Rekan-rekan ysh, khususnya salam takzim untuk Pak DS. Pak DS adalah salah seorang mahaguru <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2514> yang paling mempengaruhi pemikiran saya, dan satu-satunya guru yang berani memberikan nilai A untuk saya dari semester 1 s/d 6. Coba kalau semua guru sepintar dan sebijak beliau ... Mengenai merokok, saya punya nostalgia sendiri dengan beliau. Memang tidak ada yang berani merokok di dekat beliau. Pernah satu kali saya kedapatan lagi merokok di luar kelas ketika beliau lewat, beliau berhenti sebentar, melirik, dan mengernyit kening, kemudian beliau tersenyum pada saya. Sejak saat itu saya merasa direstui untuk merokok. Sebenarnya saya tidak pernah merokok dan termasuk membencinya sampai tingkat 2. Namun sejak masuk kuliah-kuliah studio, termasuk berada dalam tekanan para asdos yang sok galak, mengeksplor waktu saya untuk belajar dan mengerjakan tugas sampai jauh larut malam. Bercangkir kopi sudah tidak mempan, termasuk waktu itu saya mengkonsumsi cerebrovit hingga sampai napacin (obat sesak napas) untuk bisa melek begadang. Akhirnya datang teman setia yang berkenan mengiringi ketekunan dalam belajar. Sampai sebelum KP saya masih suka beli ketengan, dan tentunya setelah mengenal duit ada peningkatan sampai menjadi a good smoker seperti sekarang ini. Pada umumnya sejauh saya memperhatikan dulu, mahasiswa yang dituntut pada ketekunan dan rajin, seperti AR, PL, dll cenderung untuk merokok, juga mahasiswinya. Termasuk pada profesi tertentu, seperti tukang, sopir antar kota, dan konsultan. Jadi mari kita lihat juga akar masalahnya. Sebagaimana diurai beberapa rekan, merokok juga merupakan suatu simbol, umumnya merupakan 'simbol perdamaian'. Suku-suku Indian melakukan ritual merokok untuk menanam kapak peperangan. Dulu waktu fieldwork, dengan didahului menawarkan sebatang GG maka mantri statistik akan rela memberikan data-datanya. Ada kisah juga disampaikan sejarawan Asvi Warman. Ketika H. Agus Salim mewakili Presiden Soekarno menghadiri upacara penobatan Ratu Inggris Elisabeth tahun 1953, ia agak kesal dengan suami ratu yaitu Pangeran Philip yang kurang perhatian terhadap tamu asing yang datang dari negeri-negeri yang jauh. Salim menghampiri dan mengayun-ayunkan rokok kreteknya di sekitar hidung sang pangeran. “Apakah Paduka mengenali aroma rokok ini? ” Dengan ragu-ragu menghirup rokok itu, sang pangeran mengakui tidak mengenal aroma tersebut. Agus Salim pun dengan tersenyum berujar “Itulah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa Paduka mengarungi lautan mendatangi negeri saya”. Maka suasana pun menjadi mencair, sang pangeran mulai ramah meladeni tamunya. Pada waktu di Belanda dulu saya sering dilirik cewek-cewek cantik waktu merokok. Dengan wajah ngarep mereka sering memulai pembicaraan, "Are you smoking a new marijuana?". Dan ini salah satu rahasia saya bisa lebih dekat dengan cewek Brazil itu dibandingkan dengan EkoBK yang lebih muda, ganteng, dan pintar. Namun sebagaimana disebut Pak Aby perlu tips and tricks untuk merokok secara sehat. Saya tidak pernah menarik dalam asap rokok itu, cukup sampai kerongkongan. Perlu sedikit atraksi dan gaya sehingga merokok bisa menjadi seni. Tidak mengganggu privasi orang lain. Kalau di dalam mobil, bisa membuka sedikit kaca jendela, sehingga ketakutan yang berlebihan seperti digambarkan dalam uraian di bawah bisa dihindarkan. Tentunya perlu konsumsi kopi yang katanya bisa menetralkan nikotin. Makan yang cukup dan istirahat yang cukup untuk menghindari penyakit. Para perokok bukanlah public enemy, dan tidak tepat dijadikan alasan untuk dimusuhi dan dijatuhkan. Peace!
-ekadj "Ka, bagi rokok kau satulah" (Junius Hutabarat) 2010/3/25 ukonisme <[email protected]> > > > Masih tentang rokok dari detik.com: > > Dokter Protes Kebiasaan Merokok di Mobil > > Syubhan Akib : detikOto > > detikcom - Jakarta, Merokok di dalam mobil ternyata tidak hanya berbahaya > karena mengganggu konsentrasi mengemudi yang akhirnya membuat kita rentan > mengalami kecelakaan, tapi juga berbahaya secara kesehatan. > > Merokok di dalam mobil pun dianggap lebih berbahaya karena ukuran kabin > mobil yang kecil membuat asap rokok memiliki efek yang cukup kuat bagi > penghirupnya. > > Karena itulah sebanyak 20 dokter paling senior di Inggris pun meminta > pemerintahan mereka untuk membuat sebuah peraturan yang melarang merokok di > dalam kendaraan. > > Bukan apa-apa, korban dari perokok yang suka merokok di mobil ternyata > kebanyakan adalah perokok pasif yang hanya menghirup asapnya dan tragisnya > kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. > > Bahkan menurut laporan Royal College of Physicians, asap rokok ini telah > menyebabkan berbagai gangguan seperti 300.000 konsultasi dan 9.500 pengaduan > ke rumah askit karena efek asap rokok pada anak-anak, akibatnya NHS pun > harus mengeluarkan lebih dari 23 poundsterling yang terpakai. > > Belum lagi 20.000 kasus infeksi saluran pernafasan bawah, 120.000 kasus > penyakit telinga bagian tengah dan 200 kasus terserang bakteri miningitis. > Dan yang lebih gilanya lagi, diperkirakan ada 40 bayi meninggal karena asap > rokok ini. > > "Undang-undang bebas asap rokok perlu lebih diperluas, termasuk pada > tempat-tempat umum yang sering dikunjungi oleh anak-anak dan kaum muda, dan > termasuk larangan merokok di semua mobil dan kendaraan lain," tulis para > dokter itu seperti detikOto kutip dari The Times, Kamis (25/3/2010). > >

