Makasih bang tas pencerahannya....



2010/12/27 heru <[email protected]>

>
>
> Makasih bang Ian
> Nah kalau begini kan jelas..., batman monitor milis jg ternyata buat pasang
> jebakan bikin opini...
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 27 Dec 2010 13:36:33 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] Tentang Email MPPA
>
>
>
> Saya yang termasuk dapat email lewat japri terkait MPPA dari pengirim
>
> [email protected] <mppacumtunai%40gmail.com>
>
> Email tersebut tidak saya gubris/respon karena:
> 1. Saya tidak punya saham MPPA
> 2. Saya tidak melihat ada identitas jelas pengirim email, baik nama
> jelas atau nomor telponnya sehingga besar kemungkinan pengirimnya
> hanya ingin mencoba menciptakan keramaian dengan melempar rumors tidak
> jelas seolah2 ada yang mau membeli.
> 3. Sampai dengan tanggal 29 Desember 2010, transaksi MPPA di pasar
> tunai masih cum dividend alias yg membeli MPPA di pasar tunai masih
> berhak mendapatkan dividen sebesar Rp180 (potong pajak dividend
> sebesar 10%), dan yang menjual MPPA di pasar tunai akan kehilangan hak
> atas dividen sebesar Rp180 (potong pajak dividen sebesar 10%).
> 4. Dengan dasar nomor 3, maka ada kemungkinan pengirim email berharap
> ada yang tidak memahami/menyadari soal cum/ex dividen dan mau menjual
> saham MPPA di pasar tunai dengan harga di pasar reguler sehingga orang
> tersebut mendapatkan keuntungan dari selisih hak atas dividen. Hal ini
> terlihat di sesi 1 tadi, di pasar tunai sudah ada yang pasang jual
> MPPA sebanyak lebih dari 1300 lot di harga 1770 (harga pasar 1590 +
> 180 angka dividen), tapi saya perhatikan tidak ada yang berani beli
> alias tidak ada transaksi. Jadi, kuat dugaan saya pengirim email
> kemungkinan hanya berharap ada pemegang saham MPPA yg tidak paham
> sehubungan dengan cum/ex dividen di pasar tunai.
> 5. Saran saya, abaikan saja email2 dari pengirim yg tidak jelas dengan
> maksud yg tidak jelas. Kalau ingin bertransaksi beli atau jual baik di
> pasar reguler ataupun tunai, lakukan saja via bursa pada jam bursa yg
> sudah ditentukan. Pengirim email bisa saja mendapatkan email kita dari
> postingan di milis, kemudian dia mengirim email secara sporadis dengan
> harapan ada yang tidak paham dan kemudian terjebak.
>
> Semoga cukup membantu menjelaskan terkait hal ini.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>   
>

Kirim email ke