Perkiraan saya, database potfolio nasabah sih sudah 'gak bener saat ini, khan 
kemungkinan barangnya (saham) sudah di lego oleh si oknum. Karena itu nasabah 
diminta isi (klaim) daftar portfolionya, baru di cross check dengan data 
transfer (aliran) dana atau data lainnya.

Repot bener dah.....


Sent from GoberBerry®

YM: slebor_g

-----Original Message-----
From: raflyn moningka <[email protected]>

Date: Sat, 10 Jan 2009 16:19:23 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [saham] SARIJAYA - Tips


ya, setuju sekali

--- Pada Sab, 10/1/09, Jack Cowok <[email protected]> menulis:
Dari: Jack Cowok <[email protected]>
Topik: [saham] SARIJAYA - Tips
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 10 Januari, 2009, 5:14 PM










    
            Kasihan bagi mereka yang menjadi nasabah Sarijaya.
Sudah hampir seminggu masih belum tahu nasibnya.
 
Bahkan saya dengar, di haruskan mengisi data portofolio masing2. Ternyata 
nasabah sudah dirugikan malah direpotkan lagi.
 
Menurut saya, sebenarnya gak ruwet-ruwet amat. 
 
- Tangkap pimpinan yang bertanggung jawab. Minta keterangan. Sita semua aset.
- Cetak semua database portofolio nasabah. Cross check ke nasabah masing2.
  Bila sudah OK dan barang sudah sesuai maka nasabah tsb sudah bisa ambil 
barang (bila duit belum bisa) dan pindah ke sekurits lain. 
- Bagi nasabah yang datanya tidak sama (dirugikan), di pending untuk 
penyelidikan lebih lanjut.
 
 
SETUJU ?
 
 
Salam
JACK
 
 
  
 
 
 


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke