harga saham sekarang x jumlah lembar saham, dibagi dengan
harga IPO x jumlah lembar saham 
dan tentunya akan ada penyesuaian bila terjadi stock split, reverse stock,
stock bonus, deviden stock, right issue etc
itu untuk satu jenis saham aja lalu ditambah dengan sekitar 350 saham yang
ada dengan formula yang sama
 
mengenai naked short selling dan ORI 005 ada di www.sudeswanto.com
 
thank you and God bless you
 
 
 
 


  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Bambang V Subroto
Sent: 29 Agustus 2008 11:24
To: [email protected]
Subject: RE: [saham] Basic Fundamental




Pak SSY,
 
Bagaimana cara menghitung (rumus atau formula) IHSG, misalnya sampai ke
angka 2148,1 seperti sekarang ini. Saya cari2 di website, kok gak ada yang
bisa menjelaskan secara rinci ya..? Ada yang bisa bantu? 
 
Thanks,
 
Bambang


  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Samuel Sudeswanto Yeung
Sent: Friday, August 29, 2008 10:12 AM
To: [email protected]
Subject: [saham] Basic Fundamental



Dow Jones Industrial Average ("DJIA") dibentuk berdasarkan metode 
rata-rata aritmatik dimana setiap emiten yang termasuk didalam index 
tersebut memiliki bobot yang sama walaupun setiap emiten yang ada 
memiliki nilai kapitalisasi yang berbeda-beda. Kenaikan/penurunan 
index berdasarkan besaran kenaikan/penurunan dari saham-saham yang 
terdaftar dalam index tersebut.

Berbeda dengan DJIA, Indonesia Composite Index dibentuk berdasarkan 
metode rata-rata tertimbang dimana setiap emiten yang terdapat dalam 
index kita memiliki bobot yang berbeda-beda tergantung dari besaran 
kapitalisasi pasar dari masing-masing emiten dan fraksi per basis 
point sehingga saham-saham tertentu yang memiliki kapitalisasi besar 
akan berpengaruh pada pergerakan bursa saham kita.

Pada saat ini, bursa saham kita lebih dimotori oleh pergerakan saham-
saham komoditas terutama sektor energi dan sektor perkebunan, dimana 
saham-saham komoditas ini memiliki bobot yang besar dengan nilai 
kapitalisasi yang besar dan sangat berpengaruh pada pergerakan bursa 
saham kita. Setiap komoditas memiliki siklus harganya masing-masing 
sehingga membuat pergerakan bursa kita cenderung mengikuti 
pergerakan harga komoditas. Menurut opini saya, hal ini kurang sehat 
dan membuat pergerakan bursa cenderung menjadi tidak stabil, 
karena : 

1. Sangat bergantung kepada pergerakan harga komoditas.
2. Sektor komoditas seperti energi adalah sektor yang sumber daya 
alam yang tidak dapat diperbaharui dan didukung oleh perkembangan 
teknologi yang cepat, akan banyak timbul sumber-sumber energi yang 
baru yang dapat saling menggantikan satu dengan yang lainnya serta 
dapat diperbaharui.

Menurut pengamatan pribadi, bursa kita seharusnya dimotori oleh 
pergerakan saham-saham diluar sektor komoditas dimana sektor-sektor 
tersebut adalah sektor-sektor yang mendasar dalam kehidupan kita 
sehari-hari. Sektor-sektor apakah itu?

Sektor Barang-barang konsumen, karena biar bagaimanapun dan dalam 
keadaan apapun seluruh manusia di dunia ini masih pasti membutuhkan 
makanan.

Sektor Telekomunikasi, selama manusia di dunia ini belum memiliki 
kemampuan telepati dan sebagai makhluk sosial memiliki kebutuhan 
dasar untuk saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Sektor Perbankan, selama di dunia ini masih ada yang namanya mata 
uang sebagai alat transaksi, mau tidak mau, sektor ini diperlukan 
dalam kehidupan kita dan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Sektor Infrastruktur, setiap negara yang ada didunia ini, mau tidak 
mau, akan mencoba untuk terus bertumbuh dan berkembang mengikuti 
perkembangan yang ada di dunia.

Sektor Transportasi, untuk dapat terus bertumbuh dan berkembang, 
alat-alat transportasi sangat dibutuhkan, tanpa kemampuan untuk 
transportasi, kita tidak akan dapat melakukan aktivitas secara 
maksimal.

Sektor-sektor tersebut adalah sektor-sektor yang sangat mendasar dan 
dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan sektor-sektor 
tersebutlah yang seharusnya menjadi motor penggerak bursa saham 
kita, bukan sektor energi ataupun perkebunan (walaupun sektor 
perkebunan dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari, namun sekali 
lagi, sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas tersebut).

Semoga dapat bermanfaat dan Tuhan memberkati kita semua,

Salam Sejahtera,
Samuel Sudeswanto Yeung
www.sudeswanto.com

(Disclaimer : This material represent the opinion of Samuel 
Sudeswanto Yeung, derived from his judgement from sources deemed 
reliable, however, Samuel Sudeswanto Yeung and its affiliated cannot 
guarantee its accuracy and completeness. Samuel Sudeswanto Yeung or 
its affiliates may be involved in transactions contrary to any 
opinion herein. Expressly disclaim any and all liability for 
representation or warranties, expressed or implied, here in or 
omission there from or for any loss how so ever arising from any use 
of this material or its contents or otherwise arising in connection 
there with. Opinion expressed in this material is my present view 
and are subject to change without notice.)



 

Kirim email ke