Bedanya saham sama index apa ya ? Maaf masih baru :)
- BG - [Ei] Entertainment Indonesia Models & Artist Management Wisma Virby jl.Manggar Blok G.10 No.20 Pondok Kelapa Jakarta Timur 13450. phone : (6221) 8640130 www.entertainmentindonesia.com -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 20 Nov 2010 11:04:02 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Which trader level are you? Pip tu poin,tapi lebih sering dipake di futures n forex... Powered by TK.Berry® -----Original Message----- From: tommy boy <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 20 Nov 2010 02:57:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Which trader level are you? Pip kyknya poin yah.... On Sat Nov 20th, 2010 5:05 PM ICT [email protected] wrote: >Wah mantap! G dah ngalamin level 1 ampe 3 tuh, 80% bener tp ada salahnya juga. >Semoga bisa jadi level 5, g tergiur tinggal setiap hari di hotel bintang lima >dan jadi mesin penghasil uang yg tak berperasaan sama sekali he3 >Btw pip itu apaan? Dan knp yang dicari 20 point per hari ya? >-----Original Message----- >From: Harianto Ciputra <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Fri, 19 Nov 2010 21:53:24 >To: <[email protected]> >Reply-To: [email protected] >Subject: [saham] Which trader level are you? > >kenali dirimu sebagai Trader. Ada di level yang mana saat ini? > > >Trader Level 1 >Level 1 Unconscious Incompetence > >Kamu begitu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. >Kamu >menjadi trader karana kamu mendengar bahawa pendapatan seorang trader boleh >mengalahkan pendapatan seorang pengarah BNM. Tambahan pula saat simulasi kamu >telah profit 3 kali ganda, lalu apa susahnya?. > >Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 pip sampai 200pip >per >lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya >tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan >hanya dengan instint, kamu boleh membuat profit. >Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang berjaya >hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba >bertahan >namun kalau sampai margin habis, siapa yang boleh tahan??. >Kamu sama sekali tidak menyedari bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tetap >mengira kamu boleh trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah >bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ). >Kamu tetap mengira bahawa kamu adalah orang yang special, orang yang akan >mampu >mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% >trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai >sistem yang complete, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging >posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam >jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu >dikuasai >oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu >membiarkan >diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita. >90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, berhenti trading dan >menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya ghairah, >mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan >atau >dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi. >Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. Sebagian >lagi akan tetap bercakap seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah >trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri. > >Hanya masalah waktu, sampai bila mereka dapat bertahan di level ini dan waktu >selalu menang. >90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sedar dan pindah ke level 2. > > >Trader Level 2 >Level 2 Conscious Incompetence > >Di level ini kamu sedar bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tidak memiliki >kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu >tahu >penyelesaiannya, kamu sedar bahawa selama di level 1 fikiran kamu dikaburkan >oleh emosi kamu sehingga kamu tidak mampu berpikir secara positif. >Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang >100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang >ada >di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari >UK, >USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu >praktikkan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang >pengembara di padang pasir yang dahagakan air minum. >Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan >test >semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat >indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan >bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla >pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan >indicator lainnya. >Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator >saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu >keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya. >Kamu akan mencoba meneka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. >kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan >pertanyaan-pertanyaan >pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka >selamanya kamu tidak akan tahu. >Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang >lengkap >dan mencoba mencari tahu system mana yang paling sesuai dengan kepribadian >kamu. > >Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah >ke >level 3 > > >Trader Level 3 >Level 3 The EUREKA Moment > >Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyedari pokok permasalahan bukan terletak >di >system. Kamu menyadari bahwa kamu mampu mendapat profit bahkan jika hanya >menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator >lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar. >Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan >karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan. >Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di >dunia >ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan >terjadi pada market 30 detik kemudian. >Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai >dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan >system yang asli. >Kamu mulai trading jika kamu tahu percent untuk profit lebih besar daripada >untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu >menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah risiko bisnes yang ada >dalam dunia trading. >Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun >bisa >memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan >meningkat >percent profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit. >Kamu secara seketika menyedari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal >yang >penting iaitu konsisten pada system, psikologi trading dan money management >kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi. >Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal >ini >mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasihat yang sama >padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum >siap >namun sekarang kamu siap. >Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahawa kamu tidak mempu >meramalkan >pergerakan market, karana memang tak seorang pun mampu. > >Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke >level berikutnya. > > >Trader Level 4 >Level 4 Conscious Competence > >Ok, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal. >Kamu cut loss sama seperti take profit. kerana kamu tahu system kamu akan >lebih >banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah >risiko bisnes iaitu max 2% dari account kamu. >Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah >kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu >meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu >kamu lakukan. >Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system >kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemet yang kamu pegang. >level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan. > >Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya. > > >Trader Level 5 >Level 5 Unconscious Competence > >Sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh >seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara konsisten, >kamu telah menguasai semuanya, kamu mampu Dancing with the Market, kemanapun >arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal >melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit. >Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah >menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar >tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh. >Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan >apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, kerana kamu ada >diposisi mereka 2 tahun yang lalu. >Kamu akan memberikan dorongan bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan >dari >mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1. >Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua >benda >yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan >ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel lima bintag, dan menjadi >penghuni tetap disana. >Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku >sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu >akan >berlipat-lipat dari account awal. > >Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini. > >Sekarang kamu dengan bangganya berkata "SAYA SEORANG TRADER". > > >Analoginya: >belajar nyetir. >Saat pertama kali belajar, kita harus perhatikan banyak hal. >Mulai dari pedal gas, kopling, rem, persneling, spion kiri-kanan-tengah, >setir, >awasi mobil depan/belakang, motor dan becak, belum lagi lubang2 dijalan. >tapi sekarang, nyetir sambil BB an pun gampang. > > >
