Mas Wir, jurus dalam buku buatan mas jitu ga en bisa dibeli di mana, saya mau 
jadi pendekar biar semua cuan datang termasuk Mas Pingincuan ne, hohohoho ....
Salam

  ----- Original Message ----- 
  From: Desmond Wira 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 04, 2011 2:36 PM
  Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010


    

  Pak Lukman,
  Maksud saya bukan investor itu harus punya target 30%. Itu hanya contoh saja.
  Ada investor yang punya target 30%, 50%, 100%, 200% tergantung time framenya, 
bahkan ada yang time framenya almost forever. Baru dijual kalau sudah pensiun, 
sifatnya untuk rencana pensiun masa tua, dsb. Kalau seperti ini bisa saja dia 
hold terus
  Pendapat Pak Lukman tidak salah. Sekali lagi yang saya sampaikan dengan angka 
30% itu cuma contoh. Tiap orang bisa punya target masing-masing.

  regards
  Desmond Wira
  trader and book writer
  - Jurus CUAN Investasi Saham
  - Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal



------------------------------------------------------------------------------
  From: lkm jkt <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Tue, January 4, 2011 1:58:26 PM
  Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010

    

  Pak Desmond Wira

  Tentu saja investor tersebut bukan greed kalau ingin cuan 30%, tapi kalau 
sudah cuan 30% masih belum jual juga itu baru namanya serakah


  Seorang investor itu . bukan sudah cuan berapa banyak . . tapi  lebih ke 
perhitungan . 

  Jual di  Investasi satu untuk di pindahkan ke investasi lain nya .  

  dan Investasi manakah yg paling   (bisa di harapkan memberikan  return 
terbesar) 

  selama  saham yg lama  masih lebih propek . walapun sudah  gain berapa pun .  
akan  tetap saya hold. 


  Salah kah pendapat ku ? 


  Salam 

  Lukman















  2011/1/4 Desmond Wira <[email protected]>




    Setuju dengan Pak Alit
    Greed itu cara ngukurnya berbeda-beda tiap orang, hal ini karena perbedaan 
time frame, beda target pula
    Kalau trader time frame cuma harian, target jualnya bisa cuma 2-3%
    Kalau investor time framenya bisa bulanan-tahunan, target jualnya minimal 
30%. Masa nunggu berbulan-bulan cuma dapet 3%, ogah lah
    Tentu saja investor tersebut bukan greed kalau ingin cuan 30%, tapi kalau 
sudah cuan 30% masih belum jual juga itu baru namanya serakah

    Fear sama saja, tergantung stop loss yang ditetapkan sebelumnya
    Kalau sudah menetapkan target stop loss misalnya 8% harga turun harus jual, 
maka
    Kalau harga turun baru 3% sudah jual, itu namanya sudah takut duluan
    Kalau harga sudah turun 8% dan dijual tanpa kompromi = disiplin cut loss

    regards
    Desmond Wira
    trader and book writer
    - Jurus CUAN Investasi Saham
    - Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal





----------------------------------------------------------------------------
    From: Alit Suwirya <[email protected]>
    To: [email protected]
    Sent: Mon, January 3, 2011 10:44:41 PM

    Subject: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010


      

    kalo menurut saya yang namany greedy yaitu kita menentukan target dan saat 
target tersebut sudah tercapai kita tidak menjualnya...he.h.e.he

    cuma sharing kalo g setuju ya gpp



----------------------------------------------------------------------------
    Dari: 7site <[email protected]>
    Kepada: [email protected]
    Terkirim: Sen, 3 Januari, 2011 21:34:32
    Judul: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010

      
    Saat udah gain tdk jual2x, Bedanya serakah dgn sabar menunggu saat panen 
(investor) apa ya?

    Saat loss segera jual, Beda nya ketakutan dgn disiplin cut loss apa ya?


    Binggung ya.....




    Sent from my seventhsite.com®
    powered by 7site


----------------------------------------------------------------------------

    From: Pr Sudarmo <[email protected]> 
    Sender: [email protected] 
    Date: Mon, 3 Jan 2011 22:23:28 +0800 (SGT)
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010


      
    Kita sering dengar sifat serakah (greedy) adalah sifat negative untuk 
trader, tetapi sebenarnya saya nggak ngerti benar, macam2 sifat serakah yang 
bagaimana yang dimaksud?




----------------------------------------------------------------------------
    From: BAGUS KARYADI KARYADI <[email protected]>
    To: [email protected]
    Sent: Sat, January 1, 2011 11:31:37 PM
    Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010

      

          Jangan putus asa kawan di 2011, kalah itu biasa, menang itu luar 
biasa, pengendalian diri itu yang utama, alat analisa sudah canggih, bisa 
dilihat besok mau naik atau turun. tapi sifat serakah itu yang susah 
dikendalikan.  ketika sifat itu dapat dikendalikan, maka kita pantas di sebut 
master saham. salam cuan.

          --- Pada Sab, 1/1/11, PH <[email protected]> menulis:


            Dari: PH <[email protected]>
            Judul: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010
            Kepada: [email protected]
            Tanggal: Sabtu, 1 Januari, 2011, 9:04 PM


              
            Semua jelas pernah rugi... Tapi semua harus belajar dari 
kesalahan... 



            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!


--------------------------------------------------------------------

            From: [email protected] 
            Sender: [email protected] 
            Date: Sat, 1 Jan 2011 13:35:32 +0000
            To: <[email protected]>
            ReplyTo: [email protected] 
            Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010


              
            Sy pikir siapapun yg berani jd kontrarian (ga ikutin tren) hrs 
punya bekal yg cukup, jika ngga sebaiknya tetap pada prinsip follow the market 
aja. :)

            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!


--------------------------------------------------------------------

            From: "H. Ruslim" <[email protected]> 
            Sender: [email protected] 
            Date: Sat, 1 Jan 2011 20:31:18 +0700
            To: <[email protected]>
            ReplyTo: [email protected] 
            Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010


              
            Saya rasa semua yang main saham pasti pernah rugi...
            Dan kita perlu belajar kenapa ?
            - Apakah karena beli berdasarkan feeling ?
            - Buy on Rumour ?
            - Beli gorengan yang bikin jantungan ?
            - Pada saat jual eh malah naik..
            - Dibeli eh malah turun...

            Itulah dinamisnya pasar saham.....saya juga mengalami kerugian yang 
besar...
            tapi saat ini posisinya sudah balik dan profit...
            Namun target saya pribadi adalah mengalahkan kenaikan dan penurunan 
indeks...

            Profit di saat market uptrend itu bukan hal yang luar biasa.... 
karena umumnya bisa mendatangkan profit..
            tapi trading pada saat downtrend.. itu menurut saya keynya? 
khususnya kalau memang sudah menggantungkan hidup di dunia ini (trading for a 
living)...

            kalau memang belum menggantungkan hidup di saham, pada saat 
downtrend, bisa berpaling ke yang laen..

            Saat ini saya belum trading for a living but one day I will.. on 
the way ke sana... :-)

            Happy New Year :-)

            salam,

            HR


             
            2011/1/1 <[email protected]>

                
              Sama Boss..Mulai trading juni 2009 ..modal habis semua krn tiap 
hari trading...skrg suntikan yg ke dua sdh mulai hati2 dan hasilnya lebih 
bagus..berkat ikut millis, course, dan baca buku...

              Semoga 2011 lebih baik lagi...

              Moza 

              Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung Teruuusss...!


------------------------------------------------------------------

              From: [email protected] 
              Sender: [email protected] 
              Date: Sat, 1 Jan 2011 08:13:39 +0000
              To: <[email protected]>
              ReplyTo: [email protected] 
              Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010


                
              Kalo sy mulai aktif trading sejak Juli 2010, porto sempet +50% tp 
sekarang tinggal +3% krn terlalu sering transaksi.,malah rugi..hehe, imho, pola 
pikirlah yg memberi kontribusi terbesar dlm hasil trading kita..th 2011 sy akan 
lebih sedikit trading dan lebih banyak belajar. Sy pernah dikasihtau bahwa kl 
mau bawa ngebut mobil hrs tau cara nyetirnya dulu, masalah ngebut sih gampang, 
tinggal injek gas. Semoga taun 2011 kita semua dapat lebih baik lagi. :) 

              Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung Teruuusss...!


------------------------------------------------------------------

              From: "7site" <[email protected]> 
              Sender: [email protected] 
              Date: Sat, 1 Jan 2011 07:54:49 +0000
              To: <[email protected]>
              ReplyTo: [email protected] 
              Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010


                
              Setuju dgn Dimas, sy mulai berpikir jg ke reksadana saja, 
mengingat hasil+ capek liatin running trade, ditipu sana sini ol pasar, kalopun 
+ tdk sebanding dgn capek mata nya.

              Hanya saja apakah invest saat ini apa idx tdk ketinggian, 
mentok2x ke 4000, kalo turun ke 2500, khan lebih jauh loss nya drpd cuannya, 
mengingat mereka (reksadana) mengikuti idx.

              So?

              Apakah yakin akan naek trus ke 5000?

              Salam cuan 

              Sent from my seventhsite.com®
              powered by 7site


------------------------------------------------------------------

              From: Dimas Yoga <[email protected]> 
              Sender: [email protected] 
              Date: Sat, 1 Jan 2011 13:33:45 +0700
              To: <[email protected]>
              ReplyTo: [email protected] 
              Subject: [saham] Evaluasi Trading 2010


                



              Dear rekan milis,


              Bagaimana jika kita evaluasi hasil trading di tahun 2010 yang 
lalu? Yang saya ingin bahas bukan ratio win/lose, tetapi lebih mengarah ke 
growth portofolio total. Kita mulai dari saya dulu ya, hehe... Overall di tahun 
2010 ini portofolio trading saya masih -0,8%.. Yup, bapak ibu ngga salah baca, 
portofolio total saya masih minus ditengah hiruk pikik pasar yang bullish ini, 
hehe.. 


              Sekedar catatan, saya mulai trading tanggal 27 Agustus 2009 
setelah sebelumnya sejak tahun 2008 berinvestasi di reksadana saham, jadi kalau 
sampai tanggal 30 Desember 2010 itung-itung setahun lebih 3 bulan lah ya, cuma 
biar gampang hitungnya aja, sejak saya pertama kali trading sampai dengan 
kemarin tanggal 30 Desember 2010 portofolio saya ya masih segitu-segitu saja 
tuh, hehe... 


              Evaluasi ini berguna bagi saya pribadi untuk berkaca dan mawas 
diri terhadap skill saya. Niat awal trading karena pada awalnya saya tidak puas 
dengan kinerja reksadana saham yang saya miliki (Schroder Dana Prestasi Plus) 
dan ingin coba-coba trading saham sendiri, tapi ternyata.. jangankan 
mengalahkan... menyamai kinerja mereka saja ternyata ngga mudah ya.... dan 
setelah saya evaluasi, disamping faktor skill, memang faktor manajemen 
emosi/psikologi dan kedisiplinan dalam trading saya yang masih payah...


              Dari hasil evaluasi ini saya mungkin akan mengalokasikan 80-90% 
dana saya di reksadana saham saja, selain less stress juga aktivitas kerja kita 
sehari-hari kita tidak terlalu terganggu dengan ikut banyak milis dan forum, 
ikut kursus trading, beli banyak buku dan baca e-book trading, beli software 
trading, ikut langganan rekomendasi saham berbayar, analisa chart hampir setiap 
hari, oprek-oprek indikator untuk cari holy grail (meskipun holy grail ngga 
pernah ada, tapi minimal mendekati lha, hehehe... ), baca laporan keuangan 
(meskipun ngga terlalu ngerti karena bukan orang akunting, hehehe...), pantau 
rumor corporate action (apalagi kalo mau bagi deviden, hehehe... ), dan 
curi-curi waktu kantor buat lihat running trade, dan lain sebagainya, 
fiuhhhhhh.... memang proses menuju trader profesional tuh berat juga yah, 
hehehe......


              Kemungkinan saya mau invest di reksadana Panin Dana Maksima, 
mengingat di tahun 2009 dia punya growth 125% dan di tahun 2010 pun growth-nya 
pun ngga jelek-jelek amat 102% (sumber : http://www.infovesta.com/), sedangkan 
sisanya sekitar 10-20% saja yang akan saya gunakan untuk trading, itupun saya 
akan benar-benar trading di saham yang memiliki trend naik (minimal midterm/3-4 
bulan kebelakang kalo dilihat secara "big picture" EMA tuh saham lagi naik dan 
harga saham lagi diatas EMA 20, hehehe...), lihat chart hanya lihat chart 
weekly (kalau ini lebih untuk meminimalkan unsur spekulasi dan tentu saja 
menunggu konfirmasi, meskipun kadang sering telat masuk atau telat jual tapi 
gapapa, yang penting saya harus belajar disiplin hehe.... ) punya fundamental 
perusahaan yang baik (baik disini dilihat dari segi GCG, punya long-term 
growth, dan punya pertumbuhan earnings yang stabil), punya kapitalisasi pasar 
minimal Rp1T (small to mid-cap), dan punya fraksi harga minimal Rp10 atau Rp25 
(sudah kapok dah trading saham yang punya fraksi harga Rp1 dan Rp5, too 
volatile hehehe...)


              Saya bukan agen penjual reksadana, dan tidak dalam rangka promosi 
apa-apa, silakan teman-teman evaluasi diri seobjektif mungkin, apakah effort 
yang dikeluarkan dengan hasil yang didapat, apakah worthed atau tidak (at least 
sampai dengan saat ini ya...), tapi kalau untuk kedepan sih saya anggap waktu, 
uang, serta pengertian keluarga yang tidak pernah mengeluh ketika hampir tiap 
malam (bahkan di hari libur...) kita analisa chart adalah sebuah investasi yang 
akan berguna jika saya kelak trading kembali dalam porsi dana yang lebih besar, 
hehehe.... Saya murni hanya ingin sharing dan ingin dapet feedback dari 
teman-teman dan senior semua, menurut teman-teman apakah langkah saya sudah 
tepat? Mengingat umur trading saya juga baru seumur jagung (baru juga 1 tahun, 
hehehe...)




              Salam Sukses 2011 dan TETAP SEMANGAT... !!,
              Dimas











         













  -- 
  Lukman





  

Kirim email ke