Pak Aby ysh, saya tahun lalu secara batiniah mengikuti perjalanan Pak Eko ke Putera Jaya, termasuk beberapa tahun sebelumnya mengikuti Pak BTS ke tempat itu. Memang untuk diplomat asing masih berkantor dan berdomisili di KL, namun di PJ sedang disiapkan Converence Hall skala dunia. Dalam waktu dekat PJ akan 'jadi', dan akan menarik perhatian para diplomat untuk tinggal dan berkantor di situ.
Mengenai existing birokrat saya pikir cukup sempit kalau memikirkan kepentingannya saat ini. Saya senantiasa membayangkan apapun yang sedang kita lakukan saat ini akan dipetik buahnya oleh anak-cucu sebagai warisan tak ternilai. Salam. -ekadj --- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote: > > Rekan EkoBK ysh, > > Ttg pertanyaan  (2) âLalu kenapa kalau diplomat pindah ke Kuala Pembuang? munculnya hotel2 di sana? Apa yg hendak dicapai?ââ¦..⦠> Jelas bhw pusat pemerintahan⦠diikuti dgn berkumpulnya masyarakat diplomat internasional⦠diikuti oleh pembangunan berbagai fasilitas lingkungan kota pendukung lainnya⦠itu akan terus memicu berkembangnya aglomerasi dan perkembangan kota internasional disanaâ¦.. Setengahnya yg lain sebenarnya sederhana sajaâ¦. pernyataan ini setidaknya bisa sekaligus dipakai utk menjawab pernyataan berikut ini : > ââ¦birokrat yg anak2nya sudah terlanjur sekolah di al azhar, sman 8, tarki, ui, trisakti, dan istri2nya sudah biasa belanja di pi mall, plaza senayan, dst. apakah mau memboyong keluarganya ke pedalaman kalimantan? paling2 kost di sana... lha wong yg pindah ke medan, pekan baru, dst aja milih kost kok...:)â¦â. > > Kota dan arsitektur dan estetika adlh sama dgn âmesin ekonomiâ, âmesin pertumbuhanâ dan âmesin penciptaan kesempatan kerjaâ (brkali boleh juga disebut sbg âmesin kehidupanâ)â¦â¦.â¦. Kota2 (besar) adlh bagian dari ruang yg telah memiliki infrastruktur kehidupan, memiliki arsitektur yg para pemiliknya bisa membanggakannya ⦠maupun juga memiliki infrastruktur utk kemudahan produktivitas, dan umumnya memiliki fasilitas utk sebaik2 kemudahan komunikasi dgn kota2 lain domestik maupun duniaâ¦â¦ > Kota2 (besar) adlh tempat tinggal dari para klas menengah-atas, kaum intelektual  dan kelas kreatif yg menggerakkan perekonomian dan manufaktur, kehidupan sosial budaya  dan mendatangkan pembaruan/ teknologi baru bagi negeri â¦.biasanya juga menarik utk kunjungan wisataâ¦â¦â¦. > Semakin banyak dan semakin tersebar merata letak (kota2) besar kita ⦠itu sama artinya pemerataan kemajuan antar wilayah kita akan semakin baik mutunyaâ¦â¦ krn jarak antara periferi dan pusapertumbuhan akan semakin dekat dan semakin mudahâ¦.. > Kalau birokrat2 tak membawa anak2nya serta krn sudah di Terisakti, Al Azhar, istri2nya biasa ke PI dan Plaza Senayan⦠ya biarin sajaâ¦.. pertumbuhan wilayah toh tidak hanya ditentukan oleh merekaâ¦.. sopir2 para birokrat itu akan ada saja yg membawa serta keluarganyaâ¦. Krn sbg orang kecil dan banyak berasal dari desa tidak akan canggung utk hidup didaerah yg baru berkembang⦠para bujangan birokratpun akhirnya akan menikah dan mungkin membawa istrinya kesana lalu lahir anak2 dan akan bersekolah SD dan SMP disana â¦â¦perusahaan2 swastaâ¦. Sektor informal⦠dgn keluarganyaâ¦. semuanya akan berangsur2 membentuk aglomerasi disanaâ¦. Turis manca maupun domestik akan silih berganti datang ada saja yg pengin tahu dan lihat ibukota baru itu spt apaâ¦â¦.. krn kota Merdeka tentu pasti akan punya istana presiden⦠kota satelit⦠tv tower .. universitas⦠tempat ibadah .. tamanâ¦. zoo⦠shopping center⦠pencakar langit⦠jembatan2â¦â¦ > hotel... tempat kuliner...... > Brasilia yg dikembangkan pd 1956â¦. Ibukota baru dari Brazil itu juga kini berpenduduk 2,5 juta atau 3.6 juta kwsn metropolitannya⦠dan menjadi kota terbesar ke-4 di Brazilâ¦â¦. Banyak jg perusahaan nasionalnya yg berkantorpusat disanaâ¦.. Brasilia berkembang tidak berbasis industri manufaktur tetapi berbasis kegiatan konstruksi dan pelayanan/ jasa2⦠GDPnya terbagi atas Public Administration 54.8%, Services 28.7%, Industry 10.2%, Commerce 6.1%, Agribusiness 0.2%.......... pd 1987 Unesco menetapkan Brasilia sbg bagian dari world heritageâ¦â¦â¦â¦ > > Selama ini apa yg banyak terjadi dgn wajah âpembangunan perkotaan/ wilayahâ kita spt lbh diwarnai oleh kerjaan para developer yg mengembangkan perumahan dan kawasan industri sambil milih lokasinya enak2an menggelendot menemplok saja pada kota2 besar yg sdh adaâ¦â¦ jd mrk tidak usah pusing2 mengembangkan aglomerasiâ¦â¦ tdk usah pusing2 memikirkan apa leading activities yg hrs mereka buat utk memicu tumbuhnya perekonomian baru dikawasanâ¦. Tak usah pusing mikir siapa2 klas menengah/ atas/ klas kerah putih yg akan direkayasa ditarik utk bermigrasi/ datang dan (beli dulu) lalu tinggal dikompleks dagangan mrkâ¦... fasilitas kotapun tak harus dibangun khususâ¦. krn semuanya sdh ada dan mrk tinggal menggelendot nemplok dan memanfaatkan saja fasilitas2 kota besar yg sdh ada ituâ¦â¦ Pdhal kita bukankah juga pengin kota2 remote spt Kupang, Kendari, Nunukan, Natuna, Merauke, Talaud atau Sibolga yg kecil2 dan jauh dari kegiatan perekonomian perkotaan > skala besar itu dpt maju dan lbh modern  juga dan dpt lbh menjadi piston2 yg lbh berhorse power sbg bagian dari âkota2 sbg mesin ekonomi nasionalâ negeri ini?..... tapi keinginan itu tak kunjung bisa dilakukan?..... justru krn utk perkembangan lbh lanjut kota2 spt itu harus sekaligus diciptakan amunisi utk membangkitkan aglomerasinya?...... dan itu pekerjaan yg amat berat, mahal dan ribet?....... > Kalau âKota Merdekaâ sebagai pusat pemerintahan baru jadi dibuat di Kuala Pembuangâ¦â¦. Walau itu bukanlah tindakan terbaikâ¦. Jelas ia akan jadi salah satu contoh pertama yg baik di Indonesia ttg bgmn mengembangkan kota dikawsn terpencil yg jauh dari Jawa dan Jakartaâ¦â¦dgn medan atau lingkungan yg beratâ¦â¦ serba sungai â¦.serba rawa2 dan hutanâ¦.. serba terpencil dan belum memiliki brbg fasilitas kota yg memadaiâ¦â¦ dgn leading activities bukan manufaktur, bukan pertanian atau industr kreatifâ¦. Namun berupa kegiatan pemerintah pusatâ¦â¦.. > Aneh jg kalau scholar ex negara maju bisa tidak melihat suatu nilai positip apapun yg muncul dari tindakan ituâ¦â¦ aplgi bhw pd saat yg sama tak pernah ada tindakan konkrit lain apapun utk meredakan primacy Jkt dan ketertinggalan/ ketimpangan wilayah yg tajamâ¦.⦠> Bhw kenapa bukan âindustri memimpinâ yg dipakai utk ujung tombak dekonsentrasi kota primat oleh SBYâ¦.. kenapa lbh dipilih âpusat pemerintahanâ sbg âleading acitivitiesââ¦â¦.itu boleh jadi krn selama dlm pendidikan militernya di Fort Benning, Fort Bragg, Jungle Warfare School, Panama, atau di Belgia dan Jerman, S2 Manajemen di Missouri atau S3 Pertanian di Bogor.. SBY tak pernah ketemu dgn istilah2 âindustri memimpinâ atau âleading acitivitiesâ atau juga tak ketemu dgn kuliah ttg  visi2 pembangunan wilayah tertinggalâ¦â¦ bagi SBY dan banyak birokrat lainâ¦. Apa yg SBY dan mereka lihat sbg leading acitivities barangkali bukanlah budaya industri perkotaan dan budaya manufaktur perkotaanâ¦.. namun lbh berupa governing activities saja⦠yg selalu forever ⦠nggak pernah pake resesiâ¦â¦ nggak pernah pake sepi, jatuh bangun atau bangkrutâ¦â¦ tinggal tarik pajak, sedikit ngutang ke LN dan tetapkan APBNâ¦. lalu dari situ para > birokrat bisa kerja dan pensiun seumur hidup⦠bisa golf⦠istrinya bisa jalan2 ke PI atau Plaza Senayanâ¦. anaknya bukan lagi ke Trisakti.. malah ke ASâ¦.  yg artinya dgn governing activities saja ekonomi dipandang masih bisa jalan terus seumur hidupâ¦.. salam, > aby >  >  >  >

