Pak BSP ysm. Terima kasih atas penjelasan yang disampaikan, sungguh suatu pengetahuan yang berharga. Sepertinya kalau mau nyantet harus lulus kuliah Fisika Quantum dulu ya pak? Saya tertarik dengan materialisasi-dematerialisasi, mengingatkan pada tumbuhnya gagasan 'dialectical materialism'-nya Engels, yang melandasi analisis Marx. Gagasan 'dematerialism' sepertinya menarik dikembangkan sebagai ilmu baru, siapa tahu ada fisikawan/santetwan yang berminat mengembangkannya; dan pasti akan bergema ke disiplin sosial khususnya. Untuk nyantet kambing/ayam siap sedia ikutan. Salam.
-ekadj. 2010/6/21 [email protected] <[email protected]> > > > Uda Eka, Cak Andri ysh, > > ngomong2 soal santet atau soal yang sering disebut sebagai meta fisika ... > sebenarnya masih bisa ditelusuri secara rasional .... > > Dari beberapa referensi buku2 dan juga dari ungkapan2 para sesepuh, > sebenarnya meta fisika adalah juga fisika semata yang berbasis pada > kekekalan energinya Einstein. > > Kalau kita mau lebih memasuki wilayah diskursus ini maka kita harus masuk > pada inti dari kehidupan (bukan dari kacamata ketuhanan) yaitu adanya anargi > yang dibangun oleh partikel2 yang lebih kecil dari atom.... kalau kita sudah > masuk ke wilayah itu maka mendadak buku2 pegangan agama Samawi mendadak bisa > dibuktikan secara nyata ... bahkan bisa dibuktikan bahwa sebenarnya apa2 > yang di dunia ini sebenarnya kosong belaka dan itu ada karena adanya energi > ... energi ini menciptakan frekuensi ... baik yang bersifat entropi > (sehingga oleh ahli Geography dan perencanaan dikenal ada sebuah model yang > disebut Enthrophy Maximizing Model sebagai padanan dari Gravity Potential > Model yang sebenarnya juga hukum energi lagi). > > Kalau kita membaca bahwa sebenarnya benda ini baik itu yang bersifat padat > maupun udara tidak lebih dari sebuah sistem energi yang terbentuk karena > sistem energi > > Rumusnya adalah ... bila sebuah titik partikel terkecil melakukan gerakan > entropis dalam frekuensi yang sangat tinggi maka ini akan membentuk benda > ... semakin cepat maka akan semakin padat benda itu. Dari sinilah kemudian > muncul materialisasi dan de-materialisasi ..... > > Karena itulah yang dilakukan oleh para santetwan dan santetwati adalah > mengurangi frekuensi sehingga energi yang ada pada benda tersebut akan > semakin melemah .... pada titik ini dia akan terurai.... dan akhirnya > de-material. Pada saat barang bersifat de material tersebut maka lebih mudah > untuk orang melakukan transformasi (kalau masih ingat bagaimana hukum > kekekalan massa dan ini yang juga dipergunakan untuk memproses dari air yang > diatas menjadi listrik . > > Kalau kita ingat film2 sci-fi kita pasti ingat yang disebut teleporter ... > suatu proses dematerialisasi - transportasi - materialisasi. Nah itulah yang > terjadi sebenarnya. > > Pertanyaan berikut adalah kok santet bisa melakukan itu tidak menggunakan > peralatan. Kembali lagi secara sederhana bisa dikatakan bahwa peralatan yang > demikian canggih tersebut tidak lebih adalah alat untuk melakukan deformasi > energi .... untuk itu dilakukan dengan menabrakkan energi tertentu (lihat > bagaimana pengaruh gelombang bisa menggerakkan banyak peralatan dengan > menangkap gelombang tersebut ... tentu dalam konsep yang lebih kompleks. > > Nah sesuatu yang sering kita lupakan, kita ini juga zat yang berenergi .... > apalagi ada sebuah energi yang digabung secara kompleks dan..... satu hal > lagi ada yang disebut roh. Untuk itu, ada sebuah penelitian di Amerika > Serikat bahwa sebenarnya hantu dan malaikat adalah terbentuk dari unsur2 > partikel kecil tersebut dan partikel ini lebih kecil dari partikel benda > material. Unsur terkecil tersebut, kalau tidak salah disebut "kwok". Ini > beberapa puluh angstrum lebih kecil dari partikel material tersebut. > > Artinya dengan engine dari manusia yang mempunyai kekuatan material dan > ditambah kekuatan roh yang mempunyai energi dengan sistem yang lain > tersebut, sangat mudah untuk dipahami bahwa manusia secara swadiripun akan > dapat melakukan proses dematerialisasi tersebut. Artinya santet bukanlah hal > yang mengherankan. Namun jelas tidak bisa setiap manusia melakukan itu ... > dibutuhkan latihan2 tersendiri. > > Demikian kira2 secara kasar apa yang pernah saya baca tentang persantetan > tersebut. Tetapi kalau saya mungkin lebih enak makan santat ayam atau santet > kambing ... he he he > > Salam > > bambang sp >

