Milisters ysh, Batam dlm brp hari ini hangat didiskusikan ……dimulai dari sebuah tanya mengaku agak ‘awam’ ….Batam kok tak maju sepesat BSD ……yg lalu memunculkan berbagai tgp yg juga menjadi kesana-kemari…… Semua harus dihargai dimulai dari tanya itu sendiri yg dgn jujur dan mulia mengaku awam ……sampai kpd tgp dari berbagai perspektip…. Sebenarnya selain tak relevan dan lalu malah mudah memunculkan salah kaprah tgp..…. pembandingan Batam dan BSD misalnya jg mudah sekali memancing jawaban irelevan yg semakin jauh pula ………kecuali kita coba bandingkan Batam dgn Shenzhen misalnya….. Sebenarnya agak menyedihkan kalau sampai ada yg mengira Batam itu lbh kecil, lebih remeh temeh dan lbh tertinggal dibanding BSD misalnya…….. Batam yg semula pada 1970-an atau 40 tahun yl hanya berpenduduk 6000 jiwa dan hanya berupa sebuah kecamatan ……kini tlh berpenddk setidaknya 988.555 jiwa dan menjadi 12 kecamatan……kini telah dpt dikatakan menyandang status kota metropolitan …….memiliki tak krg 26 industrial parks dan tak kurang dari sebuah bandara internasional dan 5 pelabuhan ferry internasional yang menghubungkannya dengan Singapura dan Malaysia: Batam center, Batu Ampar (Harbour Bay), Nongsa, Waterfront City, dan Sekupang……...BSD tak memiliki satupun dari jenis prasarana transport internaional itu……. Ada pula yg memprihatinkannya kenapa Batam tak punya universitas negeri …..padahal walau agak terlambat pd 2007 memiliki UMRAH (Univ. Maritim Raja Ali Haji) atau dikenal sbg Politekni Batam dan seorang milister kita pak Nuzul kalau tak salah sempat menjadi dekan fak ekonomi disana……… Sekedar menunjukkan bgmn Batam peduli pendidikan …..setidaknya sampai hari ini terdapat ckp banyak perguruan tinggi swasta seperti Universitas Internasional Batam(UIB), Universitas Putra Batam (UPB), Universitas Batam(Uniba), STIE Ibnu Sina, STT Bentara Persada, Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dll…….. Kita belum lupa a.l. pak BSP jg pernah menyinggung masalah Ruli (Rumah Liar) di Batam yg sgt menjadi keprihatinan …… lalu baru kemarin kita dengar pula Pemda Batam melakukan kunjungan kerja (studi?) ke Vietnam utk urusan eco industrial park walau kita juga punya EJIP di CIkarang yg lengkap dgn modern waste treatmentnya …….manajemen kawasan industrinya dgn link internasional oleh Sumitomo Corp. melalui anak usahanya Overseas Industrial Park Dept…… Kita juga tentu sedih merasakan bgmn banyak dari bangsa kita sgt senang (dan yg belum pernah jg banyak yg sgt ingin) utk pergi jalan2 ke Singapura yg hanya 20km jauhnya dari Batam …..yg padahal berbagai atribut kota disana jg tak sedikit yg Batam punyai atau Jkt punyai…….. Rasanya Batam lalu ibarat anak tiri atau anak muda yg tak diharapkan atau tak dibanggakan ..walau ia telah mencetak seddemikian banyak prestasi ……ia banyak diremehkan ……banyak dicela ….dan spt tak banyak yg justru membanggakan, mendoakan, dan menimang2nya atau menyenandungkannya utk agar ia cepat jadi lebih besar …juga agar semakin cantik……. Dibanding membanggakannya dan mencoba membuat checklist apa2saja kekurangan yg perlu dibuat di Batam sbg laiknya sebuah kotamadya atau sebagai habitat manusia agar menjadi amat menyenangkan …..atau katakanlah coba membandingkannya dgn Singapura yg dipelupuk mata … utk memacu semangat agar Batam menjadi lebih cantik dan semakin besar dan semakin mandiri ……. Sptnya yg merasa kurang pede, mencemoohkan atau menyepelekannya masih saja banyak ……..salam, aby

