Dear All, Rabu tanggal 27 Januari 2010 Dr. Deden Rukmana memberikan pencerahan bagi kalangan pemerhati planning perkotaan yang menjadi peserta Seminar Terbatas tentang "Perencanaan Kota dan Kearifan Lokal" di FIB, Yogyakarta. Inti gagasan yang disampaikan adalah bahwa mashab Chicago dan Loa Angeles sudah perlu ditinggalkan sebab terbukti menimbulkan banyak masalah bagi perencanaan kota-kota di Indonesia karena tekanannya pada rasionalitas mean-end approach, maka perlulah mempertimbangkan kekuatan kearifan lokal sebagai mashab baru !!!
Setelah diskusi di FIB, kami sempat berjalan menelusuri sudut-sudut kota Yogyakarta dan akhirnya piknik ke Parangtritis. Rute perjalanan kami cukup jauh, yaitu UGM, Pantirapih, Kridosono, Kotabaru, Tugu, Jalan Mangkubumi, Malioboro, Alun-alun utara (ada sekaten), SD Keputran, Masjid Gede, Monumen SO di Kraton, Tamansari, Alun-alun selatan (melihat Masangin), Panggung Krapyak, Kasongan, RM. Parangtritis, Parangkusumo, Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Bukit atas Parangtritis, dan pulang ke Bandara. Demikian, sekilas info jumpa darat yang sangat mengesankan (foto-foto di Parangtritis menyusul). Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

