Pak Faried,
 
ane masih awam,  tapi menurut ane ke 2 kebijakan moneter tersebut : Menaikkan 
GWM dan Menaikkan BI rate bisa di terapkan yang salah satunya  untuk 
mengendalikan infaltion rate. dan keduanya mempunyai kemujarabannya masing2.
 
Tapi sebaiknya kebijakan yang diambil harus di lihat sebereapa effektif dan 
cepat untuk mengcounter tingkat inflasi yang sedang di hadapi
 
Kalau suku bunga tetap rendah tidak menarik juga nvest, sementara kalau negara 
tetangga sdh menaikkan suku bunganya, yang invest bisa lari ke negara2 yang 
memberikan tingakt bunga lebih tinggi. sederhananya kalau kita nabung pasti 
cari bank yang memberikan bunga tinggi disamping performance bank itu sendiri.
yang penting BI menaikan BI rate jangan terlalu tinggi. dan kalau nanti inflasi 
bisa dikendalikan di angka yang di tetapkan dari awal, BI kan juga bisa cepat 
menurukan tingkat BI Rate lagi
 
 
ini hanya pengelihatan ane sebagai pedagang.
 
dh
 


> menulis:


Dari: Faried <[email protected]>
Judul: Re: [saham] BI dan suku bunga, sekali lagi?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 14 Januari, 2011, 9:40 AM


  



Om Positip01 dan Bang IAN thanks untuk ilmunya, kalau suku bunga pinjaman bisa 
murah tentunya roda ekonomi bisa rally sangat kencang ya, otomatis harga2 saham 
bisa lebih menarik jadinya ya...
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 14 Jan 2011 02:47:42 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] BI dan suku bunga, sekali lagi?

  

Thx bang lan sharingnya, :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 14 Jan 2011 09:35:59 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] BI dan suku bunga, sekali lagi?

  

Suku bunga ngga perlu naik karena malah jadi penyebab inflasi itu sendiri dalam 
kasus Indonesia.

Naikan saja GWM nya, Giro Wajib Minimum (kalau istilah di buku pelajaran adalah 
Reserve Requirement) yang saat ini masih terlalu rendah, baru 8%, untuk negara 
dengan growth seperti Indonesia. China tingkat GWM nya 18,5%. Sementara tingka 
suku bunga deposito 1 tahun di China hanya 2,75% dan tingkat suku bunga 
pinjaman di China 5,81%.

Peningkatan GWM sangat efektif dalam menekan jumlah uang beredar.
Bagi yg ingin belajar apa itu GWM dan bagaimana pengaruhnya ke ekonomi, silakan 
baca2 di:

http://en.wikipedia.org/wiki/Reserve_requirement

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu




On Fri, Jan 14, 2011 at 9:24 AM, positif01 <[email protected]> wrote:





Ferry Wong, head of Indonesia research at Macquarie Securities in Jakarta, said 
the central bank was behind the curve on inflation. 
"I think some foreign investors were not too comfortable with the central 
bank's not raising interest rates despite high inflation," he said. (Reuters)


BI’s decision to keep its policy interest rate at 6.5 per cent for the 17th 
month in a row rests on two assumptions: that food price inflation won’t spill 
into core inflation, and that interest-rate increases would attract damaging 
short-term capital flows. Both are dubious. First, it is true that the core 
inflation rate (excluding food and energy) held steady in December at 4.3 per 
cent, while headline consumer price inflation – driven by food, which accounts 
for about a third of the CPI basket – continued to accelerate to 7 per cent, 
well outside the target zone of 4 to 6. But headline and core never decouple 
for long. Consumer surveys and rising 10-year bond yields suggest that 
inflation expectations are taking root. Second, rate rises need not attract 
inordinate amounts of hot money if capital controls are effective, and everyone 
else is tightening too. (Financial Times).











Kirim email ke