Yth. Bung RM, saya hargai pendapat Anda. Tapi tak mudah. Konsolidasi tanah itu tidak bisa dilakukan pada kawasan yang sudah terbangun seperti Jakarta ini.
Thanks. CU. BTS. > Pak Eka Ysh, > > Terus terang saya gemes melihat bencana banjir yang selalu berulang tiap > tahunnya. Memang jika terjadi banjir 100 tahunan apa mau dikata, tapi > kalau tahunan dan tahun depan akan menghadapi hal yang sama tentu ini > suatu kesalahan yang fatal :-) > > Ide ini sebenarnya juga untuk mengakomodasi kebutuhan akan Ruang Terbuka > Hijau (RTH) dan sekaligus Mitigasi (tindakan terencana dan berkelanjutan > agar bisa mengurangi dampak jangka panjang atas kehidupan dan properti di > satu daerah yang terkena bencana) > > Gagasan yang ada dibelakangnya adalah konsolidasi lahan yang seharusnya > diawali dari lahan pemerintah didekat lokasi yang hendak ditata agar > masyarakat tidak tercabut dari akarnya. Saya gunakan istilah Tata untuk > menggati 'pembebasan lahan' karena pada dasarnya sebuah kota metropolitan > seperti Jakarta ini memang membutuhkan keragaman jenis tenaga kerja yang > sangat lebar. Dilain pihak penggusuran dengan ganti rugi ternyata juga > menimbulkan masalah baru yakni semakin melebarnya kota yang menjadi sulit > penanganannya. > > Konsolidasi lahan ini tentunya ditujukan agar biaya konstruksi pembangunan > apartemen murah ini tidak dibebani tingginya harga tanah. > > salam > > RM > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "ffekadj" <4ek...@...> wrote: >> >> >> Pak Rachmad ysh, sudah lama tak posting, mudah-mudahan bisa intens lagi. >> Gagasannya menarik, konstruktif, dan feasible pak. Ada beberapa gagasan >> sebenarnya: 1) provisi lahan publik (RTH/RTB), 2) mitigasi bencana, 3) >> heavy construction for the poor, 4) investasi >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/92> publik, 5) >> (local) government initiatives, dll. >> >> Kalau dapat gagasan ini dibicarakan dalam diskusi Jakarta 2030. Uangnya >> juga 'uang kecil', sekitar 0,05% APBD. Jadi t1 bisa inisiasi, t2 >> konstruksi, dan t3 ditempati. Untuk masalah bencana kita memang harus >> pragmatis, 'belum kuat' menentang kehendak alam. Termasuk >> dipertimbangkan juga pak, banjir 2006 sudah sampai ke Merdeka Utara. >> Salam. >> >> -ekadj >> >> >> --- In [email protected], "Rachmad M" <rachmadm@> wrote: >> > >> > Setiap tahun pasti kita membaca problem banjir yang melanda Jakarta. >> Telah banyak upaya dilakukan antara lain membuat Banjir Kanal Timur yang >> menelan banyak biaya. >> > >> > Namun, sebenarnya ada cara yang lebih mudah mengatasi ini yakni >> membiarkan daerah genang menjadi daerah hijau. Pada saat banjir, biarkan >> daerah ini banjir oleh karenanya pada daerah tersebut dilarang >> dipergunakan untuk hunian. Pergunakan saja untuk pertamanan atau kawasan >> kaki lima. >> > >> > Jika kita perhatikan jumlah pengungsi yang mencapai 1.700 Jiwa, maka >> ini diperkirakan sekitar 425 KK jika masing-masing KK terdiri dari >> Ibu,Bapak, dan dua anak. Kalau dibuatkan apartemen sederhana >> masing-masing dengan luasan 50 m2 maka hanya dibutuhkan 21.250 m2. >> Dengan dasar bangunan 2000 m2 maka dibutuhkan sekitar 11 lantai dengan >> harga sekitar 22.000 x 2.500.000 = 55 M cukup dibangun diatas 5.000 m2 >> milik pemda. >> > >> > Maka selesailah masalah banjir ditambah bertambahnya daerah hijau >> serta tertatanya kehidupan masyarakat perkotaan. >> > >> > Salam >> > >> > RM >> > >> > >> > >> > >> > Jakarta - Banjir yang melanda Ibu kota selama dua hari menyebabkan >> ribuan warga mengungsi. Hingga, Sabtu, 13 Februari malam, jumlah >> pengungsi terus bertambah. >> > >> > "Jumlah pengungsi bertambah dari semula 1.039 menjadi 1.700 jiwa >> karena khawatir ada kenaikan air pada malam hari," kata Staf Khusus >> Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arif melalui pesan >> singkat kepada detikcom, Sabtu (13/2/2010) malam. >> > >> > Pengungsi, menurut Andi, saat ini telah menerima bantuan dari berbagai >> pihak. Tapi di beberapa tempat, pengungsi masih membutuhkan bantuan. >> > >> > "Di tempat-tempat pengungsian masih memerlukan bantuan terutama untuk >> anak-anak dan para usia lanjut," imbuh lulusan FISIP UGM ini. >> > >> > Hujan lebat di Bogor menyebabkan air sungai Ciliwung yang mengarah ke >> Jakarta meluap. Akibatnya, banjir pun tak terbendung. Satu orang tewas >> karena tenggelam selama dua hari banjir melanda Ibu kota. >> > >> > >> > >> http://www.detiknews.com/read/2010/02/14/022152/1299065/10/pengungsi-ban\ >> jir-jaka\ >> > rta-capai-1700-jiwa >> > >> > > >

