Berikut ini adalah daftar jumlah beban penyisihan penghapusan aktiva 
produktif bank-bank pada tahun 2005.. Angka adalah dalam juta rupiah.

BMRI    4.445.226 
BBRI        710.070 

BBCA      359.922 

BDMN     210.214 

BNGA      201.462 

BNII         179.282 


Dapatkah Anda membayangkan seberapa besar duit Rp 4,4 trilyun itu? 
Angka 4,4 trilyun hampir dapat membeli saham SMGR kepunyaan Cemex 
loh. Dari jumlah Rp 4,4 trilyun itu Rp 3,8 trilyun merupakan 
penghapusan dari aktiva kredit yang diberikan. Suatu angka yang luar 
biasa. Apakah angka di atas merupakan angka final? Atau masih ada 
serial kelanjutannya di tahun 2006?

Apa artinya penyisihan penghapusan aktiva produktif? Aktiva 
produktif  boleh berarti asset yang ditanamkan untuk menghasilkan 
bunga atau pendapatan.. Salah satunya adalah kredit yang diberikan. 
Peraturan BI mengharuskan bank untuk menyisihkan sebagian dari 
aktiva produktifnya. Jumlah persentase penyisihan adalah tergantung 
dengan golongan aktiva produktif. Misalnya kredit dapat digolongkan 
pada lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, macet 
akan mempunyai persentase yang berbeda-beda. Kalau macet hapusnya 
bisa 100% loh.

Dengan peraturan BI yang baru No.7/2/PBI/2005 bank diharuskan untuk 
menyisihkan aktiva produktifnya sesuai dengan golongan kredit yang 
sama seperti yang diberikan oleh bank lain terhadap kredit bersama. 
Artinya adalah jika satu bank memberikan kredit secara bersamaan 
dengan bank lain kepada sebuah perusahaan. jika bank lain itu 
menggolongkan kredit tersebut sebagai kredit macet, maka bank ini 
juga harus menggolongkan kredit tersebut ke dalam golongan macet.

Apa yang terjadi dengan BMRI?

Pertama kita dapat berasumsi bahwa manajemen lama BMRI telah 
menyimpan dengan sedemikian rupa barang busuknya. Artinya kredit 
yang sebenarnya "macet" bisa digolongkan "diragukan" atau "kurang 
lancar". Sehingga penyisihan yang dilakukan tidak besar. Barang 
busuk ini baru dikeluarkan oleh manajemen baru.

Kedua, manajemen baru sengaja membusukkan aktiva produktifnya untuk 
tahun 2005 agar pada tahun 2006 tidak perlu melakukan penyesuaian 
yang berarti, atau malah ada pembalikan (kebalikan dari penyisihan 
yang akhirnya menjadi pendapatan).

Fakta:
Laporan Kuartal I, ECW Neloe masih duduk, penyisihan aktiva 
produktif cuma sebesar Rp 590 M.
Laporan Kuartal II, ECW Neloe sudah terlontar dari kursinya, 
penyisihan aktiva produktif sebesar Rp 2.411 M.

Saya lebih mempunyai analisa, manajemen baru telah menyisihkan 
hampir semua asset yang busuk pada manajemen lalu dan sedikit 
membuat busuk asset yang sebenarnya belum busuk dengan harapan untuk 
mencapai kinerja yang cemerlang di masa kepemimpinan manajemen baru. 
Kita lihat tahun 2006 mungkin menjadi awal dari masa kecermelangan 
manajemen baru. Apakah ada yang mau percaya?

Salam,

IN











DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke