Rekan Jehan dan milisters ysh, Pertama trims atas perkenan diskusinya......... +++: Ketika saya membaca threadnya menarik juga, terlintas apa memang ada gebrakan baru pembangunan wilayah? Siapa nih? Lalu, setelah saya ikuti hingga ke sumber berita awalnya, eee... ternyata Bank Mandiri... Hehe.. >>>>: Walau sampai 1985 tersebut bhw seminar ttg KTI konon sudah dilakukan >>>>lebih dari 50 kali dan sampai hari ini hari ini jangan2 sudah mencapai >>>>1000 kali ....namun corak pembangunan KTI kita sampai saat ini sptnya masih >>>>sporadis dan sifatnya dpt dikatakan masih terus saja mengembangkan wacana, >>>>trial and error ......mencoba menemukan fallacynya (spt bhw selalu yg >>>>dikedepankan kok adlh strategi eksplorasi SDA dan bukannya impor SDM >>>>unggulan serta ‘trans’-investasi manufaktur perkotaan berdampak ganda besar >>>>dlm rangka pertama2 mengembangkan kota primatnya agar bertaraf >>>>internsional) .....terus mencari formulanya dan mencoba mengenali >>>>filosofinya yg tepat ....... Kalau anda berkenan menelusuri lbh lanjut sumber berita dari thread ini ...sptnya anda akan mendpatkan bhw sumbernya bukanlah hanya Bank Mandiri ..namun adlh Kompas bekerjasama dgn Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BAKTI) dan Forum Kawasan Timur Indonesia ..yg menggelar diskusi berjudul “Pembangunan KTI berbasis Sumber Daya dan Kontribusinya Utk Pembangunan Nasional”, 8 Pebruari 2010 di Makassar ......Diskusi dibuka oleh MenegPDT dgn narasumber Agus MW Dirut Bank Mandiri, pejabat KKP, Gubernur Sulut, Wagub NTB..........
++++: pertanyaannya, apa memang pendekatan pembangunan wilayah bisa dijalankan oleh sebuah bank??? Tentu tidak bisa. >>>>: Pertanyaan ini sptnya timbul krn misleading, mengira BankMandiri sbg >>>>‘sumber beritanya’.... namun kalau itu sbg pertanyaan lepas >>>>......mengingat Bank Mandiri sbg salah satu bank besar BUMN .. jawabnya ya >>>>sebenarnya lha kenapa kok nggak bisa? .....kalau misalnya ada proyek besar >>>>pembangunan di KTI sampai senilai 100 trilyun rp misalnya ...bukankah >>>>walau hanya sebuah bank ia bisa membentuk konsorsium internasional sampai >>>>30 bank besar misalnya?........ sebaliknya kalau menurut anda ‘pendekatan >>>>pembangunan wilayah tak dapat dijalankan oleh sebuah bank’ .....berkenankah >>>>anda berikan argumen penjelasannya?........ ++++: Jadi, siapa sih sebenarnya yang peduli dengan pembangunan wilayah sebagai pendekatan pembangunan di tanah air ini? Pemerintah? DPR? Kalau lembaga pemerintah, lembaga mana? Apa portofolio lembaga itu? (bukan ditujukan untuk Ditjen PR tentunya...) Kalau pejabat, siapa? Presiden? Wapres? Menko? Kepala Bappenas? >>>>: Sbg proyek nasional yg masih gentayangan mencari konsep dasar/ >>>>filosofinya yg manjur benar dan belum menemukan fallacy yg menjebaknya dan >>>>terus menerus menyebabkan kegagalannya ....bgmnpun ini masih tetap >>>>merupakan proyek besar pemikiran seluruh anak bangsa....... tak bedanya >>>>proyek pemberantasan korupsi ..apakah itu hanya melulu proyek presiden SBY >>>>dan lainnya boleh sekedar bersikap spt tuan2 atau malah sbg anak kecil >>>>saja? .....proyek pembangunan moral bangsa ....apakah itu sekedar proyek >>>>milik departemen agama saja misalnya ....proyek pendidikan sekedar milik/ >>>>tgjawab Mendiknas saja?...... tentunya nggak gitu khan ya....... ++++: Kalau tidak ada, ya tidak ada namanya pembangunan wilayah. Kalau yang ada itu PT Freeport, PT Conoco, PT Perkebunan XYZ, dll, ya sama saja seperti Bank Mandiri itu. Kebetulan saja SDA yang sedang mereka keduk ada di timur. Jangan-jangan pembangunan wilayah (Indonesia Timur) justru dijadikan jargon saja. >>>>: Freeport, Conoco atau PTPN XYZ sama saja dgn Bank Mandiri?.... apakah >>>>bisa diberikan penjelasannya? ........ yg duluan adlh jelas proyek2 >>>>eksplorasi SDA ....sementara itu Mandiri adlh lembaga keuangan .....dan >>>>proyek pendanaan oleh bank bisa SDA maupun non SDA....bisa dipedalaman >>>>pertanian/ pertambangan maupun diperkotaannya .......salam, aby --- On Wed, 4/7/10, Jehan Siregar <[email protected]> wrote: From: Jehan Siregar <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Pembangunan Wilayah To: [email protected] Date: Wednesday, April 7, 2010, 8:51 AM Halo semua, pengen nimbrung juga nih. Ketika saya membaca threadnya menarik juga, terlintas apa memang ada gebrakan baru pembangunan wilayah? Siapa nih? Lalu, setelah saya ikuti hingga ke sumber berita awalnya, eee... ternyata Bank Mandiri... Hehe.. pertanyaannya, apa memang pendekatan pembangunan wilayah bisa dijalankan oleh sebuah bank??? Tentu tidak bisa. Jadi, siapa sih sebenarnya yang peduli dengan pembangunan wilayah sebagai pendekatan pembangunan di tanah air ini? Pemerintah? DPR? Kalau lembaga pemerintah, lembaga mana? Apa portofolio lembaga itu? (bukan ditujukan untuk Ditjen PR tentunya...) Kalau pejabat, siapa? Presiden? Wapres? Menko? Kepala Bappenas? Kalau tidak ada, ya tidak ada namanya pembangunan wilayah. Kalau yang ada itu PT Freeport, PT Conoco, PT Perkebunan XYZ, dll, ya sama saja seperti Bank Mandiri itu. Kebetulan saja SDA yang sedang mereka keduk ada di timur. Jangan-jangan pembangunan wilayah (Indonesia Timur) justru dijadikan jargon saja. Tabik, Jehan --- On Wed, 4/7/10, Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> wrote: From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> Subject: RE: [referensi] Pembangunan Wilayah To: "refere...@yahoogro ups.com" <refere...@yahoogrou ps.com> Date: Wednesday, April 7, 2010, 2:54 PM Hallo Pak BTS, wah kepancing juga nich yee... Pertama pemakainan istilah KIB/KIT atau KBI/KTI okay saja, yang penting maksudnya sepaham. Kedua mengenai manusia 'semut' sepertinya memang punya sifat bergerombol dalam mencari makanan/kehidupan. Semakin mereka 'pinter', seperti orang Jepun, mereka tetap saja bergerombol di kota-kota besarnya, mereka bahkan mencari bahan makanan dan bahan baku lainnya dari mana saja (termasuk dari Indonesia). Manusia 'semut' di KIB sepertinya juga lebih senang hidup bergerombol (terutama dikota-kota besarnya), mereka mendatangkan bahan baku dari KIT atau kawasan yang ada/kaya SDA lainnya. Mungkin pepatahnya diubah 'ada semut ada gula', jadi kalau mau mendorong pembangunan wilayah di KIT, mungkin perlu terobosan agar kota-kota besarnya (misalnya: Ambon-Ternate- Sorong-Manokwari -Jayapura- Merauke) dapat tumbuh pesat/besar sehingga menarik 'semut-semut' berdatangan makan 'gula' yang banyak disekitarnya. Maaf kalau salah mohon dikoreksi ya. Wassalam, Onnos. New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger

