Enrique Peñalosa Londoño, mantan walikota Bogota, Colombia 1998-2001, yg sebenarnya potensial utk menjadi capres pada 2010 ini tetapi ia malah memilih nyalon menjadi walikota utk yg kedua kalinya dan malah gagal..... Ia kemudian memperoleh sponsor dari World Bank dan ITPD untuk berkeliling dunia memberikan kuliah tentang ‘bgmn menjadi walikota yg baik’...... Apa yg telah diperbuatnya semasa menjadi walikota dari ibukota Bogota yg berpenduduk 7 juta jiwa dari negeri berpenduduk 45 juta jiwa dgn tingkat urbanisasi 74% dan ber GDP US$9200 itu banyak sekali ....spt a.l. membuat Transmilenio, sistem BRT yg diconteknya dari Curitiba yg kemudian iapun dicontek pula walau setengah2 oleh Sutiyoso ....membangun puluhan gedung sekolah baru selain memperbaiki 150an yg lama, membereskan ribuan tempat parkir dikotanya, menanam 100.000 pohon dsb.....dsb....... Walau Colombia blm dpt dikatakan sbg negara sangat kaya ....namun apa yg dibuat oleh Penalosa di Bogota ataupun Jaime Lerner di Curitiba yg kemudian ditiru oleh banyak negara lain ...nampaknya tak terlepas dari kenyataan bhw sbg orang (dinegara) kulit putih (Penalosa/ Spanyol; Lerner/ Portugis) ....mereka memang terbiasa dgn budaya membuat inovasi berkelas dunia .....dan inovasi tak harus selalu datang dari negara termaju dan kota terbesar.........
--- On Mon, 3/8/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [referensi] [email protected] has shared: Can We Design Cities for Happiness? To: [email protected] Date: Monday, March 8, 2010, 7:20 PM artikel menarik, tks. salam, W. Bintarto Can We Design Cities for Happiness? Source: shareable.net w_binta...@yahoo. com sent this using ShareThis.

