Saya setuju dengan Pak Dedi, memang menurut saya yang lebih masuk akal sebagai
biang kerok adalah para juragan minyak.
Jerman dan Perancis mungkin malah senang kalau Indonesia tanam sawit dengan
benar. Kita ndak usah malu menutup mata bahwa banyak perusahaan sawit yg ga
bener, jadi ini bisa membantu kita memilah masalah.
"Ideologi" biofuel dikembangkan oleh Jerman yg bukan penghasil minyak. Jadi
kalau "ideologi" ini berhasil dikembangkan, maka progam Jerman untuk mencari
sumber energi non-minyak akan terlaksana dan Jerman akan mengurangi
ketergantungan mereka dari juragan minyak ini
Seingat saya, pemerintah Jerman dan Perancis malah mendukung pembelian biofuel
dari Indonesia.
Dedi Raimond <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo menurut saya sih ini merupakan black campaign yang dimotori oleh para
juragan/spekulan minyak. Bio-fuel, udah pasti, merupakan harapan masa depan.
Keberadaan bio-fuel yang semakin membesar bisa menggagalkan rencana para
juragan minyak buat membawa harga minyak ke level $100. Perhatikan usaha busuk
mereka selama ini buat mengeruk keuntungan a.l.: menakut-nakuti market gara2
cadangan minyak US turun, menakut-nakuti market dengan proyeksi badai topan di
teluk Meksiko, memblow-up kerusuhan di Nigeria, dan kalau semuanya udah gak
jalan maka mereka akan minta Israel buat menimpuk Palestina atau Suriah atau
siapalah di TimTeng sana supaya pecah keributan dan harga minyak langsung naik.
Minyak sawit, minyak jarak, semuanya merupakan alternative energi yang
terbarukan. Tanaman ini, thanks God, hanya cocok ditanam di tanah Melayu
(Indonesia-Malaysia). Orang Indonesia selalu ketinggalan dari orang luar.
Majority dari lahan sawit kita adalah atas nama asing, padahal ini KANDANG
KITA. Salah seorang Gubernur sepulang dari US dengan bangganya bilang kalo
seorang mogul mau invest kelapa sawit di ranah mereka. Kalau seandainya dia
tahu, maka dia akan mencari/mengerahkan semua resources buat mengembangkan
kelapa sawit sendiri karena mogul tersebut bukanlah pengusaha sawit melainkan
visioner/private equity investor yang akan menjual kembali lahan tersebut pada
harga setinggi-tingginya (his concern is money not cooking oil).
Sayang...sayang sekali....5 years from now its bio-fuels time. Kita akan
menyaksikan more and more acquisition of the plantation companies in years to
come karena lahannya udah habis. Jadi AALI, TBLA, UNSP (LSIP pan udah mau
dibeli
Indofood) bisa terpengaruh, terpengaruh dalam hal sebagai subject hostile take
over, BUY J
---------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lamasi Saksi
Sent: Saturday, September 29, 2007 6:22 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [junior_Trader] Negara kita ini nggak boleh bangkit
Eyang,
Isu minyak sawit sebenarnya sudah dari dulu ada. Dulu AS juga kampanye
jangan pakai minyak sawit karena mengandung kolesterol tinggi, tapi ternyata
kampanyenya nggak efektif, dan tidak terbukti bahwa minyak sawit itu mengandung
kolesterol tinggi. Itu hanya strategi para produsen soybean di AS supaya
produknya tetap laku di pasar dunia.
Sekarang Uni Eropa juga begitu. Menurut saya ini hanya strategi untuk
melindungi produsen beberapa minyak nabati hasil produksi UE seperti rapeseed
oil, soybean oil, sunflower oil dan olive oil. Mereka kewalahan karena impor
minyak sawit oleh negara-negara mereka tetap tinggi. Penghasil rapeseed oil
terbesar UE kan Jerman dan Perancis. Mereka kan negara-negara dominan UE.
Tapi menurut saya, minyak sawit tetap diimpor orang. Yang penting impor
oleh India dan China tetap besar.
On 9/29/07, Soeratman Doerachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Baru mau bangkit dari kelapa sawit udah di protes oleh Eropa cq Green
Peace. Katnya peluasan ladang CPO ikut menyebabkan pemanasan global.
Kayaknya seperti mau dibunuh pelan-pelan. Tapi mungkin salah kita
sendiri ya?
Jadi AALI, UNSP, TBLA, LSIP bisa terpengaruh tuh. Saya dengar beritanya
dari BBC. Indonesia dan Malysia sebagai penghasil CPO terbesar didunia
saat ini sedang kampanye untuk mematahkan protesnya Green Peace. Kita
doakan Menteri kita berhasil . Euro 500.000 disiapkan untuk kampanye
mennetralisir ulah Green Peace
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com