Soal menghitung inflasi, ini sependek yang saya tau, adalah dengan mengambil
sample daftar belanja/pengeluaran orang rata2, lalu  harga saat sampling ini
diambil sebagai referensi. Selanjutnya dari waktu kewaktu di catat harga
barang2 tersebut dan dibandingkan dengan harga awal. Sistem perhitungan
konkretnya bisa lihat di situs BPS, pake indeks, ngitung indeks nya gimana
saya juga kurang paham, cuman di awal kalo gak salah indeks ditetapkan =
100. Entah bagaimanaa mengkonversi macem2 belanjaan kita hingga dihasilkan
satu nilai tertentu.

Belanjaan kita tentunya bukan cuma makanan saja, ada juga biaya sekolah
anak-anak, beli baju atau komputer, jalan2 ke macau, dll. Untuk lebih
pastinya apa saja yang diperhitungkan dalam menghitung angka inflasi, bisa
di cek di situs BPS, kalo gak salah sih ada di situ.

tentu angka inflasi tidak mencerminkan kenaikan harga satu barang tertentu,
tapi diharapkan bisa merepresentasikan kenaikan harga barang2 secara umum.

wassalam,
-santo

2011/1/14 Sam A <[email protected]>

>
>
> dear bpk2,
> saya ingat dulu sebagai profesional kenaikan gaji selalu diberikan sesuai
> minimal inflasi? apakah itu mengcover? kalau kita mau pertanyakan sebenarnya
> perhitungan inflasi diambil dari mana (apakah secara acak?) karena kalau
> kita mau lihat data inflasi mendekati 7%, apakah memang kebutuhan pokok
> rakyat itu hanya naik 7%, coba kita lihat beras, daging, susu semua
> kenaikan  melebih 7%; artinya ada tambahan 'real inflasi' di market yang
> mungkin disebabkan oleh banyak hal (termasuk mafia perdagangan,
> infrastruktur, cuaca dll)? apakah bisa diperbuat seornag karyawan...???
>
> lalu sekarang sebagai pengusaha saya merasakan benar bahwa dengan BI rate
> "hanya" 6.5% saja, bunga pinjaman bank rata2 sudah diangka 10-12%? dan bank
> kalau menyesuaikan kenaikan BI rate cepat sekali (..tetapi sngat lambat
> menyesuaikan penurunan??); bagaimana lagi kalau BI rate dinaikkan apakah
> bukan pengusaha yang tambah payah? kita berusaha tidak mem PHK karyawan tapi
> smapi kapan? belum ditambah di lapangan ada biaya tambahan yang tidak jelas
> jadi kalau digabung inflasi riil + BI rate tinggi + biaya siluman, apakah
> terjadi ??
>
> bagi yang mau survey kondisi bisnis sekarang coba datangi Harco (pusat
> elektronik), Mangga dua (pusat grosir), dll; semua pedagang sudah menjeriitt
> minta tolongg karena apa? karena omset bisnis semakin  menurun ??? so...
>
> salam
>
>

Kirim email ke