debt trap apa debt trick....... u besarin sis co,
investor nanggung boroknya.... hikhikhik

Pada 30 November 2010 09.12, Hery <[email protected]> menulis:

>
>
>  *BNBR, UNSP, BTEL kayaknya bakal ke gocap....*
>
> *
> *
>
> *
> *
>
> *BNBR: UNSP-BTEL Picu Kenaikan Rugi Bersih BNBR Hingga 737%*
>
> OKEZONE.COM: Pemicu anjloknya kinerja keuangan PT Bakrie and Brothers Tbk
> (BNBR) adalah karena banyaknya utang dua anak usahanya, PT Bakrie Sumatera
> Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Alhasil, pada
> periode Januari-September 2010, perseroan mencatatkan kenaikan rugi bersih
> sebesar 737 persen.
>
> Rugi bersih *holding *perusahaan Grup Bakrie tersebut pada periode
> Januari-September 2010 tersebut bertambah menjadi Rp565,99 miliar
> dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp67,62
> miliar.
>
> "Beban keuangan BNBR juga mengalami kenaikan secara konsolidasi dari UNSP
> dan BTEL. Beban bunga konsolidasi BNBR meningkat menjadi Rp1,46 triliun
> sehingga Perseroan mencatatkan rugi bersih senilai Rp565,9 miliar," kata
> Direktur Utama BNBR Gafur Sulistyo Umar dalam keterangan tertulisnya kepada
> *okezone *di Jakarta, Senin (29/11/2010).
>
> Adapun jumlah kewajiban UNSP naik 193 persen menjadi Rp15,063 triliun per
> September 2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,12 triliun.
> Sementara BTEL masih mencatatkan kewajiban sebesar Rp7,04 triliun per
> September 2010.
>
> Alhasil, total kewajiban BNBR naik menjadi Rp26,64 triliun dari periode
> yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,7 triliun. Di mana jumlah kewajiban
> lancar naik menjadi sebesar R9,2 triliun dibandingkan sebelumnya Rp4,3
> triliun. Kewajiban tidak lancar juga naik hingga menjadi Rp17,43 triliun
> dari sebelumnya Rp11,37 triliun.
>
> Kondisi ini mengakibatkan beban bunga BNBR meningkat hingga 441,5 persen
> karena besarnya kewajiban perseroan terebut. Beban bunga bersih BNBR naik
> menjadi Rp1,46 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun
> sebelumnya yang cuma Rp270,4 miliar.
>
> Padahal, BNBR mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 74,22 persen
> menjadi sebesar Rp9,28 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2010 dari
> periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,33 triliun.
>
> Tapi, tampaknya peningkatan beban pokok pendapatan yang sebesar 130,45
> persen melebihi kenaikan pendapatan yang cuma 74,22 persen. Beban pokok
> penjualan perseroan naik menjadi Rp6,13 triliun dari sebelumnya Rp2,66
> triliun.
>
> Alhasil, laba kotor perseroan cuma tercatat sebesar Rp3,15 triliun pada
> laporan keuangan yang berakhir pada September 2010 tersebut. Sebagai
> perbandingan, laba kotor pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar
> Rp2,67 triliun.
>
> Sementara laba usaha tercatat sebesar Rp744,5 miliar dibandingkan periode
> yang sama tahun sebelumnya Rp514,9 miliar. Beban bank perseroan juga
> mengalami peningkatan menjadi Rp63,7 miliar dari sebelumnya Rp11,4 miliar.
> Begitu juga dengan beban pajak perseroan naik menjadi Rp11,9 miliar dari
> sebelumnya yang hanya Rp3,3 miliar.
>
> Sedangkan untuk bagian laba atas laba bersih perusahaan asosiasi juga turun
> menjadi cuma Rp203,7 miliar dari sebelumnya Rp390,5 miliar.
>
> Walau demikian, jumlah aset perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp42,94
> triliun pada periode Januari-September tersebut dibandingkan dengan periode
> yang sama tahun sebelumnya Rp24,75 triliun.*(ade)*
>  
>

Kirim email ke