Terima kasih Pak IAN atas uraiannya, kalau efek negatif Bakrie sudah reda, mungkin saham kelompok Bakrie bisa kembali ke harga sewajarnya walaupun bukan tertingginya. Saya rasa pengertian yang Anda uraikan perlu diresapi mendalam oleh para rekan yang nyangkut di saham Bakrie, waktulah yang akan mengubah segalanya sesuai fundamental perusahaannya.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa saham Bakrie memiliki pengaruh psikoligis yang sangat besar (baik positif atau negatif) terhadap pergerakan pasar. Salam, TJ ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu To: [email protected] Sent: Thursday, October 23, 2008 11:02 AM Subject: Re: [saham] Sudah Irrational Menurut saya pribadi, diluar dari BNBR dan ENRG, harusnya sih tidak masalah ya. Itu sebabnya saya mengatakan situasi yg ada saat ini sudah masuk kategori irrational. Sebenarnya irrational ini bukan hanya ada di ELTY, UNSP, BTEL, atau nantinya BUMI bila sudah dibuka dan dibawa turun harganya. Banyak saham2 di BEI saat ini sudah super murah. Cuma saja memang kondisi yang ada saat ini lagi tidak kondusif. Lebih besar FEAR nya dari rasionalitasnya. Yang punya cash menunggu harga lebih murah lagi. Yang punya barang ketakutan harga akan lebih rendah lagi. Situasi seperti ini jadi sasaran empuk bandar untuk menggeret harga saham ke level lebih rendah lagi untuk memancing orang dan institusi melakukan cut loss termasuk memancing terjadinya redeem besar2an di reksadana. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2008/10/22 Tommy Jayamudita <[EMAIL PROTECTED]> Saya kurang mengerti tentang apa yang terjadi atas harga saham-saham Bakrie Group. Secara logika, masalahnya kan berada di BNBR, bukan di anak perusahaannya. Menurut berita di berbagai media, hutang BNBR USD 1,2 M (jatuh tempo April 2009) sedangkan kekayaannya USD 6 M, dan Bakrie akan menjual anak perusahaan BNBR untuk melunasi seluruh hutang. Katakanlah saham 5 anak perusahaannya (ELTY,UNSP,ENRG,BTEL,BUMI) dijual murah, sehingga kepemilikan BNBR hanya tinggal 1% di masing-masing anak perusahaan, bukankah yang terjadi adalah keluarga Bakrie kehilangan kekayaannya? Lalu mengapa harga saham anak perusahaan BNBR bisa jatuh segitu dalam, kalau dikatakan sebagai hukuman pasar, apakah tidak salah alamat, dan kerugian yang terjadi atas jatuhnya harga juga dialami mereka yang membuang di harga manapun. Apa keuntungannya? Secara fundamental semua perusahaan Bakrie Group tampaknya tidak buruk sekali, yang akan terjadi kan hanya ganti pemilik atas 6 perusahaan itu, tapi apa yang terjadi sekarang di pasar seakan-akan keadaan 6 perusahaan tersebut (BNBR,ELTY,UNSP,ENRG,BTEL,BUMI) buruk sekali, kalau ini karena sentimen buruk atas sepak terjang bisnis keluarga Bakrie, seharusnya tidak ada hubungannya dengan kondisi 5 anak perusahaan BNBR. Pak IAN, apakah logika saya salah? Mohon Anda bersedia memberikan uraian agar para rekan yang nyangkut (ternyata banyak sekali) di saham Bakrie memperoleh pandangan yang lebih jelas, dan dapat mempersiapkan langkah yang lebih realistis masing-masing. Terima kasih. Salam, Tommy J ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu To: [email protected] Sent: Tuesday, October 21, 2008 9:38 AM Subject: [saham] Sudah Irrational Saya perhatikan, pergerakan saham2 Bakrie yg sudah dibuka beberapa hari ini, harganya sudah tidak rasional lagi. Saham UNSP yang book valuenya 693, dihargai hari ini hanya 340. Tidak masuk akal. Saham ELTY yang book valuenya 215, diharga hari ini cuma 110. Tidak masuk akal. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
