*Good analysis*, tetapi anda tidak memperhitungkan China (maaf) tidak lebih dari Gorilla yang baru masuk Kota, panik punya uang begitu banyak mau dikemanain, jadi masyarakatnya asal beli tanpa memperhitungkan hal sepatutnya, mislnya saham sampah yng semestinya dijauhi tapi karena digoreng lantas direbutin. Kalo saya baca buku tentang Crash tahun 1929 di Wall Street (karena waktu itu saya dan anda belum lahir). Perilaku orang AS pada saat itu hampir sama dgn perilaku orang China saat ini. Ketika terjadi Crash kita yang diluar China pasti akan mengalami gangguan khususnya harga barang tambang seperti nikel dan tembaga pasti akan anjlok tajam, mungkinkah harga logam tsb turun tajam, saham INCO dan ANTAM tidak akan amblas? Who's know? Masih belum teruji korporasi China dan pemerintahnya ketika negara tersebut diserang badai krisis Ekonomi, syukur mereka dapat bertahan tetapi bila tidak kita yang di Indonesia akan kena getahnya dgn semakin membludaknya barang murah dari China.
Perkiraan saya dalam jangka pendek ini (mungkin 1-3 bulan kedepan) bursa China masih konsolidasi (belum memasuki bearish), tetapi dalam bulan ke-4 bila tidak rebound maka hampir dipastikan bursa China akan bearish (menurut perkiraan saya bursa China secara longterm akan bearish). Sedangkan di Indonesia menurut perkiraan saya ada 2, yaitu : 1. Ikut konsolidasi dgn bursa China tetapi secara mid term tetap bullish, IHSG akan rebound setelah fase konsolidasi bursa China selesai. 2. Tetap bullish meski bursa China konsolidasi dgn perkiraan adanya pengalihan flow dana fund asing di China ke pasar Indonesia, Malaysia dan India (tetapi hanya mid term, saya ngak mampu dan ngak berani ngebayangi secara long term ditengah pasar yang begitu bergairah). Perkiraan kuat saya adalah item kedua diatas, khususnya di Indonesia karena belakangan ini keadaan makro ekonomi di negara kita semakin kondusif. Kenapa saya ngak mampu dan ngak berani ngebayangi pasar secara long term di tengah pasar yang begitu bergairah karena anda harus tau khususnya beberapa saham yang sudah meningkat berkali-2 lipat dari harga 3-4 tahun yang lalu, bila harga yang berlipat-2 tsb dikatakan masih bagus u/long term mungkin perusahaan nya masih benar tetapi harga sahamnya yang nga benar. Bagi investor lama sih asik-2 saja bilaterjadi koreksi setengah dari harga saat ini tetapi bila investor baru yang membeli di harga setinggi itu, mau naik berapa kali lipat lagi? cari safe saja lirik saham kecil berfundamental relatif stabil, jelas, dan lebih terbuka (meski P/Enya saat ini relatif biasa dan pertumbuhannya terbatas). Masih ada beberapa saham kecil di BEJ yang berharga dibawah 500-an yang pantas dimiliki ketimbang saham sekelas MITI dan TMPI yang sangat beresiko dan ngak layak dilihat. Demikian, salam,
