dan apa yang sudah turun, pasti akan naik lagi...:-)

seru juga nih ngeliat IHSG.... moga-moga regu pemadam kebakarannya buruan
dtg...


2011/1/10 Djoni <[email protected]>

>
>
> Apa yang naik, harus turun dulu.
>
>
>
> 2011/1/10 <[email protected]>
>
>>
>>
>> Ya ga ada yg bisa prediksi market...selama dia masih manusia...analis2 top
>> aja ga bisa predict...kecuali dia dewa
>>
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * "Faried" <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 03:41:20 +0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>> Year 2011
>>
>>
>>
>> Om Dj_ohant, entry dan exitnya pada saat yang tepat om, begitulah inti
>> pesannya om+01
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * [email protected]
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 03:38:34 +0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>> Year 2011
>>
>>
>>
>> Hahaha ketawa kok stress. Belanja lagi bro minggu depan ketawa beneran
>> ------------------------------
>> *From: * [email protected]
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 03:37:59 +0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>> Year 2011
>>
>>
>>
>> Gile... IHSG kebakaran.... Wkwkwkwk....
>> Mampus deh kita.... Hahahaha (ktawa stress)
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * [email protected]
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 03:31:15 +0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>> Year 2011
>>
>>
>>
>> Masih bilang ini koreksi boongan mr + ??? Capek deh...zzzzz
>>
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * Djoni <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 10:28:14 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>> Year 2011
>>
>>
>> Sudah lah,
>>
>> Wong posting informasi kok disalah salahkan seh. Grow up,
>>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/1/10 heru <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Yg bener nih? Ntar disalahin lagi hihihi...
>>>
>>> *ngabur...sebelum di lempar bata
>>>
>>> Sent from my BlackBerry®
>>> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>> ------------------------------
>>> *From: * [email protected]
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 02:26:55 +0000
>>> *To: *<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>>> Year 2011
>>>
>>>
>>>
>>> Hayo tunggu apalagi. Buruan serbu. Ntar nyesel lho. Hehehe
>>> ------------------------------
>>> *From: * positif01 <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Mon, 10 Jan 2011 09:23:16 +0700
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *[saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of
>>> Year 2011
>>>
>>>
>>>
>>> Jika tahun 2011 adalah waktu yang tersisa dalam hidup Anda ('lifetime'),
>>> maka Jumat lalu dan beberapa hari ke depan adalah waktu terbaik Anda untuk
>>> masuk dalam saham-saham pilihan untuk mengarungi prospek investasi 2011, now
>>> is your best chance in your lifetime as these days may not come back for the
>>> rest of the year.
>>>
>>> Jumat lalu, investors/traders Indonesia 'dikagetkan' dengan reaksi pasar
>>> yang begitu 'bearish' terhadap 'pull-back' di awal tahun. Bayangkan hanya
>>> dalam 1 hari, IHSG sempat jatuh hingga 3,6% dan dana asing yang keluar ('net
>>> ouflows') lebih dari Rp1,5 triliun merupakan 'outflows' yang terbesar sejak
>>> Juli 2008.
>>>
>>> Panik? Ya, jika Anda hanya berkutat pada hari Jumat itu saja dengan
>>> mengabaikan ('dismiss') sejumlah fakta dan data, baik ke belakang (historis)
>>> maupun proyeksi ke depan. Jika, cukup komprehensif membaca situasi, menurut
>>> saya, saat ini justru adalah saat terbaik untuk mengarungi prospek 2011.
>>> Tentu, Anda tidak dapat selalu berharap saham dan indeks akan terus naik
>>> tanpa pernah turun. "What goes up must come down!", begitu yang terjadi
>>> Jumat lalu sebagai 'pull-back'. Seperti laksana argo taksi, maka 'start'
>>> yang positif di awal tahun 2011 lalu ibarat di-reset ulang ke titik 0. Itu
>>> sama halnya dengan kesempatan kedua yang diberikan pasar kepada Anda untuk
>>> dapat lari lebih baik di waktu tersisa. Mengapa saat yang terbaik untuk
>>> mengawali investasi 2011?
>>>
>>> 1) Mayoritas indeks utama global/regional Jumat lalu mengalami
>>> 'pull-back', tidak terkecuali NYSE/Nasdaq, FTSE hingga Asia Tenggara. Namun
>>> demikian, perkembangan semua indeks kunci mengawali tahun 2011 ini
>>> bersepakat satu kata: memulai Naik, termasuk IHSG. Bahkan beberapa indeks
>>> acuan global seperti S&P 500 masih naik 1,1% pada 5 hari pertama perdagangan
>>> di 2011, sekaligus merupakan kenaikan terbesar mingguan dalam 4 minggu
>>> terakhir. Secara keseluruhan saham-saham AS naik selama 6 minggu
>>> berturut-turut dan merupakan rangkaian kenaikan berturut terlama sejak April
>>> 2010. Mengenai perkembangan indeks di Asia Tenggara, Reuters melaporkan
>>> Jumat lalu setelah penutupan perdagangan yang dramatis bahwa, "However,
>>> stocks in the region had a strong start in the first trading week of the
>>> year thanks to hopes of good earnings growth at listed firms and of strong
>>> economic growth in Asia."
>>>
>>> 2) Laju saham AS tetap positif tetapi dalam tempo melambat. Adalah
>>> kepentingan 'emerging markets', untuk melihat saham-saham AS tetap melaju
>>> agar tidak menghambat 'global economy recovery', tetapi juga tidak melaju
>>> sedemikian kencang yang akan mendorong dana-dana murah ('hot money') hasil
>>> 'quantitative easing' kembali dari 'emerging markets' ke 'home countries'
>>> AS/Eropa. Dan, berterima kasih kepada rilis data tenaga kerja AS Jumat lalu
>>> yang masih menunjukkan hasil yang 'mixed'. Meski 'unemployment rate' turun
>>> signifikan dari 9,8% menjadi 9,4% yang merupakan terendah sejak May 2009,
>>> akan tetapi kenaikan 'non-farm payrolls' atau indikasi jumlah pekerjaan baru
>>> yang terisi, hanya naik sebanyak 103.000 atau jauh di bawah ekspektasi
>>> 150.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa terlepas dari membaiknya mayoritas
>>> indikator ekonomi AS, khususnya yang menggambarkan progress/prospek di pasar
>>> keuangan, realitas riil di masyarakat, perbaikan ekonomi masih berjalan
>>> tertatih-tatih. Ben Bernanke, Gubernur Federal Reserve, menguatkan
>>> sinyalemen kemajuan dalam tempo yang lambat ini dengan menyatakan Jumat
>>> lalu, "it could take four to five more years for the job market to normalize
>>> fully". Sinyalemen ini memberikan kesempatan bagi sejumlah 'emerging
>>> markets', seperti Indonesia untuk 'buying time' membenahi fasilitas
>>> infrastruktur yang dapat menopang laju foreign direct investment, sekaligus
>>> mengejar status 'investment grade'-nya pada tahun ini dengan menjaga
>>> stabilitas fiskal dan moneter sebaik mungkin. Data yang 'mixed' dari AS ini
>>> akan kembali menjadikan dana-dana asing harus berpikir 10 kali sebelum
>>> benar-benar memutuskan untuk keluar dari 'emerging markets'.
>>>
>>> 3) Antisipasi Inflasi di Indonesia. Inflasi telah menjadi isu sentral di
>>> awal 2011. Dengan inflasi tahunan pada Desember lalu yang di atas estimasi
>>> BI dan serangkaian kenaikan komoditas, turut menambah kekhawatiran sejumlah
>>> pelaku pasar. Terlebih, BI memilih untuk menaikkan GWM ketimbang suku bunga,
>>> sehingga persepsi pelaku pasar cenderung untuk men-downgrade prospek nilai
>>> investasi di Indonesia yang tergerus dengan kenaikan inflasi. Namun
>>> demikian, kekhawatiran ini, sudah coba dijawab oleh Pemerintah Indonesia
>>> dengan serangkaian tindakan konkret, khususnya terkait pengendalian harga
>>> pangan yang telah menjadi sumber kenaikan inflasi. Pada akhir pekan lalu,
>>> setidaknya ada 2 sinyalemen tindakan penting yang perlu dicatat oleh pelaku
>>> pasar:
>>> a) Pemerintah Indonesia akan memangkas bea impor pangan (
>>> http://www.reuters.com/article/idUSJKB00420220110107);
>>> b) selain langkah langsung pemadaman harga pangan, Pemerintah melalui BPS
>>> juga akan 'membenahi' perhitungan angka inflasi khususnya bobot pada
>>> komponen pangan yang volatil (
>>> http://economy.okezone.com/read/2011/01/07/20/411535/bps-didesak-keluarkan-cabai-dari-perhitungan-inflasi).
>>> Meski BPS mengkonfirmasi cabai tetap dalam komponen perhitungan inflasi,
>>> tetapi bobot komponen volatil seperti pangan (cabai dan lainnya) akan
>>> ditinjau ulang (
>>> http://bisnis.vivanews.com/news/read/198106-bps--harga-cabai-tetap-dihitung-di-inflasi).
>>> Penyesuaian ini bukan sesuatu yang aneh, Pemerintah AS sekalipun baru-baru
>>> ini dan tetap akan menyesuaikan perhitungan 'unemployment rate', dan itu
>>> menjelaskan mengapa 'rate' rilis Jumat lalu bisa turun hingga 9,4%.
>>> Pemerintah AS juga mengabaikan komponen volatil inflasi yang disumbang oleh
>>> pangan dan bahan bakar, dengan hanya fokus kepada inflasi inti ('core
>>> inflation'). Dan terkait inflasi inti ini BI telah menegaskan proyeksinya
>>> selama 2011:
>>> http://www.bloomberg.com/news/2011-01-07/indonesia-says-2011-core-inflation-may-not-exceed-5-update1-.html
>>> .
>>>
>>> 4) Rilis laba AS segera mulai. Pekan ini, Alcoa, sebagai emiten dengan
>>> tradisi pengumuman laba kuartalan paling awal, akan merilis laporan
>>> keuangannya, dan ekspektasi pasar positif. Ini akan menjadi gong akselarasi
>>> kenaikan indeks, dan mempengaruhi 'tone' bursa saham global (
>>> http://www.reuters.com/article/idUSTRE7065U720110109).
>>>
>>> 5) Jika Anda mengkhawatirkan 'outlows' asing Jumat lalu yang terbesar
>>> sejak Juli 2008 atau sebelum krisis finansial global, sekarang perhatikan
>>> chart IHSG setelah Juli 2008. Anda akan menemukan bahwa indeks tidak jatuh
>>> seketika, kecuali setelah kejatuhan indeks AS karena pengumuman kepailitan
>>> Lehman Brothers. Dan, jangan lupa satu hal, bahwa sebelum Juli, yang
>>> merupakan indikasi akan terjadinya krisis finansial global, sudah dimulai
>>> dengan kolapsnya institusi keuangan klasik Bear Sterns pada Maret 2008, dan
>>> disusul dengan institusi 'mortgage' Freedie Mac. Pertanyaan kritis yang
>>> diajukan kepada para pelaku pasar yang bimbang saat ini, ada kejadian
>>> fundamental luar biasa apa yang sudah terjadi sehingga bisa menjustifikasi
>>> krisis sebagaimana 2008?...Jawabnya, tidak ada, kecuali harga komoditas
>>> naik. Oleh karena itu, kekhawatiran tersebut masih belum cukup alasan, dan
>>> oleh karena itu 'pull-back' yang terjadi tidak lebih dari penyesuaian
>>> temporer yang menyediakan kesempatan beli/investasi yang terbaik.
>>>
>>> Terakhir, coba lihat sejarah ke belakang. Perhatikan waktu-waktu di mana
>>> IHSG memasuki 'intermediate/long-term bearish cycle'-nya, apakah 'bearish'
>>> terjadi pada saat BI rate ada pada satu digit, misalnya seperti 6,5% saat
>>> ini? Jawabnya, jelas tidak, sejarah menunjukkan setiap krisis, posisi BI
>>> rate ada pada 2 digit. Kondisi yang sama, juga menjawab kekhawatiran 'double
>>> dip' pada bursa saham AS sepanjang awal 2010 lalu. Bagaimana bisa krisis
>>> kembali saat Fed discount rate ada pada level terendah mendekati 0%? Sampai
>>> di sini, kesimpulan dari salah satu analis Indonesia sebagaimana dikutip
>>> oleh Reuters, cukup tepat.
>>>
>>> Despite the bearish session, brokers in the region remained generally
>>> optimistic. "There's no negative news in the market and I think it's purely
>>> a healthy correction because investors realised profits," said Jakarta-based
>>> John Teja, director at broker Ciptadana Securities.
>>>
>>> Namun demikian, jangan sampai salah pilih subsektor dan saham untuk
>>> prospek investasi 2011. Untuk jangka pendek, 'big caps' dan komoditas masih
>>> akan mengalami tekanan.
>>>
>>> '+'
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>  
>

Kirim email ke