Uda Eka, Cak Andri ysh, ngomong2 soal santet atau soal yang sering disebut sebagai meta fisika ... sebenarnya masih bisa ditelusuri secara rasional ....
Dari beberapa referensi buku2 dan juga dari ungkapan2 para sesepuh, sebenarnya meta fisika adalah juga fisika semata yang berbasis pada kekekalan energinya Einstein. Kalau kita mau lebih memasuki wilayah diskursus ini maka kita harus masuk pada inti dari kehidupan (bukan dari kacamata ketuhanan) yaitu adanya anargi yang dibangun oleh partikel2 yang lebih kecil dari atom.... kalau kita sudah masuk ke wilayah itu maka mendadak buku2 pegangan agama Samawi mendadak bisa dibuktikan secara nyata ... bahkan bisa dibuktikan bahwa sebenarnya apa2 yang di dunia ini sebenarnya kosong belaka dan itu ada karena adanya energi ... energi ini menciptakan frekuensi ... baik yang bersifat entropi (sehingga oleh ahli Geography dan perencanaan dikenal ada sebuah model yang disebut Enthrophy Maximizing Model sebagai padanan dari Gravity Potential Model yang sebenarnya juga hukum energi lagi). Kalau kita membaca bahwa sebenarnya benda ini baik itu yang bersifat padat maupun udara tidak lebih dari sebuah sistem energi yang terbentuk karena sistem energi Rumusnya adalah ... bila sebuah titik partikel terkecil melakukan gerakan entropis dalam frekuensi yang sangat tinggi maka ini akan membentuk benda ... semakin cepat maka akan semakin padat benda itu. Dari sinilah kemudian muncul materialisasi dan de-materialisasi ..... Karena itulah yang dilakukan oleh para santetwan dan santetwati adalah mengurangi frekuensi sehingga energi yang ada pada benda tersebut akan semakin melemah .... pada titik ini dia akan terurai.... dan akhirnya de-material. Pada saat barang bersifat de material tersebut maka lebih mudah untuk orang melakukan transformasi (kalau masih ingat bagaimana hukum kekekalan massa dan ini yang juga dipergunakan untuk memproses dari air yang diatas menjadi listrik . Kalau kita ingat film2 sci-fi kita pasti ingat yang disebut teleporter ... suatu proses dematerialisasi - transportasi - materialisasi. Nah itulah yang terjadi sebenarnya. Pertanyaan berikut adalah kok santet bisa melakukan itu tidak menggunakan peralatan. Kembali lagi secara sederhana bisa dikatakan bahwa peralatan yang demikian canggih tersebut tidak lebih adalah alat untuk melakukan deformasi energi .... untuk itu dilakukan dengan menabrakkan energi tertentu (lihat bagaimana pengaruh gelombang bisa menggerakkan banyak peralatan dengan menangkap gelombang tersebut ... tentu dalam konsep yang lebih kompleks. Nah sesuatu yang sering kita lupakan, kita ini juga zat yang berenergi .... apalagi ada sebuah energi yang digabung secara kompleks dan..... satu hal lagi ada yang disebut roh. Untuk itu, ada sebuah penelitian di Amerika Serikat bahwa sebenarnya hantu dan malaikat adalah terbentuk dari unsur2 partikel kecil tersebut dan partikel ini lebih kecil dari partikel benda material. Unsur terkecil tersebut, kalau tidak salah disebut "kwok". Ini beberapa puluh angstrum lebih kecil dari partikel material tersebut. Artinya dengan engine dari manusia yang mempunyai kekuatan material dan ditambah kekuatan roh yang mempunyai energi dengan sistem yang lain tersebut, sangat mudah untuk dipahami bahwa manusia secara swadiripun akan dapat melakukan proses dematerialisasi tersebut. Artinya santet bukanlah hal yang mengherankan. Namun jelas tidak bisa setiap manusia melakukan itu ... dibutuhkan latihan2 tersendiri. Demikian kira2 secara kasar apa yang pernah saya baca tentang persantetan tersebut. Tetapi kalau saya mungkin lebih enak makan santat ayam atau santet kambing ... he he he Salam bambang sp

