jgn samain sultan michigan lah.....................................yg 1 tambang 
duit.......yg 1 lagi "penampung" duit

direksi sekuritas  yg pake bentley si HR ama si gunawan makindo (gunawan 
makindo menampung duit saudagar singapore)

--- On Sat, 1/10/09, Vincent Chase <[email protected]> wrote:
From: Vincent Chase <[email protected]>
Subject: Re: [obrolan-bandar] Bapepam: Herman Ramli Nekat Banget
To: [email protected]
Date: Saturday, January 10, 2009, 5:30 AM










    
            sebanyak ini gak koleksinya??

http://www.youtube. com/watch? v=VoVlBO21hTY&feature=related

felix gunawan <bluehangseng@ yahoo.com> wrote:                          lo blon 
liat seh koleksi mobilnya.... .......kl dah liat bisa kaget lagi.....

blon liat seh kl lagi dugem kek
 gmn......... .. hehehehhe

--- On Fri, 1/9/09, Jack Widjaja <jackwidjaja@ yahoo.com> wrote:
From: Jack Widjaja <jackwidjaja@ yahoo.com>
Subject: [junior_Trader] Bapepam: Herman Ramli Nekat Banget
To: sa...@yahoogroups. com, obrolan-bandar@ yahoogroups. com, junior_trader@ 
yahoogroups. com, my_...@yahoogroups. com, milis-a...@yahoogro ups.com
Date: Friday, January 9, 2009, 12:03 AM

                       Rekan-rekan milis, ini dia manusia bertampang necis tapi 
mental bobrok yang makan duit para nasabah
 sarijaya.


Kamis, 08/01/2009 09:56 WIB
  Bapepam: Herman Ramli Nekat Banget 
     Wahyu Daniel - detikNews
         
       Herman Ramli (Foto: Sarijaya)         
  Jakarta - Penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas yang 
dilakukan pemilik sekaligus komisaris utamanya, Herman Ramli mengejutkan 
kalangan pasar modal. Selama ini Herman Ramli dikenal sangat menjaga citranya 
dan tidak ada rekam jejak kriminal.

Nasib Herman Ramli kini mirip dengan saudaranya Rudy Ramli, mantan direktur 
utama Bank Bali yang pernah ditahan tahun 2000 karena kasus penggelapan dan 
pelanggaran perbankan dalam transaksi cessie senilai Rp 589 miliar. 

Kelakuan kriminal Herman Ramli ini, ikut
 membuat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) 
Fuad Rahmany geleng-gelang kepala. 

"HR ini kan orang yang sudah cukup lama di pasar modal, kita sesalkan kenapa 
mereka melakukan hal ini. Semua teman-temannya kan kenal dia semua, itu kaget 
semua. Kok dia bisa melakukan hal seperti itu. Kita nggak tahu apa yang terjadi 
pada dirinya. Kenapa dia nekat banget, baru sekali sepertinya. Tapi kan Anda 
tahu saudaranya," katanya di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, 
Jakarta, Rabu malam (7/1/2009). 

Penggelapan dana yang dilakukan Herman Ramli  dilakukan terhadap 8.700 rekening 
nasabah Sarijaya, dimana sebanyak 6.500 rekening adalah dari nasabah ritel.

Modus yang dilakukan oleh tersangka Herman Ramli berdasarkan keterangan dari 
para direksi Sarijaya adalah
 meminjam dana nasabah. 

"Ya diambil dia pakai uangnya, dia bilang pinjam, dia beli untuk macam-macam, 
dia tidak bisa mengembalikan. Jadi perusahaan disebut sebagai piutang, jadi 
seolah-olah orang itu berutang dengan perusahaan Rp 240 miliar. Nah ternyata 
yang 17 rekening ini ternyata HR. HR yang buka. Nah disini penyimpangannya, 
ketahuan kan dia yang pegang itu duit, berarti dia yang harus mengembalikan 
duit. Di perusahaan dicatat sebagai piutang. Waktu diaudit piutang ini lama 
banget, nggak jelas, ini dicek tidak ada piutang itu, memang hilang," paparnya 
panjang.

Dikatakan Fuad, karena kasus ini bisa memunculkan krisis kepercayaan dari para 
investor lokal terhadap perusahaan efek di Indonesia. "Ya susahlah yang begini, 
karena titik senoda rusak susu sebelanga," tukasnya. 

Fuad mengakui dirinya sangat menyesalkan terjadinya kasus Sarijaya ini di 
tengah usaha Bapepam dan otoritas bursa lainnya untuk mendorong perkembangan 
investor ritel
 lokal.

Fuad mengatakan kecurigaan Bapepam terhadap penggelapan dana nasabah Sarijaya 
sudah terjadi sejak 2 atau 3 pekan yang lalu sehingga Bapepam langsung dengan 
cepat mengambil tindakan bersama dengan BEI (Bursa Efek Indonesia).

"Kita panggil si HR, bagaimana bisa nggak balikin duit, karena berbelit-belit 
kami jadi nggak percaya. Terus langsung kontak Kabareskrim, Pak tolong tangkap 
orang ini, ini semua bukti ada, ya kita sudah usahakan secara baik-baik, kalau 
kita main tangkap kan kita bisa kehilangan. Jadi dipanggil, suruh jelasin 
kemana uangnya, tapi dia berkelit terus, jadi kita nggak percaya. Pertama dia 
mengaku pinjam uang, tapi nggak pernah tahu dimana uangnya, karena itu baru 
kita tangkap. Sekarang duitnya memang sudah nggak ada, nggak tahu kemana," 
pungkasnya. 

(dnl/ir)
                        
                    
       
 



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke