Setahu nubie...

angka yang dikeluarkan pefindo adalah valuasi dari 4 atau 6 bulan yang lalu.
Atau sekarang sudah berubah dan nubie tidak tahu????


warmest regards,
--
agustin 

--- On Fri, 10/22/10, blessing <[email protected]> wrote:

From: blessing <[email protected]>
Subject: Re: [saham] JPRS: Ini dia ulasan cepat Lapkeu q3 (trading/investing on 
earnings)
To: [email protected]
Date: Friday, October 22, 2010, 2:44 PM







 



  


    
      
      
      

  
  
    Pak posifif01, 

    

    itu angka data penjualan/revenues jprs dapetnya dari mana ya?

    saya liat di laporan keuangan jprs gak ketemu tuh angka seperti yg
    pak positif01 sebut.

    

    Yang saya liat langsung dari laporannya

    Q3 2009 penjualan = 216.321.838.240

    Q4 2010 penjualan = 308.319.596.870

    

    Versi mbah JSX_consultant saya liat sama dengan punya saya.

    pls see --> http://www.investdata.net/QQBJPRS.TXT

    

    What did i miss?

    Rekan2 yang lain juga pls check.. mungkin bisa tunjukkan kalo saya
    salah baca.

    

    Kalau ternyata rekan positif01 yang salah kutip laporan, berarti
    analisa nya tidak dapat di pakai sebagai acuan.

     

    Thanks.

    

    

    On 10/22/2010 1:15 PM, greenhorn wrote:
      
      
          
            mangstafff juge neh cara cepat keker saham...hehe..

              Ditunggu cara proyeksi harga masa depan,pak. Thanks.

              

              

              salam,

              green

              

              

            
            2010/10/22 positif01 <[email protected]>

              
                  
                  
                    
                      
                        BEI telah merilis lapkeu kuartal 3 JPRS 
(http://www.idx.co.id/eReport/IssuerAnnouncement/tabid/289/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx).

                          Jika Anda sering menyimak siaran-siaran
                          televisi yang dijadikan acuan dalam
                          perdagangan finansial maka Anda akan paham
                          bagaimana trading/investing on earnings. Anda
                          bisa simak ulasan tiap malamnya di Bloomberg
                          bagaimana analisis cepat dilakukan terhadap
                          rilis lapkeu. Kuncinya ada pada "penjualan"
                          (revenues), dan "earnings per share".
                          Kriterianya adalah "buy" atau "maintain hold"
                          jika di atas ekspektasi ("beat estimates"),
                          dan "sell" jika di bawah estimasi. Karena JPRS
                          bukan saham primadona maka tidak ada yang
                          merasa perlu membuat estimasi, namun reaksi
                          bisa diantisipasi dari seberapa positif
                          kenaikan revenue dan eps q-on-q atau "kuartal
                          dengan kuartal". INGAT, bukan asal kuartal,
                          tapi q-on-q. 
                         
                        Bagi yang paham seluk beluk pasar maka
                          paham juga upaya untuk me-"mislead" atau
                          "menyesatkan" kesan laporan keuangan. Datanya
                          sama, tapi penekanannya beda, jangan "get
                          misled". Teknik-teknik ini misalnya dengan
                          menekankan data "semester 1" atau "semester 2"
                          atau YTD atau awal tahun sampai kuartal
                          terakhir. Teknik penekanan seperti ini
                          bisa "misleading" dan tidak fair
                          dalam analisis mengingat kuartal-kuartal
                          sebelumnya sudah dilaporkan. Dampak tiap
                          pelaporan sudah priced in atau factored in
                          dalam harga. Tidak ada relevansi menyertakan
                          data kuartal-kuartal sebelumnya. Anda ingin
                          tahu refleksi kuartal yang sedang dianalisis.
                          Lain jika Anda memproyeksikan
                          estimasi revenues/earnings untuk full year
                          pada satu atau dua tahun depan. Jika itu yang
                          dilakukan, maka secara fundamental Anda sedang
                          memproyeksikan valuasi di masa datang.
                         
                        Singkatnya, berikut data q-on-q 3:
                         
                        Penjualan/Revenues
                        Q3-2009= Rp121.639.213.660
                        Q3-2010=Rp 71.287.459.550
                        persentase= -41.4%
                         
                        EPS/Earnings
                        Q3-2009=(-)Rp29 (minus 29 rupiah)
                        Q3-2010=Rp2
                        persentase= pasti positif, tapi angka tidak
                          bisa ditentukan. (Yang paham matematika dasar
                          mengerti jika denumerator negatif menghasilkan
                          bilangan yang tidak reliable. Dalam hal ini
                          karena numerator (penyebut)-nya angka positif,
                          kita catat positif saja).
                         
                        Kesimpulan: EPS positif, penjualan turun.
                          Jika Anda investor, yang terlintas di pikiran
                          Anda:
                        1. Apa yang menyebabkan EPS naik? Jawabnya
                          sudah pasti sesuatu yang tidak dihasilkan dari
                          penjualan emiten yang justru core
                          business-nya. Mungkin banyak extraordinary
                          items/one time gain, seperti selisih kurs, dll
                          atau terjadi penghematan yang luar biasa (cost
                          reduction). Jika ini yang terjadi, INGAT Anda
                          membeli "core business" perusahaan bukan usaha
                          sampingan yang tidak sustainable, dan ANDA
                          ingin melihat ekspansi usaha emiten bukan
                          justru reduksi usaha;
                        2. Bagaimana emiten bisa menjaga eps yang
                          positif di kuartal-kuartal berikutnya jika
                          penjualannya negatif q-on-q? Jawabnya, Anda
                          tunggu kuartal berikutnya.
                        Implikasi: Jika Anda trading/investing on
                          earnings release, seperti Anda simak di
                          broadcast-broadcast finansial, rekomendasinya
                          adalah sell / lepas, dan pertimbangkan masuk
                          setelah Anda melihat perkembangan positif pada
                          kuartal berikutnya. Jika Anda mengklaim
                          sebagai "trader penuh" yang tidak perduli hal
                          lain kecuali grafik Anda (note: meskipun saya
                          belum pernah tahu "trader terkemuka dunia"
                          buta atau membutakan diri terhadap aspek
                          fundamental), Anda juga tahu hal sederhana
                          trading psychology atas dampak/reaksi
                          rilis/analisis laporan keuangan, dan Anda tahu
                          kapan saat yang tepat untuk hold atau profit
                          taking atau cut loss.
                         
                        Bagi yang pusing atau memusingkan diri
                          sendiri dengan mengkontradiksi FA dan TA, saya
                          share sedikit tagline yang bisa Anda
                          ingat-ingat sepanjang hidup:
                         
                        "FA is helping you to find what to trade,
                          and TA is helping you to know when to
                          enter/exit"
                        (FA membantu Anda untuk tahu saham apa yang
                          layak ditransaksikan, dan TA membantu anda
                          tahu kapan saat untuk masuk/keluar).
                         
                        Keduanya bermanfaat bagi trader/investor,
                          dan bermanfaat bagi saya sehingga saya selalu
                          memegang kitab suci trading/investing, di
                          tangan kiri:
                        "Technical Analysis of Stock Trends"
                          by Robert D. Edward dan John Magee; dan
                          "Technical Analysis Explained" by Martin J.
                          Pring (kedua buku merupakan materi wajib
                          kurikulum MTA-Market Technician di AS)
                        sementara di tangan kanan:
                        "Security Analysis" dan "Intelligent
                          Investor" by Benjamin Graham.
                         
                        Pada akhirnya, semua keputusan adalah
                          urusan Anda sendiri. Saya sangat respek dengan
                          dinamika dan pertukaran pandangan bahkan
                          sampai titik ekstrem pertentangan karena itu
                          semua membangun kematangan kita. Dan,
                          traders/investors butuh kematangan dalam
                          ketenangan bertransaksi, either you are a
                          fully devoted FA-er or a blindfolded TA-er.
                          Tapi, akan lebih berbobot jika pertukaran
                          informasi didasarkan kepada
                          referensi-referensi yang dapat
                          dipertanggungjawabkan dan bukan hanya ingin
                          berkata...kalau itu keluarnya bukan pendapat
                          saya tapi 'firman saya"...urusan yang di atas.
                         
                        Take your time,
                        "+"
                      
                    
                  
                
              
            
            

          
          
      
       
  




    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke