Milisters ysh,
Saat ini DPR dan Gub DKI saling melakukan kritik …yg dimulai dengan ‘serangan’
DPR yg katakan Gub DKI tak kunjung mampu atasi kemacetan Jkt – sesuatu yg
menurut DPR kenapa dulu dijanjikan oleh Foke sewaktu kampanye pilgub waktu itu
……yg lalu Gub DKI menyerang balik dgn katakan DPR hanya bisa ngomong doang dan
“…mengatasi kemacetan Jkt itu tak semudah bikin martabak bung…” ….begitu
serangan balik dari Gub DKI kpd DPR……
Kalau menurut saya ....saya pikir kedua pihak sama2 saja brengseknya atau kalau
mau lbh kasar ya kedua pihak sama2 geblegnya ……DPR mengira kemacetan itu dpt
diselesaikan sendiri oleh Jkt dan krn itu dgn sederhana lalu ia dipandang
mrpkn tgjwb Gub DKI ……sementara itu para Gub DKI (termasuk juga para cagub)
umumnya jg bersikap arogan dgn selalu memandang kemacetan Jkt memang dpt
diselesaikan hanya oleh Jkt sendiri saja ……dan tak diperlukan peran kota2 lain
spt ttg perlunya dikembangkan countermagnet city atau pengembangan kota besar
lain serta penyemaian industri memimpin disana utk membagi arus urbanisasi dan
migrasi yg saat ini terbanyak menyerbu kota Jkt/ Jabodetabek……
Bhw DPR ‘memikirkan’ kemacetan Jkt …itu samasekali tdklah salah ….krn apa2 yg
menjadi masalah serius bagi masyarakat, bangsa dan negara tentu itu termasuk
dlm lingkup pemikiran pd umumnya negarawan…..baik eksekutif maupun legislatif
…… Yg lalu menjadi tidak pas adlh kalau DPR lalu berpikir
menyederhanakan masalah dgn mengira masalah kemacetan Jkt dpt diselesaikan di
Jkt dan sendirian oleh Jkt (dan tentu lalu dlm pandangan DPR kambingnya
hitamnya ya tdk lain adlh Gub DKI atau dlm hal ini Foke itu) ……..
Baik pihak DPR maupn Gub DKI maupun banyak pihak yg lain (termasuk DJPR) masih
sangat kurang berpikir bhw kemacetan adlh bagian sebab dari urbanisasi dan
migrasi yg terbesar menyerbu Jabodetabek dan berpusatnya industrialisasi maupun
juga lokasi2 industri nasional memimpin di Jabodetabek maupun banyak jenis foot
loose industries yg berlokasi ‘memusat’ di Jawa ……dan mrk belum pada mau
berpikir ttg perlunya mengembangkan countermagnet city to Jkt dgn inisiasi
berupa penyemaian industri memimpin spd industri spd motor kita yg sampai 6,5
juta unit per tahun dan ke-3 terbesar dunia …….yg kenapa ia hrs seluruhnya
diproses hanya disepanjang koridor Cikampek-Krawang-Bekasi …..dan bukannya 1/8
bagiannya saja misalnya disuruh memproses di calon countermagnet city di KTI
misalnya .....yg dgn itu akan menumbuhkan dampak2 ganda yg luas diberbagai
sektor ..dan pd saatnya akan dpt mempengaruhi arus migrasi dan urbanisasi yg
menyerbu Jabodetabek
.......salam,
aby