----- Forwarded Message ----
From: yati Simanjuntak <[email protected]>
To: ELIAKIM SITORUS <[email protected]>; [email protected]; Bungaran 
Anton Simanjuntak <[email protected]>; Bungaran Simanjuntak 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; “Manambus” 
<[email protected]>; Charlie Yoseph <[email protected]>; david 
rajagukguk <[email protected]>; Delima <[email protected]>; 
[email protected]; eka rianta <[email protected]>; arifin Telaumbanua 
<[email protected]>; [email protected]; Gomar Gultom 
<[email protected]>; gurgur <[email protected]>; gurgur manurung 
<[email protected]>; Reantina Novaria Gurusinga 
<[email protected]>; Andiko Huma <[email protected]>; 
[email protected]; Irma Simanjuntak <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; Jaringan Aktivis Sumut 
<[email protected]>; jeirry sumampow <[email protected]>; 
Jenni Ester <[email protected]>; Jhonny Nelson
 Simanjuntak <[email protected]>; Joni Simanjuntak 
<[email protected]>; Jopi Peranginangin <[email protected]>; judianto 
simanjuntak <[email protected]>; junpiter pakpahan 
<[email protected]>; Pdt Josep Matondang <[email protected]>; pengmas 
Rein Justin HKBP <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; LBH MEDAN 
<[email protected]>; Lentera <[email protected]>; Lesma Manjerang 
<[email protected]>; limantina sihaloho <[email protected]>; 
Lingga Wesly <[email protected]>; [email protected]; aco merdeka 
<[email protected]>; PESADA Medan <[email protected]>; martin hutagalung 
<[email protected]>; Robert Manurung <[email protected]>; Robert 
Manurung <[email protected]>; Tigor Munthe <[email protected]>; 
[email protected]; Abdon Nababan <[email protected]>; Andiko Huma 
<[email protected]>; Pdt Nelson <[email protected]>; Pdt.
 Naomi Simarmata <[email protected]>; Poltak Hasiholan Hutabarat 
<[email protected]>; LBH MEDAN <[email protected]>; Parpem 
<[email protected]>; Parpem GKPS 
<[email protected]>; PESADA Medan 
<[email protected]>; PETRA BERSAMA <[email protected]>; Pengmas Gkpi 
<[email protected]>; Pdt Salomo <[email protected]>; 
[email protected]; Martua Thomas (ICRAF) Sirait <[email protected]>; Saur 
Tumiur <[email protected]>; Tumpak Revolution 
<[email protected]>; uli pakpahan <[email protected]>; Victor 
Silaen <[email protected]>; Lingga Wesly <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Yakoma <[email protected]>; 
david rajagukguk <[email protected]>; [email protected]; benget 
<[email protected]>; Monang <[email protected]>; saurlin 
<[email protected]>; saurlin ps <[email protected]>; eka rianta 
<[email protected]>;
 [email protected]; gabarel sinaga <[email protected]>; Gindo 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
Jaringan Aktivis Sumut <[email protected]>
Cc: ksppm girsang1 <[email protected]>
Sent: Friday, April 30, 2010 10:14:58
Subject: Bencana banjir dan longsor di Samosir


Tadi malam (Kamis 29 April 2010) sekitar pkl.20.00.Wib, turun hujan dengan 
lebat. Hujan deras sekitar 2 jam itu, tiba-tiba menimbulkan banjir karena 
longsor yang berasal dari atas bukit hutan blok Sitonggi-tonggi dan menimpa 2 
desa atau perkampungan penduduk yang berada di bawah pebukitan yakni: desa 
Sabulan dan Buntu Mauli, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir.

Batu-batu besar, tanah/lumpur, dan gelondongan-gelondongan kayu jatuh dari atas 
bukit, menimpa rumah-rumah yang dihuni penduduk, sementara limpahan air yang 
berasal dari hulu (bukit) tidak lagi tertampung sungai-sungai yang berada di 
desa tersebut, sehingga air sungai menimbulkan banjir dan menghantam rumah 
penduduk.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan staf KSPPM (Anggiat Sinaga) yang pagi 
ini langsung ke TKP, diperoleh data-data korban dan kerusakan yang terjadi di 
dua desa per telepon yakni:

1. Di desa Sabulan:
- Satu keluarga beserta rumahnya tertimpa batu, dan kayu-kayu gelondongan dan 
terseret air hingga ke Danau Toba.Rumahnya hilang tak berbekas yang tinggal di 
bekas tempat berdirinya rumah hanya batu besar dan kayu yang jatuh dari atas 
bukit. Hingga saat ini anggota keluarga ini belum ditemukan 4 orang yakni ibu 
yang bernama Lidia br Tamba, bersama 3 anak-anaknya yakni: Samuel Aldo 
Situmorang, Pegang Hasudungan Situmorang, Marintan Lumada Situmorang. Sementara 
1 orang putrinya yakni Marsaulina br Situmorang (kelas 3 SMP) ditemukan sudah 
meninggal dunia.  Dan 2 orang anak-anaknya yang lain ditemukan selamat yakni: 
Anda Situmorang dan Tua Situmorang. 

-Ada 4 unit jembatan yang menghubungkan jalan-jalan ke desa ini putus dan rusak 
berat yakni: Jembatan Tanda Rohot, Lumban Nahor, Lumban Garada, HKBP 
Sitahu-tahu.

- Tiang-tiang listrik (PLN) beserta kabelnya tergulung air.

2. Di desa Buntu Mauli
- Di desa ini, 6 unit rumah rusak parah, 6 orang luka-luka yakni: Saud Sinaga, 
Nai Saur br Sinaga, Ama Resta Sinaga, Ama Ester Sinaga, Ama Dama Sinaga, Sarael 
Sinaga.

Sampai berita ini dikirimkan, kedua desa ini belum mendapat pertolongan dari 
pihak mana pun. Sementara korban yang luka-luka masih dirawat di rumah Bidan 
yang ada di desa tersebut. Masyarakat juga sedang bergotongroyong mencari 
korban hilang (yang belum ditemukan).



Catatan: 
 
 
Sejak April 2008,
PT. TPL, Tbk  menggunduli Hutan Lindung Register
41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi. Dalam tempo ±3 tahun, berkisar ¾ dari
luasan Hutan Lindung Register 41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi atau 
sekitar 26.752
Ha sudah habis digunduli oleh PT.Toba Pulp Lestari.Hutan Lindung
Register 41 ini berada di perbukitan dan sekitar 10 km dibawahnya tersebar
pemukiman penduduk khususnya di 3 kecamatan lumbung pangan Samosir yaitu
Kecamatan Sitio-tio, Harian dan Sianjur Mulamula. Selama ini masyarakat sudah 
sangat khawatir dan resah akan
adanya bahaya longsor, banjir bandang dan kekeringan.  Dan hal ini sudah 
beberapa kali mereka sampaikan ke pemkab dengan tuntutan agar menghentikan 
penebangan dan melakukan  penyelamatan Hutan Lindung
Register 41 Hutagalung Blok Sitonggi-tonggi ini.
 
Selain itu, semenjak PT.TPL, Tbk
tersebut melakukan aktifitas penggundulan hutan tersebut maka banyak
bermunculan kongsi-kongsi PT.TPL, Tbk yakni dengan bertambahnya pabrik sawmill 
disekitar Hutagalung yang membeli kayu log, dari PT.TPL, Tbk. 

Sungai-sungai sudah pernah meluap di Desa Sabulan pada
tahun 2005, dimana saat itu Sungai Bulak dan Sitio-tio meluap dan menghancurkan
rumah dan pertanian penduduk. Sedangkan pada saat kemarau masyarakat mengalami
kekeringan berkepanjangan. 

Oleh:
Suryati Simanjuntak
KSPPM Parapat 

Kirim email ke