. Lupa dengan fitrahnya itu... Kalau masalah tukang ojek, tentu saja masalah lain. Masalah pemberdayaan ekonomi dstnya. Bisa kita bahas dalam thread lain tentu saja. Salam kring-kring Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> Date: Sun, 13 Dec 2009 03:38:53 +0000 To: refere...@yahoogrou ps.com<refere...@yahoogrou ps.com> Subject: RE: [referensi] jalur sepeda? Mas RM dan rekan-2 ysh; Memang cocok kalau bersepeda itu untuk Olah Raga sehat, tetapi kalau sebagai alat transportasi sehari-hari, apalagi kalau untuk pulang-balik 'ngantor' di Jakarta dsk yang jaraknya lebih dari 10 KM, sepertinya kok 'nggege mongso'. Teman-2 yang sedang kuliah di Eropa (Belanda khususnya) mungkin punya angan-2 untuk 'bersepeda ria' sepulang kuliah, tetapi mungin lupa bagaimana perkembangan masyarakat kita saat ini. Sepertinya banyak hal yang lebih 'urgent' yang musti kita benahi dari pada sekedar ingin 'bersepeda ria' untuk mode transportasi sehari-hari. Maaf, contoh nyata: 'tukang ojek' disekitar kita (mungkin jumlah totalnya ribuan) mau dikemanakan, apa bisa mereka ditransmigrasikan, atau ada lapangan kerja lain ? Wassalam. Onnos To: refere...@yahoogrou ps.com From: risf...@yahoo. com Date: Sun, 13 Dec 2009 06:52:48 +0700 Subject: RE: [referensi] jalur sepeda? Icon bersepeda, Risa Suseanty lagi, sang peraih emas Indonesia pertama di SEAGames. Setelah kemarin satu halaman penuh di Kompas, hari ini sehalaman penuh di Koran Tempo. Hidup Dwiagus! Salam, Risfan Munir From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> Sent: Saturday, December 12, 2009 10:35 PM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? Tks Mas Dwiagus.. Atas pranala (link) yg membuka wawasan.. Kita sering kurang percaya diri menghadapi 'kenyataan' 'kebiasaan masy/gaya hidup'.. Padahal credo nya planner adalah ”physical determinism" : yg mempostulatkan bahwa intervensi fisik dapat merubah perilaku.. Plus kita bumbui sedikit dengan micro-economics; bagaiman perilaku konsumen terhadap sinyal2 harga.. Perilaku masyarakat Belanda bersepeda bukan kehendak supranatural atau 'dari sono nye'.. Bersepeda di Belanda adalah perilaku logis menghadapi lingkungan fisik dan kebijakan fiskal: harga BBM.. Orang Belanda di Jogja cenderung naik kendaraan bermotor; sewa kijang kapsul atau taxi.. Di kawasan wisata nge-becak (lebih bernilai tourism daripada angkutan).. Sebaliknya orang Jogja di Belanda ya nggowes.. Kecuali ikut rombongan plesir dinas yg niscaya di-entertain KBRI Amsterdam.. GDP/capita Belanda 30x lipat Indonesia.. Kalao soal daya beli tentu orang Belanda rata2 bisa beli lebih dari 1 motor.. tapi orang Jogja milih beli motor daripada sepeda yg lebih murah.. Sekarang ada realita baru yg belum terjamah planner: dalam 5 tahun terakhir: minat berspeda meningkat tajam.. Sayangnya pendidikan kebijakan transportasi kita sangat bias terhadap mobil.. Coba tanya orang PU Bina Marga bagaimana mereka mendekati permasalahan transportasi? Kapasitas jalan diukur dari kemampuannya mengangkut mobil.. Apa ada mata kuliah yg membahas bagaimana merancang suatu pemukiman yg ramah sepeda? Di arsitektur&planologi pun diajari standar ketersediaan ruang parkir mobil dalam pembangunan gedung maupun kawasan.. Tidak ada standar mengenai parkir sepeda.. Itu masih dianggap aksesoris.. (Kira2, bagaiman Lefebvre&Bordieu menjelaskan ini...) Salam, -K- Pedal Powered BikeBerry From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> Date: Sat, 12 Dec 2009 14:09:44 +0000 To: refere...@yahoogrou ps.com<refere...@yahoogrou ps.com> Subject: RE: [referensi] jalur sepeda? Mas dan Mbak Refensier ysh; Bicara masalah upaya mendorong untuk bersepeda ria, saya sepakat bahwa itu dapat mengurangi pemborosan energi, polusi dan menambah badan sehat. Namun, realitas perkembangan yang ada sepeda motor yang lebih banyak digunakan, contohnya kota Jogya yang dulu disebut 'kota sepeda' sekarang berapa prosen yang masih bertahan dengan 'bersepeda ria' setiap hari ? Mungkin, masalahnya bukan 'iklan' motor yang lebih gencar, kiranya kita perlu melihat kenyataan/kecenderu ngan lain, misal adanya perubahan 'gaya hidup' masyarakat selain mungkin tuntutan kebutuhan yang sudah berbeda. Didekat rumah saya ada pangkalan 'ojek' yang setiap hari mangkal sekitar 15 peng-ojek motor, mereka pada dasarnya adalah pengangguran sementara (banyak yang bisa jadi tukang bangunan atau pekerjaan serabutan lain, kalau ada pesanan). Sambil nunggu kerjaan tetap, mereka sejak jam 05.00 sampai 19.00 mencari tambahan dengan sepeda motor (sewaan atau kreditan), penghasilan bersih rata-2 sehari antara Rp. 20.000 s/d 30.000,-. Mungkin banyak pangkalan ojek-motor yang tersebar dimana-mana didekat tempat anda mungkin juga ada. Nah, ini suatu kenyataan yang perlu diamati, apakah ojek-sepeda dapat menggantikannya ? Mungkinkah kita dapat memberikan solusi terbaik untuk keberadaan sepeda motor (tidak hanya ojek) yang semakin menjamur ini ? Seperti: jalur jalan, tempat parkir, keamanan, pengurangan polusi suara & udara dari knalpotnya, dll. semoga tulisan ini bermanfaat. Wassalam, Onnos. To: refere...@yahoogrou ps.com From: harya.setyaka@ gmail.com Date: Sat, 12 Dec 2009 06:53:22 +0000 Subject: Re: [referensi] jalur sepeda? Sya kira dimana iklan kendaraan bermotor selalu lebih agresif daripada iklan sepeda.. Apakah di Belanda ada pengecualian? Artis2 top nya pada mengiklankan sepeda dan bukan kend bmotor? Mungkin yg mengecualikan Belanda adalah harga bensinnya.. Salam, -K- Pedal Powered BikeBerry From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> Date: Fri, 11 Dec 2009 20:53:09 -0800 (PST) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda? Iklan sepeda selama ini kalah jauh dengan iklan motor, apalagi mobil. Jadi pantaslah motor dan mobil mendominasi gaya hidup dimana-mana. Tampaknya sepeda vs kendaraan bermotor akan memasuki pola Cicak lawan Buaya heheeee.... Salam, Djarot Purbadi http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK] http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com --- On Sat, 12/12/09, Risfan Munir <risf...@yahoo. com> wrote: From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda? To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Saturday, December 12, 2009, 10:44 AM Intermezo, Emas pertama Indonesia di SEA Games 2009 diraih oleh atlet "balap sepeda" Risa Suseanty di nomor downhill. Selamat! Saya kira akan baik kalau dia dijadikan ikon promo bersepeda (kayak iklan ..yg pake Rossi) itu lho. Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> Sent: Saturday, December 12, 2009 9:27 AM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda? Pak Risfan, uraian panjenengan memperkuat tesis saya, bahwa untuk ber-arsitektur ria atau ber-planning ria kita mesti melihat awalnya dari titik yang lain, tidak langsung ke arsitektur atau planning. Tentu ini bukan sebuah pelarian atas ketidakmampuan berarsitektur atau berplanning, melainkan sebuah kesadaran bahwa arsitektur dan tata keruangan ada di dalam jaring-jaring kehidupan, bukan perkara yang terisolasi atau terpisah dari sistem yang lain Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.

