Salah satu kunci untuk melihat apakah perusahaan sedang bertumbuh 
ataupun tidak adalah dengan melihat pertumbuhan aktiva tetapnya. 
Adanya peningkatan dari aktiva tetap menunjukkan adanya kemungkinan 
yang sangat besar bahwa perusahaan akan menghasilkan tingkat 
penjualan yang bertumbuh, tingkat laba operasi yang bertumbuh, 
tingkat perolehan kas operasi yang bertumbuh.

Namun tidak semua sektor industri dapat dibaca pertumbuhannya dari 
sisi aktiva tetap.

Sektor perkebunan: aktiva tanamannya adalah yang menjadi parameter.
Sektor multifinancing : piutang pembiayaan konsumen, pembiayaan sewa 
guna usaha dan yang sejenisnya yang menjadi parameter.
Sektor asuransi : investasinya yang lebih penting.
Sektor bank : outstanding kredit dan investasi lainnya yang menjadi 
parameter.
Sektor properti : jumlah persediaan real estatenya lebih penting.
Sektor retail : perluasan tempat usaha (bisa disewa bisa dibangun 
sendiri)
Sektor perdagangan consumer goods: jumlah biaya promosi, jumlah 
biaya riset, perluasan tempat usaha.

Salah satu kunci untuk menakar pertumbuhan perusahaan adalah juga 
jumlah karyawannya. Jika jumlah karyawan bertambah, maka ada 
kemungkinan jumlah penjualan juga akan bertambah.

Membuat perusahaan tumbuh tidaklah hanya dengan menambah assetnya 
saja, tetapi tentunya adalah dengan meningkatkan penjualan juga. Ada 
jenis perusahaan yang dapat meningkatkan penjualan sedemikian rupa 
tanpa perlu meningkatkan volume, yaitu hanya dengan menaikkan harga 
penjualan. Ini dapat digolongkan kepada perusahaan monopoli dan juga 
oligopoli. Salah satunya tentu saja adalah TLKM. 

Sektor semen di Indonesia juga termasuk dalam golongan oligopoli 
karena hanya ada beberapa produsen semen.

Ada juga perusahaan yang dapat meningkatkan penjualan tanpa perlu 
meningkatkan biaya promosi tanpa perlu menambah sumber daya modal, 
tanpa perlu menambah jumlah karyawan, tapi dengan meningkatkan 
kualitas SDM-nya yang dapat menjual dengan dengan lebih baik, yang 
dapat menciptakan produk baru, teknologi baru, manajemen dengan 
kualitas tinggi.

Ada juga perusahaan yang dapat meningkatkan invested assets tanpa 
perlu membeli atau membangunnya. Nah, tentu saja dengan menyewa. 
Salah satu perusahaan pelayaran menggunakan cara ini, yaitu SMDR. 
Kita tidak dapat melihat pertumbuhan aktiva tetap yang signifikan 
karena SMDR menyewa seluruh kapal kontainer miliknya. Lain atau 
terbalik dengan BLTA yang menyewakan kapal-kapalnya.

Sama halnya dengan bank. Bank meningkatkan assetnya dengan cara 
menyewa dari nasabah. Uang sewa yang dibayar adalah bunga bukan?

Bank mengunakan duit nasabah untuk menghasilkan duit lagi. 
Memberikan bunga deposito 10% dan menerima bunga kredit 18%. Usaha 
bank adalah yang paling enak tentu saja. Meningkatkan return on 
equity dengan uang orang lain.

Maka untuk mengukur tingkat pertumbuhan dari bank, ukur saja dari 
tingkat pertumbuhan dana pihak ketiganya. Namun tidak semua bank 
mampu menggunakan dana pihak ketiga itu dengan baik. Salah satu yang 
sangat buruk tentu saja adalah BMRI. Asset paling gede, laba paling 
kecil. Pohonnya besar, buahnya sedikit. Buahnya besar, dagingnya 
sedikit. Dagingnya empuk, rasanya pahit.

Salam,

IN










DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke