Wuuiih...bro b.conz udh pernah nyampe level 3.....berarti skr 4 dong.
Gw sih boro boro level 1...liat order book aja masih gugup apalagi kalau pas 
spt main yoyo.....apalagi liat chartnya  yg gw ngerti cuma warnanya aja merah 
sama ijo......but I have the luck .....he he he

Salam :-)
Bhb


Sent from my iPhone®3Gs
powered by Telkomsel

On 20 Nov 2010, at 17:05, [email protected] wrote:

> Wah mantap! G dah ngalamin level 1 ampe 3 tuh, 80% bener tp ada salahnya 
> juga. Semoga bisa jadi level 5, g tergiur tinggal setiap hari di hotel 
> bintang lima dan jadi mesin penghasil uang yg tak berperasaan sama sekali he3
> Btw pip itu apaan? Dan knp yang dicari 20 point per hari ya?
> 
> From: Harianto Ciputra <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 19 Nov 2010 21:53:24 -0800 (PST)
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: [saham] Which trader level are you?
> 
> kenali dirimu sebagai Trader. Ada di level yang mana saat ini?
>  
>  
> Trader Level 1
> Level 1 Unconscious Incompetence
> 
> Kamu begitu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. 
> Kamu menjadi trader karana kamu mendengar bahawa pendapatan seorang trader 
> boleh mengalahkan pendapatan seorang pengarah BNM. Tambahan pula saat 
> simulasi kamu telah profit 3 kali ganda, lalu apa susahnya?. 
> Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 pip sampai 200pip 
> per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada 
> awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau 
> bahkan hanya dengan instint, kamu boleh membuat profit.
> Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang berjaya 
> hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba 
> bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang boleh tahan??.
> Kamu sama sekali tidak menyedari bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tetap 
> mengira kamu boleh trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah 
> bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
> Kamu tetap mengira bahawa kamu adalah orang yang special, orang yang akan 
> mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 
> 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak 
> mempunyai sistem yang complete, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu 
> averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take 
> profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss 
> karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut 
> / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity 
> kamu menderita.
> 90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, berhenti trading dan 
> menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya 
> ghairah, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam 
> sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
> Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. 
> Sebagian lagi akan tetap bercakap seperti biasa dan mengaku trader tetapi 
> tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
> 
> Hanya masalah waktu, sampai bila mereka dapat bertahan di level ini dan waktu 
> selalu menang.
> 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sedar dan pindah ke level 2.
> 
> Trader Level 2
> Level 2 Conscious Incompetence
> 
> Di level ini kamu sedar bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tidak memiliki 
> kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu 
> tahu penyelesaiannya, kamu sedar bahawa selama di level 1 fikiran kamu 
> dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak mampu berpikir secara positif.
> Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 
> 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang 
> ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai 
> dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang 
> ada, kamu praktikkan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu 
> seperti seorang pengembara di padang pasir yang dahagakan air minum.
> Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan 
> test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat 
> indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan 
> bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla 
> pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan 
> indicator lainnya.
> Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 
> indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu 
> tahu keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
> Kamu akan mencoba meneka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator 
> tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan 
> pertanyaan-pertanyaan pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak 
> bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.
> Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang 
> lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling sesuai dengan 
> kepribadian kamu.
> 
> Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah 
> ke level 3
> 
> 
> Trader Level 3
> Level 3 The EUREKA Moment
> 
> Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyedari pokok permasalahan bukan terletak 
> di system. Kamu menyadari bahwa kamu mampu mendapat profit bahkan jika hanya 
> menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada 
> indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management 
> yang benar.
> Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi 
> dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level 
> Pencerahan.
> Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di 
> dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang 
> akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
> Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai 
> dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan 
> system yang asli.
> Kamu mulai trading jika kamu tahu percent untuk profit lebih besar daripada 
> untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu 
> menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah risiko bisnes yang ada 
> dalam dunia trading.
> Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun 
> bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan 
> meningkat percent profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang 
> profit.
> Kamu secara seketika menyedari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal 
> yang penting iaitu konsisten pada system, psikologi trading dan money 
> management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang 
> terjadi.
> Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal 
> ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasihat yang 
> sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang 
> belum siap namun sekarang kamu siap.
> Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahawa kamu tidak mempu 
> meramalkan pergerakan market, karana memang tak seorang pun mampu.
> Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke 
> level berikutnya.
> 
> 
> Trader Level 4
> Level 4 Conscious Competence
> 
> Ok, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi 
> signal.
> Kamu cut loss sama seperti take profit. kerana kamu tahu system kamu akan 
> lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan 
> adalah risiko bisnes iaitu max 2% dari account kamu.
> Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah 
> kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu 
> meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu 
> kamu lakukan.
> Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system 
> kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemet yang kamu pegang.
> level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
> 
> Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
> 
> 
> Trader Level 5
> Level 5 Unconscious Competence
> 
> Sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh 
> seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara konsisten, 
> kamu telah menguasai semuanya, kamu mampu Dancing with the Market, kemanapun 
> arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal 
> melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
> Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah 
> menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar 
> tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
> Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan 
> mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, 
> kerana kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
> Kamu akan memberikan dorongan bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan 
> dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
> Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua 
> benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana 
> asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel lima bintag, dan 
> menjadi penghuni tetap disana.
> Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku 
> sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu 
> akan berlipat-lipat dari account awal.
> 
> Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
> 
> Sekarang kamu dengan bangganya berkata "SAYA SEORANG TRADER".
>  
> Analoginya:
> belajar nyetir.
> Saat pertama kali belajar, kita harus perhatikan banyak hal.
> Mulai dari pedal gas, kopling, rem, persneling, spion kiri-kanan-tengah, 
> setir, awasi mobil depan/belakang, motor dan becak, belum lagi lubang2 
> dijalan.
> tapi sekarang, nyetir sambil BB an pun gampang.
>  
>  
> 
> 

Kirim email ke