Sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan yang sama pada beberapa milis.

Rilis indikasi laporan keuangan ITMG dalam indikator keuangan instan, EPS
misses expectation, Revenues exceed expectation. Kurang lebih tampilan
serupa biasa dilihat di running text seperti di Bloomberg ketika ada rilis
company earnings.

Prinsip traders/investors dalam bereaksi instan terhadap laporan keuangan,
"buy/buy more" jika 'exceed expectation' >25%, dan 'sell' jika 'meet'
apalagi 'miss' expectation. Bagaimana dengan ITMG? What to do?

1. Broker besar dunia (yang pasti bukan 'underwriter GIAA) masih belum
menurunkan TP next 12 month yang ada di rata-rata >Rp55.000;

2. Yang investasi 'short-term' bertahap, tentu jika harga 'average' masih
lebih besar dibandingkan harga 5-10 menit setelah manajemen ITMG menginfokan
indikasi laba/pendapatan kuartal-4, seharusnya sudah 'sell' untuk profit
taking;

3. Yang masuk baru-baru saja sebelum hari ini, untung atau rugi, juga sudah
seharusnya 'sell'/keluar;

4. Apakah say good-bye forever? Jawabnya, sejauh keyakinan sejumlah analis
dari sekuritas ternama, belum melihat ada perubahan tren positif ITMG ke
depan terlebih pasca kenaikan harga batubara selama Januari 2011. 'Downside
risk' yang menjadi catatan adalah kapasitas terpakai produksi yang mungkin
tidak optimal karena faktor cuaca, tapi bisa saja telah teratasi pada
kuartal-1 2011;

5. Temukan sendiri harga terbaik pada level 'support' untuk masuk kembali.
Lihat 'chart' Anda. Menghindari 'bottle-necking' jika masuk pada level yang
sama.

Harga ITMG turun bukan karena prospek harga batubara. Saya setuju dengan
kesimpulan Morgan Stanley yang tercatat sebagai broker nomor 1 dunia selama
2010 yang menyatakan subsektor batubara adalah 'attractive' atau mampu
outperform broad market ke depan, dibandingkan 'banking' yang 'in-line' atau
sejalan dengan broad market rata-rata. Pendapat yang sama disampaikan juga
oleh Peabody yang merupakan perusahaan batubara terbesar di dunia dalam
'outlook' bisnis batubara selama 2011.

'+'

2011/2/24 <[email protected]>

>
>
> Laba Indo Tambangraya Tergerus 39% Menjadi US$ 204 Juta...
> http://de.tk/L4G2P
>
> Ebit
>
> Sent from BlackBerry® on 3
> ------------------------------
> *From: * positif01 <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 24 Feb 2011 12:33:11 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] AS IHSG: update singkat
>
>
>
> Terus kenapa dan mengapa Sidaut?
>
> '+'
>
> 2011/2/24 Daud Hardjakusumah <[email protected]>
>
>>
>>
>> Ngomong ngomong sampeyan pernah bilang ada surprise di laba itmg ya?
>>
>> Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah
>> [email protected]
>> sidaut.blogspot.com
>>
>>
>> ------------------------------
>> *From:* positif01 <[email protected]>
>> *Sent:* Thu, February 24, 2011 5:13:11 AM
>> *Subject:* [saham] AS & IHSG: update singkat
>>
>>
>>
>> Selasa, status pasar saham AS sudah diturunkan menjadi 'market uptrend
>> under pressure'. Penutupan Rabu pagi tadi, NYSE mencatat volume yang masif
>> ditengah penurunan indeks sehingga kembali mengkualifikasikannya sebagai
>> hari distribusi. Kedua bursa, NYSE dan Nasdaq, sudah tercatat mengalami 5
>> hari distribusi dalam kurun waktu 5 minggu, merupakan sinyal yang memadai
>> untuk menyesuaikan status pasar saham AS.
>>
>> Berkebalikan dengan status terkini pasar saham AS, kondisi tersebut
>> memberikan peluang bagi selective emerging market, seperti yang masuk dalam
>> pengelompokan Goldman Sachs, di antaranya Korea, Indonesia, Turki, untuk
>> menutup gap/decoupling dengan indeks developed market. Pada penutupan NYSE
>> tadi, tercatat ETF berbasiskan saham unggulan Indonesia, seperti EIDO (
>> http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO&ql=0) dan IDX (
>> http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0), justru ditutup dalam teritori
>> positif di atas +1,5% menandakan konfirmasi perspektif pasar di 'developed
>> market' yang positif terhadap selective emerging market dalam situasi yang
>> volatil.
>>
>> Kondisi 'reversal' pada selective emerging market dapat dibaca di
>> antaranya melalui 'chart' relevan yang sudah menjadi pembicaraan luas di
>> kalangan traders di NYSE (nanti siang di-share).
>>
>> Kata kunci dalam situasi volatil global ini adalah: 'selective emerging
>> market' dan 'selective inflationary-benefiting stock group industry'.
>>
>> Pada penutupan bursa AS tadi pagi, dapat dicatat:
>>
>> "Although the broad market closed comfortably above its session low, *energy
>> was the only major sector to finish with a gain*. Higher oil prices
>> helped energy stocks outperform for the entire session and settle with a
>> 2.0% gain."
>>
>> '+'
>>
>>
>   
>

Kirim email ke