dari tukang besi ke tukang jalan + tukang kredit from dijual dia naik, dibeli dia turun, ga dia dijual turun, ga dibeli dia naik
________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, October 22, 2010 1:52:51 PM Subject: Re: [saham] JPRS: Ini dia ulasan cepat Lapkeu q3 (trading/investing on earnings) Kalau mau analisa yg serius, analisanya 4 kwartal terakhir dan perhatikan pertumbuhannya, jangan hanya satu kwartal saja, nanti anda tersesat khususnya dengan jenis emiten yg memang memiliki siklus atau malah siklusnya ngacak karena berdasarkan job order. Karena produk JPRS terkait dengan harga baja di pasaran internasional, perhatikan juga trend harga di pasaran internasional. Trend saat ini harga pasaran internasional sedang meningkat. Sekarang harganya sekitar 750. Tahun 2009 sekitar 600. Sekedar masukan saja supaya anda dapat gambaran yang lebih jelas soal fundamental dan analisa proyeksi :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2010/10/22 positif01 <[email protected]> > > >BEI telah merilis lapkeu kuartal 3 JPRS >(http://www.idx.co.id/eReport/IssuerAnnouncement/tabid/289/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx). > Jika Anda sering menyimak siaran-siaran televisi yang dijadikan acuan dalam >perdagangan finansial maka Anda akan paham bagaimana trading/investing on >earnings. Anda bisa simak ulasan tiap malamnya di Bloomberg bagaimana analisis >cepat dilakukan terhadap rilis lapkeu. Kuncinya ada pada "penjualan" >(revenues), >dan "earnings per share". Kriterianya adalah "buy" atau "maintain hold" jika >di >atas ekspektasi ("beat estimates"), dan "sell" jika di bawah estimasi. Karena >JPRS bukan saham primadona maka tidak ada yang merasa perlu membuat estimasi, >namun reaksi bisa diantisipasi dari seberapa positif kenaikan revenue dan eps >q-on-q atau "kuartal dengan kuartal". INGAT, bukan asal kuartal, tapi q-on-q. > > >Bagi yang paham seluk beluk pasar maka paham juga upaya untuk me-"mislead" >atau >"menyesatkan" kesan laporan keuangan. Datanya sama, tapi penekanannya beda, >jangan "get misled". Teknik-teknik ini misalnya dengan menekankan data >"semester >1" atau "semester 2" atau YTD atau awal tahun sampai kuartal terakhir. Teknik >penekanan seperti ini bisa "misleading" dan tidak fair dalam analisis >mengingat >kuartal-kuartal sebelumnya sudah dilaporkan. Dampak tiap pelaporan sudah >priced >in atau factored in dalam harga. Tidak ada relevansi menyertakan data >kuartal-kuartal sebelumnya. Anda ingin tahu refleksi kuartal yang sedang >dianalisis. Lain jika Anda memproyeksikan estimasi revenues/earnings untuk >full >year pada satu atau dua tahun depan. Jika itu yang dilakukan, maka secara >fundamental Anda sedang memproyeksikan valuasi di masa datang. > >Singkatnya, berikut data q-on-q 3: > >Penjualan/Revenues >Q3-2009= Rp121.639.213.660 >Q3-2010=Rp 71.287.459.550 >persentase= -41.4% > >EPS/Earnings >Q3-2009=(-)Rp29 (minus 29 rupiah) >Q3-2010=Rp2 >persentase= pasti positif, tapi angka tidak bisa ditentukan. (Yang paham >matematika dasar mengerti jika denumerator negatif menghasilkan bilangan yang >tidak reliable. Dalam hal ini karena numerator (penyebut)-nya angka positif, >kita catat positif saja). > >Kesimpulan: EPS positif, penjualan turun. Jika Anda investor, yang terlintas >di >pikiran Anda: >1. Apa yang menyebabkan EPS naik? Jawabnya sudah pasti sesuatu yang tidak >dihasilkan dari penjualan emiten yang justru core business-nya. Mungkin banyak >extraordinary items/one time gain, seperti selisih kurs, dll atau terjadi >penghematan yang luar biasa (cost reduction). Jika ini yang terjadi, INGAT >Anda >membeli "core business" perusahaan bukan usaha sampingan yang tidak >sustainable, >dan ANDA ingin melihat ekspansi usaha emiten bukan justru reduksi usaha; >2. Bagaimana emiten bisa menjaga eps yang positif di kuartal-kuartal >berikutnya >jika penjualannya negatif q-on-q? Jawabnya, Anda tunggu kuartal berikutnya. >Implikasi: Jika Anda trading/investing on earnings release, seperti Anda simak >di broadcast-broadcast finansial, rekomendasinya adalah sell / lepas, dan >pertimbangkan masuk setelah Anda melihat perkembangan positif pada kuartal >berikutnya. Jika Anda mengklaim sebagai "trader penuh" yang tidak perduli hal >lain kecuali grafik Anda (note: meskipun saya belum pernah tahu "trader >terkemuka dunia" buta atau membutakan diri terhadap aspek fundamental), Anda >juga tahu hal sederhana trading psychology atas dampak/reaksi rilis/analisis >laporan keuangan, dan Anda tahu kapan saat yang tepat untuk hold atau profit >taking atau cut loss. > >Bagi yang pusing atau memusingkan diri sendiri dengan mengkontradiksi FA dan >TA, >saya share sedikit tagline yang bisa Anda ingat-ingat sepanjang hidup: > >"FA is helping you to find what to trade, and TA is helping you to know when >to >enter/exit" >(FA membantu Anda untuk tahu saham apa yang layak ditransaksikan, dan TA >membantu anda tahu kapan saat untuk masuk/keluar). > >Keduanya bermanfaat bagi trader/investor, dan bermanfaat bagi saya sehingga >saya >selalu memegang kitab suci trading/investing, di tangan kiri: >"Technical Analysis of Stock Trends" by Robert D. Edward dan John Magee; dan >"Technical Analysis Explained" by Martin J. Pring (kedua buku merupakan materi >wajib kurikulum MTA-Market Technician di AS) >sementara di tangan kanan: >"Security Analysis" dan "Intelligent Investor" by Benjamin Graham. > >Pada akhirnya, semua keputusan adalah urusan Anda sendiri. Saya sangat respek >dengan dinamika dan pertukaran pandangan bahkan sampai titik ekstrem >pertentangan karena itu semua membangun kematangan kita. Dan, >traders/investors >butuh kematangan dalam ketenangan bertransaksi, either you are a fully devoted >FA-er or a blindfolded TA-er. Tapi, akan lebih berbobot jika pertukaran >informasi didasarkan kepada referensi-referensi yang dapat >dipertanggungjawabkan >dan bukan hanya ingin berkata...kalau itu keluarnya bukan pendapat saya tapi >'firman saya"...urusan yang di atas. > >Take your time, >"+" > >
