*BNBR, UNSP, BTEL kayaknya bakal ke gocap....* * *
* * *BNBR: UNSP-BTEL Picu Kenaikan Rugi Bersih BNBR Hingga 737%* OKEZONE.COM: Pemicu anjloknya kinerja keuangan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) adalah karena banyaknya utang dua anak usahanya, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Alhasil, pada periode Januari-September 2010, perseroan mencatatkan kenaikan rugi bersih sebesar 737 persen. Rugi bersih *holding *perusahaan Grup Bakrie tersebut pada periode Januari-September 2010 tersebut bertambah menjadi Rp565,99 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp67,62 miliar. "Beban keuangan BNBR juga mengalami kenaikan secara konsolidasi dari UNSP dan BTEL. Beban bunga konsolidasi BNBR meningkat menjadi Rp1,46 triliun sehingga Perseroan mencatatkan rugi bersih senilai Rp565,9 miliar," kata Direktur Utama BNBR Gafur Sulistyo Umar dalam keterangan tertulisnya kepada *okezone *di Jakarta, Senin (29/11/2010). Adapun jumlah kewajiban UNSP naik 193 persen menjadi Rp15,063 triliun per September 2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,12 triliun. Sementara BTEL masih mencatatkan kewajiban sebesar Rp7,04 triliun per September 2010. Alhasil, total kewajiban BNBR naik menjadi Rp26,64 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,7 triliun. Di mana jumlah kewajiban lancar naik menjadi sebesar R9,2 triliun dibandingkan sebelumnya Rp4,3 triliun. Kewajiban tidak lancar juga naik hingga menjadi Rp17,43 triliun dari sebelumnya Rp11,37 triliun. Kondisi ini mengakibatkan beban bunga BNBR meningkat hingga 441,5 persen karena besarnya kewajiban perseroan terebut. Beban bunga bersih BNBR naik menjadi Rp1,46 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang cuma Rp270,4 miliar. Padahal, BNBR mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 74,22 persen menjadi sebesar Rp9,28 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,33 triliun. Tapi, tampaknya peningkatan beban pokok pendapatan yang sebesar 130,45 persen melebihi kenaikan pendapatan yang cuma 74,22 persen. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp6,13 triliun dari sebelumnya Rp2,66 triliun. Alhasil, laba kotor perseroan cuma tercatat sebesar Rp3,15 triliun pada laporan keuangan yang berakhir pada September 2010 tersebut. Sebagai perbandingan, laba kotor pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,67 triliun. Sementara laba usaha tercatat sebesar Rp744,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp514,9 miliar. Beban bank perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp63,7 miliar dari sebelumnya Rp11,4 miliar. Begitu juga dengan beban pajak perseroan naik menjadi Rp11,9 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp3,3 miliar. Sedangkan untuk bagian laba atas laba bersih perusahaan asosiasi juga turun menjadi cuma Rp203,7 miliar dari sebelumnya Rp390,5 miliar. Walau demikian, jumlah aset perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp42,94 triliun pada periode Januari-September tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp24,75 triliun.*(ade)*
